Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

M Nurhadi

Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah menetapkan cuti bersama pada 15 Mei 2026, menyebabkan Bursa Efek Indonesia libur selama empat hari berturut-turut.
  • IHSG merosot 1,98% ke posisi 6.723 pada 13 Mei 2026 akibat aksi jual masif terkait rebalancing indeks MSCI.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp17.600 per dolar AS memicu kekhawatiran kenaikan harga barang kebutuhan pokok masyarakat.

Suara.com - Pemerintah secara resmi menetapkan hari Jumat, 15 Mei 2026, sebagai hari cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus.

Kebijakan libur nasional dan cuti bersama ini berlaku secara menyeluruh bagi instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga pelaku di industri finansial, termasuk pasar modal dalam negeri.

Sementara, hari ini, Minggu 17 Mei 2026 adalah hari libur reguler. Bagi para pelaku pasar dan investor yang memantau aktivitas operasional di Bursa Efek Indonesia (BEI), perdagangan saham dipastikan sedang berhenti untuk sementara waktu.

Hari ini, Minggu (17/5/2026), aktivitas bursa masih dalam masa libur akhir pekan, mengakhiri rangkaian libur panjang (long weekend) yang berlangsung sejak pertengahan pekan.

Jadwal Operasional BEI Pasca Libur Panjang

Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis oleh otoritas bursa, BEI menghentikan sementara aktivitas perdagangan dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Penutupan tersebut berlanjut pada Jumat, 15 Mei 2026, sejalan dengan keputusan cuti bersama dari pemerintah.

Berhentinya aktivitas transaksi selama dua hari kerja berurutan ditambah libur akhir pekan membuat pasar saham domestik jeda selama empat hari penuh. Perdagangan saham di BEI dijadwalkan akan kembali dibuka normal pada Senin, 18 Mei 2026.

Bagi para investor yang bersiap melakukan transaksi esok hari, jadwal perdagangan saham akan dimulai sesuai regulasi biasa. Sesi I akan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Sesi II pada pukul 13.30 hingga 15.49 WIB.

IHSG Babak Belur Menjelang Jeda Libur

baca juga

Meskipun para pelaku pasar menikmati libur panjang, kondisi pasar saham domestik justru sedang diselimuti awan mendung. Tepat sebelum libur dimulai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sangat tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026).

IHSG mencatatkan penurunan drastis hingga 135 poin atau terkoreksi 1,98%, yang melemparkan indeks ke posisi 6.723. Angka penutupan ini menjadi catatan minor karena mencerminkan level terendah baru IHSG dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.

Koreksi dalam ini dipicu oleh kepanikan pasar setelah adanya keputusan rebalancing dari MSCI Global Standard Indexes. Penghapusan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big cap) dari indeks acuan internasional tersebut memicu aksi jual masif.

Beberapa saham yang menjadi motor utama pelemahan indeks antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatama Sentosa Tbk (DSSA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Tidak hanya itu, tekanan juga meluas ke saham-saham big cap lain seperti MORA, MLPT, dan AALI.

Ditinjau dari performa sektoral, sektor material dasar menjadi klaster yang paling menderita dengan kejatuhan mencapai 4,43%. Sektor infrastruktur mengekor di zona merah dengan penurunan 2,72%.

Sektor-sektor strategis lainnya seperti energi, teknologi, keuangan, serta konsumer baik primer maupun nonprimer juga kompak tertekan. Meski begitu, sektor transportasi berhasil melawan arus dengan melonjak signifikan sebesar 4,89%, ditemani sektor industri yang menguat 1,26%.

Aksi Jual Investor Asing Tembus Rp1,53 Triliun

Perubahan komposisi pada indeks MSCI terbukti memberikan dampak psikologis dan riil yang besar bagi pergerakan dana di pasar modal. Investor asing memanfaatkan momentum sebelum libur untuk menarik dana mereka dari bursa domestik secara masif.

Pada perdagangan Rabu (13/5), investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) yang sangat besar, mencapai Rp1,53 triliun di seluruh pasar Indonesia. Berikut adalah daftar saham-saham berkapitalisasi besar yang paling banyak dilepas oleh investor asing:

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Nilai jual bersih mencapai Rp273,55 miar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Nilai jual bersih mencapai Rp139,76 miar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Nilai jual bersih mencapai Rp134,73 miar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Nilai jual bersih mencapai Rp91,76 miar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Nilai jual bersih mencapai Rp85,88 miar.

Rupiah Melemah ke Rp17.600, Beban Biaya Hidup Mengancam

Kondisi pasar modal yang tertekan semakin diperparah oleh situasi di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencatatkan rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Hingga Jumat (15/5), kurs rupiah bertengger di level Rp17.600 per dolar AS.

Peta ekonomi makro ini memaksa masyarakat, khususnya kelas pekerja urban di kota-kota besar, untuk mulai bersiap mengencangkan ikat pinggang karena potensi kenaikan harga barang pokok sudah di depan mata.

Struktur ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap bahan baku impor, dengan porsi mencapai 70%.

Ketergantungan ini tersebar luas di sektor-sektor vital seperti industri kimia, elektronik, tekstil, obat-obatan, minyak dan gas, hingga industri kendaraan. Komoditas dan barang jadi dari sektor-sektor ini merupakan barang yang lazim ditemui di dalam laci, kamar, maupun dapur masyarakat sehari-hari.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya pengadaan bahan baku impor otomatis melonjak tajam karena transaksi internasional menggunakan mata uang dolar AS. Kondisi pelik ini diamini oleh Teuku Riefky, seorang peneliti makroekonomi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM FEB UI).

"Ini membuat cost of production (biaya produksi) produsen domestik menjadi semakin mahal," kata Teuku Riefky.

Menghadapi tekanan biaya produksi ini, dunia usaha dihadapkan pada dua pilihan sulit: menaikkan harga jual ke konsumen atau memotong margin keuntungan perusahaan.

Namun, realita di lapangan sering kali memperlihatkan bahwa produsen cenderung mengambil opsi menaikkan harga atau menerapkan strategi penghematan dengan mengurangi porsi produk (shrinkflation).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Nongkrong di Kafe Saat Rupiah Anjlok? Pikirkan Lagi, Ini Risikonya buat Anak Kos

Masih Nongkrong di Kafe Saat Rupiah Anjlok? Pikirkan Lagi, Ini Risikonya buat Anak Kos

Your Say | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:15 WIB

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:26 WIB

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:50 WIB

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:40 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Dianggap Mitos hingga Diakui Pahlawan Nasional: Siapakah Ratu Kalinyamat?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Daftar Harga HP itel Agustus 2026 Lengkap untuk Pemilih Gadget Murah

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Tahan Beli, Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp2,8 Juta/Gram Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Lewat Cara Ini Biaya Pembangunan Rumah Justru Lebih Murah

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Imbas Gempa NTT, Dua Lokasi Wisata di Manggarai Ditutup

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Guncang Lamongan Sound Fest 2026, SPL Audio Panen Transaksi hingga Terima Penghargaan Bupati

Jatim | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

4 Rekomendasi Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Prinsip Feng Shui, Mudah Dirawat

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta

Sumsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI,  BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:56 WIB

5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau

5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:50 WIB

×