Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
Laporan terbaru Gold Demand Trends Q1 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC) menyingkap fenomena menarik di pasar komoditas global. Meskipun volume permintaan emas dunia "hanya" tumbuh moderat sebesar 2% secara tahunan (y/y) menjadi 1.231 ton, nilai permintaannya justru meroket tajam sebesar 74% ke angka rekor fantastis yakni US$193 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Foto Pegaidaian.
  • Nilai Rekor US$193 Miliar: Nilai permintaan emas global melonjak 74% dipicu rekor harga tinggi.
  • Emas RI Naik 14%: Di tengah koreksi pasar saham, permintaan emas investasi di Indonesia melesat 47%.
  • Ekosistem ETF Syariah: OJK siapkan regulasi ETF emas fisik, bidik potensi besar pasar Syariah.

Suara.com - Laporan terbaru Gold Demand Trends Q1 2026 yang dirilis oleh World Gold Council (WGC) menyingkap fenomena menarik di pasar komoditas global. Meskipun volume permintaan emas dunia "hanya" tumbuh moderat sebesar 2% secara tahunan (y/y) menjadi 1.231 ton, nilai permintaannya justru meroket tajam sebesar 74% ke angka rekor fantastis yakni US$193 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

Lonjakan nilai ini dipicu oleh reli harga emas yang sempat menyentuh di atas US$5.400 per troy ons pada Januari lalu.

Ketidakpastian geopolitik dan bayang-bayang inflasi global sukses memikat investor ritel untuk memborong emas sebagai aset aman (safe-haven). Permintaan emas batangan dan koin global melesat 42% menjadi 474 ton, dipimpin oleh Tiongkok yang mencetak rekor sejarah dengan pembelian 207 ton (naik 67%).

Tren global ini terduplikasi kuat di Indonesia. Permintaan emas batangan dan koin di tanah air tumbuh pesat 47% (y/y). Ketika pasar saham domestik terkoreksi hingga 13% pada Q1 2026, harga emas dalam denominasi Rupiah justru tumbuh perkasa 14%.

Secara historis, emas terbukti menjadi juru selamat daya beli masyarakat Indonesia saat krisis, seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998. WGC bahkan menyimpulkan bahwa dengan menyisihkan 2,5% saja alokasi emas dalam portofolio, investor Indonesia dapat menekan risiko konsentrasi secara signifikan.

"Situasi geopolitik global terus mendorong investor menjadikan emas sebagai safe-haven. Di Indonesia, kepercayaan ini tidak hanya tercermin pada permintaan fisik, tetapi juga pada evolusi pasarnya," ujar Shaokai Fan, Head of Asia-Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, dalam media briefing pekan ini.

Tingginya harga emas membawa pergeseran perilaku konsumen. Volume permintaan perhiasan secara global merosot 23% (Indonesia turun 20%), karena konsumen beralih ke emas batangan dan koin yang murni berfungsi sebagai instrumen investasi.

Di sisi lain, Indonesia tengah bersiap menyambut era baru ETF (Exchange-Traded Fund) Emas Fisik dan bullion banking. Melalui peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap 2026–2031 dan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akses investasi emas akan semakin terbuka lebar. Produk ETF emas fisik ini dinilai sangat potensial bagi pasar Indonesia karena sifatnya yang berwujud (tangible) dan bebas bunga, sangat selaras dengan prinsip keuangan Syariah.

Sektor publik juga tidak mau kalah. Bank sentral dunia menambah 244 ton emas ke cadangan global mereka pada Q1 2026, di mana Bank Indonesia turut berkontribusi menambah 2 ton emas ke dalam cadangan devisanya.

Dari sisi pasokan, total produksi tambang dunia mencetak rekor baru untuk kuartal pertama. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu motor penggerak utama dengan lonjakan produksi tambang sebesar 19%, didorong oleh pulihnya kapasitas operasional di tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan (mill expansion).

Melihat volatilitas yang ada, Louise Street, Senior Markets Analyst WGC, memproyeksikan ketidakpastian geopolitik akan tetap menjadi bahan bakar utama yang menjaga tren bullish permintaan emas ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB