Panasonic GOBEL kembali menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “ART with HEART” sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui seni. Kegiatan yang berlangsung di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan (21-24/5/2026) ini menjadi tahun ketiga penyelenggaraan program.
Suara.com - Mengusung tema “KAMI”, pameran dikurasi Ina Silas dan menghadirkan kolaborasi antara 18 seniman senior dengan 20 seniman difabel. Dari kolaborasi itu, lahir 70 karya seni yang dipamerkan kepada publik melalui medium lukis, patung, hingga instalasi.

M. Arif Rachmat Gobel menyatakan tema “KAMI” memiliki makna yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan pertumbuhan bersama. Menurutnya, kata ini juga memiliki arti spirit atau jiwa dalam Bahasa Jepang.
“Temanya adalah ‘KAMI’, kalau Bahasa Jepang artinya spirit atau jiwa. Ini adalah contoh daripada apa yang merepresentasikan kita yaitu semangat untuk tumbuh bersama dan juga keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkembang,” ujar Arif dalam pembukaan acara, Kamis (21/5/2026).
Ia menegaskan bahwa inklusivitas tidak hanya soal memberikan bantuan, namun membuka akses dan menciptakan ruang agar setiap individu dapat berkembang bersama.
“Bagi kami di Panasonic GOBEL, inklusivitas bukan sekadar memberi bantuan, tapi juga memberi akses, membangun kesempatan, dan juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan orang bisa berkembang bersama,” lanjutnya.
Arif berharap semangat “KAMI” dapat terus hidup tidak hanya dalam program “ART with HEART”, namun di tengah masyarakat luas.
“Semoga semangat KAMI bisa terus hidup tidak hanya di ART with HEART tapi di kita semua,” tandasnya.

Kurator “ART with HEART” 2026, Ina Silas menjelaskan bahwa pameran ini menjadi ruang kolaborasi lintas pengalaman dan kemampuan bagi para seniman. Ia menyebut karya yang ditampilkan lahir dari semangat kebersamaan dan refleksi kehidupan sosial.
“Ada 18 seniman senior dan 20 seniman difabel yang berpartisipasi dan menghasilkan 70 karya yang dapat kita nikmati malam hari ini,” kata Ina Silas.
Ia juga mengapresiasi Panasonic GOBEL yang dinilai konsisten mendorong eksistensi seniman difabel di dunia seni rupa Indonesia.
“Terima kasih kepada Panasonic-GOBEL yang telah menjadi inisiator menggerakkan teman-teman seniman difabel untuk mereka eksis di dalam dunia seni rupa Indonesia,” imbuhnya.
Program “ART with HEART” pertama kali diluncurkan pada 2023 sebagai wadah memperkenalkan karya seniman difabel melalui kolaborasi dengan seniman ternama Indonesia. Memasuki tahun ketiga, Panasonic GOBEL menghadirkan dua aktivitas utama, yakni business matching antara korporasi dengan seniman difabel serta charity sale karya seni hasil kolaborasi.
Selain pameran seni, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas interaktif seperti melukis totebag yang menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan. Pameran berlangsung setiap hari mulai pukul 10.00 - 22.00 WIB di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan