Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 14:31 WIB
Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas
BPS mencatat konsumsi pemerintah Indonesia tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun 2024. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • BPS mencatat konsumsi pemerintah Indonesia tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen secara tahunan pada triwulan pertama tahun 2024.
  • Lonjakan belanja negara tersebut terutama didorong oleh pembayaran THR, gaji pegawai, serta aktivitas fiskal selama pelaksanaan Pemilu.
  • Meskipun tumbuh pesat, kontribusi konsumsi pemerintah terhadap PDB nasional hanya mencapai 6,72 persen dibandingkan konsumsi rumah tangga.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah pada triwulan I 2024 tumbuh 21,81 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan paling tinggi dibanding komponen lain.

Namun di tengah lonjakan tersebut, kontribusi konsumsi pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tetap terbatas, yakni hanya sebesar 6,72 persen.

“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi antara lain adalah Konsumsi Pemerintah yang tumbuh melesat hingga 21,81 persen,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Amalia menjelaskan tingginya pertumbuhan tidak selalu berarti peran terbesar dalam struktur ekonomi. Menurut dia, ukuran kontribusi terhadap PDB lebih ditentukan oleh besaran nilai total masing-masing komponen dibanding sekadar laju pertumbuhan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

“Kalau kita lihat, PDB Indonesia ini secara nilainya paling banyak itu ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan PMTB. Karena porsi atau share-nya memang paling banyak,” ujarnya.

BPS mencatat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB. Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menyumbang 28,29 persen.

Dengan demikian, meski konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi, posisinya dalam struktur ekonomi tetap jauh di bawah konsumsi masyarakat dan investasi.

“Pertumbuhannya paling tinggi, tetapi share-nya, kontribusi terhadap PDB-nya belum setinggi rumah tangga dan investasi,” kata Amalia.

Lonjakan belanja pemerintah pada awal tahun ini terutama didorong realisasi belanja pegawai, pembayaran THR atau gaji ke-14, penambahan ASN baru, serta peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah.

“Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah pada triwulan I adalah realisasi belanja pegawai, peningkatan pembayaran gaji ke-14 atau THR,” ujar dia.

Selain itu, BPS juga mencatat pelaksanaan Pemilu turut memberi dampak terhadap kenaikan aktivitas belanja negara pada periode tersebut.

“Dan tentunya ini merupakan impact dari pelaksanaan pemilu di 2024,” kata Amalia.

BPS menilai kenaikan konsumsi pemerintah lebih banyak bersifat stimulus jangka pendek yang membantu menopang ekonomi domestik, terutama saat aktivitas fiskal meningkat pada awal tahun.

Meski begitu, struktur utama PDB Indonesia tetap bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan investasi, sehingga pengaruh konsumsi pemerintah terhadap total ekonomi nasional tidak sebesar pertumbuhan persentasenya.

“Kontribusi 6,72 persen itu karena dinilai dari besaran nilainya dibandingkan dengan total PDB,” tutur Amalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:03 WIB

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026, Industri Pengolahan Jadi Penopang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:17 WIB

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 16:34 WIB

Terkini

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:02 WIB