- Pertamina menaikkan harga avtur domestik dan internasional periode Mei 2026 akibat kenaikan harga minyak global.
- Harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta naik 16,16 persen menjadi Rp 27.357,54 per liter sejak Mei.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kenaikan harga avtur mengikuti mekanisme pasar global yang terus meningkat.
Suara.com - Harga bahan bakar jenis avtur kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan laman resmi Pertamina, harganya melonjak hingga 16,6 persen dibanding periode sebelumnya.
Mengutip dari laman resmi pertamina yang diakses pada 1 Mei 2026, harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta untuk periode 1-31 Mei, naik sebesar 16,16 menjadi Rp 27.357,54 per liter dari sebelumnya Rp 23.551,08 pada periode April.
Sementara itu, harga avtur untuk penerbangan internasional naik sebesar 14,48 persen menjadi 162,9 dolar AS per liter dari sebelumnya 142,3 dolar AS pada periode April.
Kenaikan harga avtur tersebut tak bisa dipisahkan dari dinamika harga minyak global. Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat-Israel pada akhir Februari lalu, harga minyak dunia terus mengalami kenaikan.
Pada Kamis (30/4) harga minyak dunia konsisten dalam beberapa hari terakhir di atas 100 dolar AS per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik menjadi 106 dolar AS per barel, dan minyak Brent melonjak menjadi 110 dolar AS per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pergerakan harga avtur sepenuhnya mengikuti dinamika pasar global. Hal ini disampaikan Bahlil merespons kenaikan harga bahan bakar pesawat tersebut pada awal April lalu.
"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme pasar yang terjadi adalah mekanisme pasar,” kata Bahlil Senin, 6 April 2026.