- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.716 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 di Jakarta.
- Pelemahan terjadi akibat defisit transaksi berjalan Indonesia yang membengkak hingga mencapai 4 miliar dolar AS pada triwulan pertama.
- Meski terjadi tekanan pada neraca pembayaran, Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa tetap aman di level 148,2 miliar dolar AS.
Di tengah gejolak pasar keuangan global, investasi langsung ke Indonesia masih mencatat surplus. Hal ini disebut menjadi sinyal bahwa investor asing masih percaya terhadap prospek ekonomi nasional dan iklim investasi domestik.
Namun, BI mengakui ketidakpastian global tetap menjadi ancaman besar terhadap ketahanan eksternal Indonesia ke depan. Karena itu, bank sentral bersama pemerintah akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
BI memperkirakan defisit transaksi berjalan sepanjang 2026 masih berada dalam level aman, yakni di kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).