Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 07:55 WIB
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok
Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). [Antara].
  • IHSG merosot 1,98 persen pekan lalu dengan aksi jual investor asing mencapai Rp1,35 triliun pada saham perbankan.
  • Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kepanikan di Wall Street serta bursa Asia dan menekan pasar domestik.
  • Investor disarankan menerapkan manajemen risiko ketat serta mencermati sektor energi sebagai langkah antisipasi terhadap volatilitas pasar saat ini.

Suara.com - Investor patut meningkatkan kewaspadaan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu merosot cukup dalam sebesar 1,98 persen, dibarengi dengan aksi angkat kaki investor asing (net foreign sell) senilai fantastis, yakni mencapai Rp1.35 triliun.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA, serta emiten komoditas AMMN dan ANTM menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal internasional.

Kombinasi antara pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dan memburuknya sentimen eksternal diperkirakan akan menjadi beban berat bagi pergerakan indeks hari ini.

Pelaku pasar kini cenderung bersikap defensif melihat eskalasi risiko di tingkat global yang terus meningkat.

Tekanan utama yang membayangi pasar domestik berasal dari ambruknya bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones merosot 1,07 persen, S&P 500 melemah 1,24 persen, dan indeks padat teknologi Nasdaq terkoreksi paling tajam hingga 1,54 persen.

Kepanikan di bursa New York dipicu oleh pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Pernyataan kedua tokoh tersebut memicu keraguan besar atas keberlanjutan proses gencatan senjata. Investor khawatir gangguan geopolitik di Selat Hormuz—jalur logistik energi paling strategis di dunia—akan memotong pasokan minyak global dan memicu lonjakan inflasi baru.

Kondisi ini diperparah oleh sentimen domestik AS seiring berakhirnya masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Suksesornya, Kevin Warsh, diprediksi akan menghadapi tekanan berat untuk kembali mengerek suku bunga acuan apabila inflasi global kembali meroket akibat konflik Timur Tengah.

Imbasnya, saham-saham semikonduktor raksasa dunia bertumbangan; NVIDIA anjlok 4,4 persen, AMD turun 5,7 persen, dan Intel merosot 6,2 persen.

Bursa Asia Berguguran, Saham Teknologi Korsel Anjlok

Kekhawatiran yang sama menjalar cepat ke kawasan Asia pada hari Jumat lalu, memicu aksi jual massal yang membuat bursa regional memerah.

Indeks Kospi Korea Selatan menjadi yang paling menderita dengan kejatuhan lebih dari 6 persen, dipimpin oleh rontoknya saham Samsung Electronics sebesar 8,6 persen dan SK Hynix yang terpangkas 7,7 persen.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang juga tergelincir 1,99 persen, diikuti Hang Seng Hong Kong yang melemah 1,62 persen, dan ASX 200 Australia yang turun tipis 0,11 persen.

Di tengah situasi yang memanas, pasar sedikit mendapat angin segar dari kabar bahwa Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah mencapai kesepahaman untuk menolak kepemilikan senjata nuklir oleh Iran serta berkomitmen menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi perdagangan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Bocoran Tanggal Pre-Order GTA 6 Beredar, Saham Take-Two Langsung Melesat

Tekno | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:26 WIB

Terkini

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:46 WIB

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB