Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB
Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Suara.com)
  • Bank Indonesia meluncurkan Kalkulator Hijau Versi 2 pada 15 Mei 2026 untuk mengukur emisi karbon secara kredibel.
  • Instrumen ini bertujuan meningkatkan akurasi pelaporan keberlanjutan serta memperkuat manajemen risiko iklim bagi sektor perbankan nasional.
  • Penggunaan alat tersebut mendukung target Net Zero Emission 2060 melalui integrasi pengukuran emisi dan pembiayaan hijau.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Kalkulator Hijau Versi 2. Hal ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat keuangan berkelanjutan guna menghadapi tantangan perubahan iklim.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa instrumen ini hadir untuk menyediakan data emisi karbon yang kredibel, terstandar, dan andal bagi pelaku usaha serta lembaga keuangan.

"Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi pelaporan keberlanjutan serta mendukung pengelolaan risiko iklim secara lebih berdampak bagi ketahanan ekonomi nasional," katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (15/5/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menekankan bahwa integrasi alat ini ke dalam manajemen risiko perbankan sangat krusial, karena pengendalian emisi hanya bisa dilakukan jika terdapat pengukuran yang tepat.

Dalam mendukung transisi ke arah ekonomi hijau, pemerintah juga telah mengorkestrasi APBN dengan menyediakan berbagai insentif pajak seperti tax allowance dan tax holiday.

"Langkah fiskal ini bertujuan untuk merangsang investasi pada sektor-sektor ramah lingkungan demi menjaga keselarasan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologi," jelasnya.

Ilustrasi rumah kaca atau greenhouse. (Unsplash/Carl Raw)
Ilustrasi rumah kaca atau greenhouse. (Unsplash/Carl Raw)

Dari sisi pengawasan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, mengingatkan bahwa risiko iklim memiliki keterkaitan erat dengan risiko finansial.

Oleh karena itu, perbankan didorong untuk mengintegrasikan pengukuran emisi ke dalam strategi bisnis mereka guna menciptakan sistem keuangan yang lebih tangguh.

Upaya ini sejalan dengan tren positif penyaluran kredit berkelanjutan yang terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Desember 2025, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) hijau mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 70,08 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Selain itu, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hijau juga terus berkembang dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) KKB hijau yang hanya sebesar 0,30 persen dan NPL KPR hijau sebesar 0,84 persen.

Bank Indonesia turut memberikan dukungan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan insentif maksimal 1 persen dari Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang aktif menyalurkan pembiayaan hijau.

Kalkulator Hijau Versi 2 kini hadir dengan metodologi yang lebih komprehensif dan selaras dengan standar internasional Greenhouse Gas (GHG) Protocol untuk mempercepat target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Berdasarkan survei BI terhadap 105 bank pada 2025, mayoritas perbankan nasional telah menggunakan alat ini sebagai referensi utama dalam menghitung emisi secara mandiri guna memperkuat pembiayaan hijau.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengembangan instrumen ini menegaskan komitmen kolektif Indonesia dalam mencapai target Second Nationally Determined Contribution 2035 dan menciptakan ekosistem ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:45 WIB

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:28 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 10:25 WIB

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

Terkini

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:10 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:09 WIB

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:05 WIB

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:00 WIB