Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB
Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat
Pengunjung melihat produk kain dalam pameran Indo Intertex – Inatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Tekstil April 2026 kontraksi akibat krisis bahan baku global & konflik Selat Hormuz.
  • Garmen tumbuh kuat karena impor, bukan menggunakan pasokan tekstil dalam negeri.
  • Kemenperin desak penurunan kuota 50% produk kawasan berikat masuk pasar domestik.

Suara.com - Sektor industri tekstil nasional tengah menghadapi badai besar. Pada April 2026, subsektor ini resmi mencatatkan kontraksi akibat tekanan geopolitik global yang kian memanas, ditambah persoalan internal terkait regulasi pasar domestik yang dianggap tidak berpihak pada produsen lokal.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arief, mengungkapkan bahwa industri tekstil nasional saat ini sedang mengalami tekanan ganda. Dinamika di Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan bahan baku petrokimia, krisis energi, hingga lonjakan biaya logistik internasional yang mencekik.

Data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) per April 2026 mengonfirmasi kondisi ini, menempatkan industri tekstil sebagai salah satu subsektor yang kinerjanya merosot tajam akibat kelangkaan bahan baku utama.

Namun, fenomena anomali justru terlihat di sektor hilir. Industri pakaian jadi (garmen) justru tampil perkasa dengan kinerja cemerlang. Usut punya usut, kegemilangan sektor garmen ini ternyata bukan disokong oleh industri tekstil dalam negeri, melainkan melalui jalur impor.

“Nah, itu artinya industri garmen ini menggunakan bahan baku, bukan dari industri tekstil (lokal), tapi dari impor,” ujar Febri di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Febri menduga, industri garmen banyak memanfaatkan fasilitas di kawasan berikat yang mendapatkan izin impor tanpa bea masuk. Ironisnya, produk dari kawasan berikat—baik berupa kain maupun pakaian jadi—diperbolehkan masuk ke pasar domestik hingga porsi 50 persen.

Kondisi ini menciptakan ketimpangan. Industri tekstil lokal yang sudah kesulitan bahan baku akibat krisis global, kini harus bertarung dengan produk 'istimewa' dari kawasan berikat yang masuk ke pasar umum.

“Kebijakan itulah yang membuat industri tekstil yang di luar kawasan berikat itu menurun kinerjanya. Sudah soal bahan bakunya susah, tapi juga terhimpit oleh produk yang keluar dari kawasan berikat,” tegasnya.

Kemenperin menegaskan telah mendesak Kementerian Keuangan untuk segera mengevaluasi aturan main ini. Pihaknya meminta agar porsi produk kawasan berikat yang boleh dilempar ke pasar lokal diturunkan dari angka 50 persen guna memberi ruang napas bagi industri tekstil nasional.

“Kami sudah terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan. Kami masih menunggu itu. Sudah cukup lama itu,” pungkas Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

Krisis Tersembunyi di Balik Belanja Online: Tanpa Regulasi Jelas, Sampah Kemasan Jadi Bom Waktu

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:57 WIB

Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional

Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 12:34 WIB

Terkini

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB