Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
Seller mengeluhkan biaya-biaya di e-commerce sudah tak masuk akal. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
  • Pelaku UMKM mengeluhkan beban biaya admin, logistik, dan iklan di e-commerce yang semakin menggerus margin keuntungan penjualan.
  • Kenaikan harga bahan baku plastik serta kebijakan retur barang yang merugikan menyebabkan operasional pedagang menjadi semakin sulit.
  • Pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual produk, namun langkah ini berisiko menurunkan daya saing terhadap brand besar.

Suara.com - Pelaku usaha mulai mengeluhkan, biaya-biaya di e-commerce yang mulai menggerus pendapatan. Beban biaya itu mulai dari biaya admin, ongkos logistik, hingga beban retur di berbagai platform e-commerce

Salah satu pelaku usaha home and living, Fitria Harmeliani, mengaku biaya layanan e-commerce kini kian memberatkan, terutama bagi reseller dan UMKM kecil yang margin produknya sudah tipis sejak awal.

"Biaya admin yang makin ga masuk akal, sedangkan margin kita udah tipis banget, buat UMKM kecil bener-bener kegerus," ujar Fitria kepada Suara.com, Senin (11/5/2026).

Warga berbelanja secara daring melalui salah satu situs perusahaan e-commerce di Jakarta, Rabu (28/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seller mengeluhkan biaya-biaya di e-commerce sudah tak masuk akal. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menurut dia, beban seller tidak berhenti pada komisi platform. Pedagang juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan atau ads agar produk tetap muncul di bagian atas pencarian konsumen.

Selain itu, jika seller ingin meningkatkan penjualan lewat affiliate, mereka masih harus menambah komisi di luar potongan platform.

"Barang belum kejual aja kita udah mengeluarkan banyak biaya," ucapnya.

Fitria yang menjual produk seperti tempat bumbu dan tempat sendok mengatakan tekanan juga datang dari kenaikan harga bahan baku plastik yang ikut mendongkrak modal usaha.

Ia menyebut kondisi ini membuat banyak pabrik mengurangi bahkan menghentikan produksi sementara karena biaya dinilai tak lagi menutup operasional.

"Plastik makin naik, harga modal produk jadinya naik. Banyak pabrik yang akhirnya berhenti produksi dulu karena ga nutup, jadinya banyak barang yang OOS," jelasnya.

Tak hanya biaya admin dan bahan baku, Fitria juga menyoroti kebijakan retur barang di marketplace yang dinilai kerap merugikan seller.

Menurut dia, ada banyak kasus pembeli mengajukan pengembalian dengan alasan barang harus dikembalikan seperti semula, meski produk sebenarnya sudah dikirim sesuai pesanan.

"Kadang seller nanggung ongkir pengembalian barang itu padahal kita udah kirim produk sesuai yang dibeli," katanya.

Kondisi tersebut, kata Fitria, membuat banyak pedagang kecil berada dalam posisi sulit karena salah satu pilihan realistis hanyalah menaikkan harga jual.

Meski begitu, keputusan itu juga berisiko menurunkan penjualan karena pedagang kecil harus bersaing dengan importir atau brand besar yang memiliki modal lebih kuat dan tidak selalu menaikkan harga.

"Satu-satunya cara emang naikin harga, tapi penjualan bisa drop karena ada importir dan brand yang kadang modalnya gede. Jadi nggak naikin harga," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:19 WIB

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Cara Membuat QRIS All Payment untuk UMKM: Syarat, Biaya, dan Keuntungannya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:20 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Terkini

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Prabowo Patok Rupiah Hingga Rp 17.500/USD di RAPBN 2027

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:44 WIB

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Rupiah Paling Lemah di Asia, Kini Tembus Rp17.743 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:06 WIB

Perbandingan Harga Emas Antam vs Komoditas di Pegadaian, Galeri24 dan UBS Naik!

Perbandingan Harga Emas Antam vs Komoditas di Pegadaian, Galeri24 dan UBS Naik!

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:40 WIB

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Jelang Pidato Prabowo, IHSG Tak Tertolong Terus Merosot ke Level 6.352 di Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:17 WIB

Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen

Doyan Beli Emas, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:08 WIB

Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak

Apa Itu ATM Bitcoin? Ramai Dibicarakan karena Tutup Mendadak

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:05 WIB

Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!

Harga Minyak Bergejolak Usai Trump Ancam Serang Iran, Stok AS Menipis!

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:40 WIB

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:33 WIB

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Wall Street Anjlok Tiga Hari Berturut-turut

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:30 WIB