Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:36 WIB
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
  • Bank Indonesia mencatat adanya dana nganggur atau undisbursed loan perbankan sebesar Rp2.551,42 triliun hingga Mei 2026.
  • Penyaluran kredit perbankan nasional pada April 2026 tumbuh positif sebesar 9,98 persen yang didorong sektor investasi.
  • Industri perbankan dinilai tangguh dengan likuiditas memadai serta rasio kecukupan modal mencapai 25,09 persen pada Maret 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat masih ada dana nganggur yang belum digunakan oleh perbankan.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) masih sangat besar. Adapun total yang belum digunakan mencapai Rp2.551, triliun.

"Ketersediaan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) mencapai Rp2.551,42 triliun atau setara dengan 22,57 persen dari total plafon kredit yang tersedia," katanya dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (20/5/2026).

Namun, dia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Adapun, penyaluran kredit perbankan terus memperkuat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan capaian signifikan pada April 2026 yang tumbuh sebesar 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2026 yang tercatat sebesar 9,49 persen secara tahunan," bebernya.

Gubernur BI Perry Warjiyo tiba di Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Suara.com/Novian)

Tren positif pertumbuhan kredit ini didorong oleh peningkatan di berbagai kelompok penggunaan sektor usaha.

Secara rinci, kredit investasi mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 19,48 persen secara tahunan, disusul oleh kredit konsumsi yang tumbuh 6,13 persen, serta kredit modal kerja yang meningkat sebesar 6,04 persen pada April 2026.

Selain itu, kapasitas pembiayaan perbankan juga dinilai sangat memadai. Hal ini tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang berada di level 25,39 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) sendiri masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 11,39 persen secara tahunan pada April 2026.

Dari sisi biaya pinjaman, efisiensi suku bunga perbankan terus ditingkatkan untuk merangsang ekonomi. Pada April 2026, rata-rata suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73 persen, sementara suku bunga deposito untuk jangka waktu satu bulan berada di level 4,16 persen.

Di tengah situasi geopolitik global, ketahanan perbankan nasional dilaporkan tetap kuat dalam memitigasi risiko dampak perang di Timur Tengah.

Kondisi ini ditandai dengan likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan tinggi, dan risiko kredit yang tetap rendah.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Maret 2026 berada di level 25,09 persen, yang sangat tangguh dalam menyerap risiko.

Sementara itu, risiko kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat juga terjaga rendah, yakni sebesar 2,14 persen (bruto) dan 0,83 persen (neto) pada Maret 2026.

Hasil stress test yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa industri perbankan tetap kokoh menghadapi berbagai risiko rambatan global berkat kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga dengan baik.

Sebagai langkah antisipatif, Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta bersinergi dengan Pemerintah dan KSSK guna menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong penyaluran kredit yang lebih luas bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

BINA Terus Perkuat Ekosistem Salim Group

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:27 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:21 WIB

Terkini

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Prabowo Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi, Sosok Petingginya Pernah Dipenjara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:26 WIB

DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?

DSI Ambil Alih Ekspor Komoditas, Rantai Pasok Nasional Bakal Berubah Total?

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:08 WIB

Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia

Danantara Yakin PT DSI Bisa Pulangkan Devisa Komoditas ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:05 WIB

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB