Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?

M Nurhadi

Senin, 11 Mei 2026 | 10:56 WIB
Bocoran Revisi Royalti Tambang: Emas, Tembaga, hingga Timah Kena Tarif Baru?
ilustrasi tambang batu bara
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia akan merevisi PP Nomor 19 Tahun 2025 untuk menaikkan royalti komoditas pertambangan mulai Juni 2026.
  • Kebijakan ini mencakup kenaikan tarif royalti emas, tembaga, timah, nikel, serta mineral lainnya guna meningkatkan penerimaan negara.
  • Rencana kenaikan royalti tersebut berdampak pada penurunan laba bersih emiten tambang dan menekan harga saham di pasar.

Suara.com - Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengambil langkah strategis untuk memperkuat pundi-pundi penerimaan negara dari sektor ekstraktif.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa otoritas terkait sedang mematangkan revisi kerangka royalti pertambangan melalui amandemen Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tren kenaikan harga komoditas global yang dibarengi dengan melonjaknya profitabilitas perusahaan-perusahaan tambang di tanah air.

Kebijakan ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat semangat nasionalisme sumber daya alam.

Dengan mengoptimalkan bagi hasil dari kekayaan bumi, pemerintah berharap dapat meningkatkan ruang fiskal di tengah dinamika ekonomi global yang menantang. Target implementasi dari revisi ini dipatok mulai awal Juni 2026 mendatang dengan menggunakan skema prospektif.

Rincian Kenaikan Royalti Berbagai Komoditas

Berdasarkan draf proposal yang tengah dipersiapkan, kenaikan tarif royalti akan menyasar berbagai komoditas strategis. Tidak tanggung-tanggung, beberapa komoditas diproyeksikan akan menghadapi lonjakan tarif yang cukup signifikan.

Komoditas emas, misalnya, berpotensi mengalami kenaikan royalti dari yang sebelumnya 16% menjadi 20%.

Sektor tembaga juga tak luput dari penyesuaian, di mana royalti konsentrat tembaga diprediksi merangkak naik menjadi 13% dari tarif sebelumnya sebesar 10%.

baca juga

Namun, kenaikan paling tajam nampaknya akan dirasakan oleh sektor pertambangan timah. Royalti timah diusulkan naik menjadi kisaran 17,5% hingga 20%, sebuah lonjakan drastis mengingat tarif saat ini masih berada di level 10%.

Sementara itu, untuk komoditas nikel, pemerintah berencana memasukkan bijih nikel ke dalam kurung royalti yang lebih tinggi pada tingkat Harga Mineral Acuan (HMA) yang lebih rendah. Selain komoditas tersebut, komoditas lain seperti besi, kobalt, dan perak juga masuk dalam radar penyesuaian tarif dalam kerangka revisi PP tersebut.

Dampak Langsung Terhadap Emiten Pertambangan

Langkah agresif pemerintah ini tentu saja memicu reaksi di pasar modal. Analisis pasar menunjukkan bahwa dampak dari kebijakan ini akan sangat bervariasi tergantung pada jenis komoditas yang dikelola oleh masing-masing emiten.

Sektor nikel dinilai paling tahan terhadap perubahan ini, dengan estimasi sensitivitas terhadap laba bersih (earnings) hanya berada di kisaran 1%.

Di sisi lain, emiten raksasa seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) diprediksi akan melihat dampak pada laba bersih masing-masing sekitar 0,5% dan 2% akibat kenaikan royalti emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:05 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Telat 1 Hari Bayar Pajak Motor, Apakah Kena Denda? Begini Penjelasannya

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:20 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

×