Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
Arsip Pergerakan IHSG [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
  • Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi mengalami koreksi akibat aksi jual bersih investor asing pada saham perbankan besar.
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menekan Wall Street serta menyebabkan penurunan harga minyak mentah Brent.
  • Bursa Asia mencatat kenaikan signifikan saat pasar merespons potensi stabilitas regional dan optimisme pada sektor manufaktur global.

Suara.com - Pasar modal Indonesia sedang berada dalam fase yang penuh kehati-hatian. Setelah sempat mencatatkan kenaikan tipis 1,15% pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini dibayangi oleh potensi koreksi.

Kabar kurang sedap datang dari investor asing yang masih melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai sekitar Rp360 miliar, dengan saham-saham perbankan besar seperti BMRI dan BBCA menjadi sasaran utama pelepasan aset.

Situasi ini menjadi cerminan betapa dinamisnya psikologi pasar saat ini. Di satu sisi, ada dorongan optimisme dari regional, namun di sisi lain, ketidakpastian global terkait energi dan politik internasional memaksa investor untuk tetap menginjak pedal rem.

Wall Street Tertekan Ketegangan Nuklir dan Minyak

Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari sentimen "merah" yang menyelimuti bursa AS, Wall Street. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,38% disusul Dow Jones yang melemah 0,63%.

Fokus pelaku pasar tertuju pada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas.

Gedung Putih memang dikabarkan tengah menyiapkan nota kesepahaman 14 poin untuk menghentikan konflik dan membuka kembali pembicaraan nuklir.

Namun, pihak Iran tampaknya masih enggan memberikan jawaban final. Tuntutan kompensasi perang dan penolakan pembukaan Selat Hormuz melalui skema yang dianggap ‘tidak realistis’ oleh Teheran kembali meningkatkan tensi risiko global.

Akibatnya, harga minyak mentah Brent terpangkas 1,19% ke level US$100,06 per barel, yang turut menekan saham-sektor teknologi dan semikonduktor.

Kontras, Bursa Asia Justru Melejit Cetak Rekor

Berbanding terbalik dengan Amerika, bursa di kawasan Asia justru sedang berpesta. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat lonjakan luar biasa sebesar 5,58%, didorong oleh sektor bahan baku dan teknologi pasca libur panjang. Hang Seng dan Kospi pun turut menghijau.

Menariknya, kenaikan regional ini terjadi tepat setelah Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran terkait kesepakatan perdamaian.

Pasar Asia tampaknya lebih memilih merespons potensi stabilitas yang mungkin muncul jika kesepakatan tercapai, atau setidaknya memanfaatkan momentum teknikal dari sektor-sektor manufaktur yang sedang menguat.

IHSG: Strategi Menghadapi Potensi Koreksi

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, level Support berada di rentang 7000-7100, sementara area Resist berada di 7200-7280.

Bagi Anda yang tetap ingin aktif di pasar di tengah fluktuasi ini, beberapa ide trading harian tetap tersedia dengan pendekatan spekulatif yang disiplin (Spec Buy). Fokus hari ini tertuju pada beberapa emiten di sektor komoditas dan properti:

  • BUMI (Energi): Area beli di 228-230 dengan target dekat 234-238.
  • MEDC (Minyak & Gas): Mengingat fluktuasi harga minyak, MEDC menarik dipantau di area 1570-1585.
  • SSIA & PTRO: Menawarkan potensi menarik di sektor kawasan industri dan jasa pertambangan.
  • RATU & LSIP: Tetap masuk dalam radar pantauan untuk diversifikasi portofolio harian.

Kuncinya saat ini adalah menjaga level cutloss yang ketat. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif akibat berita geopolitik yang berubah setiap jam, prinsip "look first, then leap" menjadi sangat relevan. Pastikan keputusan investasi Anda didasarkan pada manajemen risiko yang matang, bukan sekadar mengikuti euforia sesaat.


DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informatif dan merupakan analisis pasar berdasarkan data yang tersedia, bukan merupakan perintah beli atau jual. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kerugian modal. Keputusan sepenuhnya berada di tangan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:59 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB