Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB
Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah
Ilustrasi memilih SBN. (Dibuat dengan Chat GPT)
  • SBN adalah instrumen investasi aman yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN.
  • Investor dapat memilih jenis SBN konvensional atau syariah.
  • Pemula disarankan menentukan tujuan keuangan, memperhatikan masa tenor, dan memilih mitra distribusi yang tepat untuk memulai investasi.

Suara.com - Di tengah fluktuasi pasar modal yang tidak menentu, banyak investor pemula mulai melirik berbagai instrumen investasi. Salah satunya adalah Surat Berharga Negara (SBN).

Bagi Anda yang baru terjun ke dunia investasi, SBN sering kali disebut sebagai "instrumen investasi paling aman" karena pokok dan kuponnya dijamin langsung oleh undang-undang dan dibayar oleh negara.

Namun dengan berbagai jenis yang ditawarkan, bagaimana cara memilih SBN untuk pemula yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda?

Mari kita bedah secara mendalam langkah-langkah dan strategi memilih SBN agar investasi Anda maksimal.

Apa Itu SBN dan Mengapa Cocok untuk Pemula?

Surat Berharga Negara (SBN) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia untuk membiayai APBN.

Dengan membeli SBN, artinya Anda meminjamkan uang kepada negara. Sebagai gantinya, negara akan memberikan imbal hasil berupa bunga (disebut kupon) setiap bulannya serta mengembalikan modal Anda secara utuh saat jatuh tempo.

Ada tiga alasan utama mengapa SBN sangat direkomendasikan untuk pemula:

1. Risiko Gagal Bayar Nol Persen: Dijamin oleh UU APBN.
2. Pajak Lebih Rendah: Pajak obligasi hanya 10%, lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang mencapai 20%.
3. Modal Terjangkau: Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp1 juta saja.

Mengenal Jenis-Jenis SBN Ritel

Sebelum memutuskan, Anda harus tahu bahwa SBN Ritel terbagi menjadi dua kategori besar berdasarkan prinsipnya: Konvensional dan Syariah.

1. SBN Konvensional

ORI (Obligasi Negara Ritel): Memiliki kupon tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo dan bersifat tradable (bisa diperjualbelikan di pasar sekunder).

SBR (Savings Bond Ritel): Memiliki kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor) dan tidak bisa diperjualbelikan, namun memiliki fasilitas early redemption (pencairan awal).

2. SBN Syariah (SBSN)

SR (Sukuk Ritel): Versi syariah dari ORI. Bersifat tradable dan memiliki kupon tetap.

ST (Sukuk Tabungan): Versi syariah dari SBR. Tidak bisa diperjualbelikan namun memiliki fitur floating with floor dan early redemption.

Cara Memilih SBN untuk Pemula: 4 Langkah Strategis

Agar tidak salah langkah, berikut adalah panduan praktis dalam menentukan pilihan SBN Anda:

1. Tentukan Tujuan: Likuiditas atau Pendapatan Tetap?

Jika Anda merasa sewaktu-waktu membutuhkan uang tersebut sebelum jatuh tempo (3 tahun), pilihlah tipe Tradable seperti ORI atau SR.

Anda bisa menjualnya kembali melalui mitra distribusi sebelum masa tenor berakhir.

Namun, jika Anda memiliki dana "nganggur" yang memang dialokasikan untuk jangka panjang, tipe Non-Tradable seperti SBR atau ST bisa menjadi pilihan karena biasanya menawarkan skema kupon yang lebih dinamis.

2. Pahami Skema Kupon (Bunga)

Ini adalah poin krusial dalam cara memilih SBN untuk pemula.

Fixed Rate (ORI & SR): Jika Anda ingin kepastian hasil yang tetap setiap bulan meski suku bunga bank turun, pilihlah ini.

Floating with Floor (SBR & ST): Jika Anda memprediksi suku bunga akan naik di masa depan, pilihlah tipe ini. Kupon Anda akan ikut naik jika suku bunga acuan BI naik, namun tidak akan turun melampaui batas minimal (floor) yang sudah ditetapkan di awal.

3. Cek Masa Tenor

Pemerintah kini sering merilis SBN dengan dua pilihan tenor, misalnya tenor 2 tahun (T2) dan tenor 4 tahun (T4).

Untuk pemula, tenor yang lebih pendek (2 tahun) biasanya lebih disukai karena memberikan fleksibilitas perputaran modal yang lebih cepat.

4. Pilih Mitra Distribusi (Midis) yang Nyaman

Saat ini, membeli SBN sangat mudah. Anda bisa menggunakan aplikasi perbankan, perusahaan sekuritas, hingga platform fintech APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana).

Pilihlah platform yang memiliki antarmuka (UI) yang mudah dipahami dan proses pendaftaran yang cepat secara online.

SBN bisa menjadi instrumen yang sempurna bagi Anda yang ingin beralih dari sekadar menabung menjadi berinvestasi.

Dengan memahami cara memilih SBN untuk pemula di atas, Anda bisa membangun portofolio keuangan yang kokoh dan minim risiko.

Kuncinya pantau terus jadwal penerbitan SBN di situs resmi Kemenkeu atau aplikasi investasi favorit Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Modal Mulai Rp1 Juta, Inilah Cara Mudah Beli Sukuk ST016 Langsung dari BRImo

Modal Mulai Rp1 Juta, Inilah Cara Mudah Beli Sukuk ST016 Langsung dari BRImo

Bri | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:49 WIB

Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing

Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 08:00 WIB

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:38 WIB

Terkini

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:11 WIB

Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG

Begini Cara Emiten TAPG Perkuat Aspek ESG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:02 WIB

Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah

Tak Hanya Pertamina, Pemerintah Justru Bolehkan Lemigas Impor Minyak Mentah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:52 WIB

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Emiten-emiten Konglomerat Mulai Komentar Soal Ekspor Satu Pintu Lewat DSI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:10 WIB

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:29 WIB

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:20 WIB

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:12 WIB

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:28 WIB