Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:36 WIB
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat adanya dana nganggur atau undisbursed loan perbankan sebesar Rp2.551,42 triliun hingga Mei 2026.
  • Penyaluran kredit perbankan nasional pada April 2026 tumbuh positif sebesar 9,98 persen yang didorong sektor investasi.
  • Industri perbankan dinilai tangguh dengan likuiditas memadai serta rasio kecukupan modal mencapai 25,09 persen pada Maret 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat masih ada dana nganggur yang belum digunakan oleh perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) masih sangat besar. Adapun total yang belum digunakan mencapai Rp2.551, triliun.

"Ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) mencapai Rp2.551,42 triliun atau setara dengan 22,57 persen dari total plafon kredit yang tersedia," katanya dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (20/5/2026).

Namun, dia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Adapun, penyaluran kredit perbankan terus memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian signifikan pada April 2026 yang tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 yang tercatat sebesar 9,49 persen secara tahunan," bebernya.

Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Novian)

Tren positif pertumbuhan kredit ini didorong oleh peningkatan di berbagai kelompok penggunaan sektor usaha.

Secara rinci, kredit investasi mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 19,48 persen secara tahunan, disusul oleh kredit konsumsi yang tumbuh 6,13 persen, serta kredit modal kerja yang meningkat sebesar 6,04 persen pada April 2026.

Selain itu, kapasitas pembiayaan perbankan juga dinilai sangat memadai. Hal ini tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 25,39 persen.

baca juga

Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 11,39 persen secara tahunan pada April 2026.

Dari sisi biaya pinjaman, efisiensi suku bunga perbankan terus ditingkatkan untuk merangsang ekonomi. Pada April 2026, rata-rata suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen, sementara suku bunga deposito untuk jangka waktu satu bulan berada di level 4,16 persen.

Di tengah situasi geopolitik global, ketahanan perbankan nasional dilaporkan tetap kuat dalam memitigasi risiko dampak perang di Timur Tengah.

Kondisi ini ditandai dengan likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan tinggi, dan risiko kredit yang tetap rendah.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Maret 2026 berada di level 25,09 persen, yang sangat tangguh dalam menyerap risiko.

Sementara itu, risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat juga terjaga rendah, yakni sebesar 2,14 persen (bruto) dan 0,83 persen (neto) pada Maret 2026.

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa industri perbankan tetap kokoh menghadapi berbagai risiko rambatan global berkat kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga dengan baik.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta bersinergi dengan Pemerintah dan KSSK guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong penyaluran kredit yang lebih luas bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×