Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
IHSG masih melemah karena Rupiah ambruk. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Indeks Harga Saham Gabungan melemah 1,85 persen ke level 6.599 pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026.
  • Pelemahan dipicu sentimen negatif global, ketegangan Amerika Serikat-Iran, serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
  • Tekanan rupiah memicu spekulasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang berdampak pada penurunan minat investor saham domestik.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup sesuai prediksi melemah hingga akhir perdagangan, Senin, 18 Mei 2026. IHSG ditutup turun 1,85 persen ke level 6.599.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG ini di tengah tekanan sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 1,85 persen ke level 6.599,24.

Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan mayoritas indeks saham global serta depresiasi rupiah menjadi sentimen negatif utama bagi pasar domestik di tengah minimnya katalis positif.

"Mayoritas indeks di bursa Asia bergerak melemah (18/5), akibat kekhawatiran akan meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran," tulis Phintraco dalam risetnya.

Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
IHSG masih melemah karena Rupiah ambruk. [Suara.com/Alfian Winanto]

Pasar juga dibayangi kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali memicu kecemasan terhadap potensi lonjakan inflasi global.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.

Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi tekanan tambahan bagi pergerakan IHSG.

Pada perdagangan Senin, rupiah ditutup melemah 0,4 persen ke level Rp 17.668 per dolar AS. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah.

Phintraco menilai tekanan terhadap rupiah memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpeluang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate pada pertemuan yang digelar Selasa-Rabu pekan ini.

"Tekanan terhadap Rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan di hari Selasa-Rabu pekan ini (19-20/5)," tulis Phintraco.

Kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga dinilai dapat menekan minat investor terhadap pasar saham karena biaya dana menjadi lebih mahal.

Pelemahan IHSG hari ini juga sejalan dengan tekanan yang terjadi di sejumlah bursa Asia akibat meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter bank sentral.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 29,89 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,70 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,54 juta kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB