- IHSG diprediksi melemah pada Senin (18/5/2026) dengan rentang level support 6.645 hingga resistance 6.840 menurut Kiwoom Sekuritas.
- Pasar dipengaruhi sentimen suku bunga BI sebesar 4,75 persen serta ketegangan geopolitik global yang memicu kenaikan harga minyak.
- Investor disarankan memperkuat manajemen risiko akibat fluktuasi nilai tukar rupiah dan potensi koreksi berkelanjutan di bursa efek Indonesia.
Ia menetapkan level support di angka 6.682 dan resistance pada level 6.789.
![Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/03/29216-ilustrasi-msci-dan-ihsg.jpg)
Menurut Herditya, ada tiga faktor utama yang memengaruhi pasar, yakni perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, tekanan jual atau outflow akibat rebalancing indeks MSCI, serta penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang masih menjadi perhatian utama investor.
Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati pergerakan saham DEWA (540-595), INDY (3.160-3.440), dan WIFI (2.460-2.710).
Menghadapi potensi fluktuasi ini, sangat penting bagi investor untuk memperkuat strategi investasi saham dan selalu memperbarui informasi mengenai sentimen pasar terkini.
Dengan memperhatikan manajemen risiko yang ketat, diharapkan investor dapat mengambil keputusan yang tepat di tengah dinamisnya kondisi bursa efek Indonesia saat ini.