Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang

M Nurhadi

Kamis, 09 Juli 2026 | 13:10 WIB
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Militer AS meluncurkan serangan udara ke Iran pada Rabu untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
  • Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Kuwait serta Bahrain sebagai balasan.
  • Konflik memicu ketegangan geopolitik, ancaman perubahan doktrin nuklir Iran, dan kenaikan harga minyak mentah di pasar global.

Suara.com - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali membara setelah militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran pada Rabu waktu setempat. Langkah ini diklaim Pentagon guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur pelayaran internasional.

Namun, serangan tersebut langsung memicu aksi balasan dari Iran yang menyasar Kuwait dan Bahrain, sekaligus mengancam keberlanjutan upaya perdamaian kedua negara.

Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan tambahan ini merupakan respons langsung terhadap hantaman Iran terhadap tiga kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa.

"Pasukan CENTCOM mulai melakukan serangan tambahan terhadap Iran untuk menekan kemampuan mereka dalam mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz," tulis pernyataan resmi CENTCOM melalui platform X. AS menegaskan bahwa Teheran harus bertanggung jawab atas agresi yang mengancam keselamatan kru sipil di jalur air vital tersebut.

Gencatan Senjata Berada di Ujung Tanduk

Eskalasi militer ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (memorandum of understanding) mengenai gencatan senjata interim dengan Iran, yang ditandatangani pada 17 Juni lalu, dianggap telah "berakhir".

"Bagi saya, saya pikir itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," ujar Trump menjelang KTT NATO di Turki. Kendati demikian, Trump memprediksi konflik ini tidak akan meluas menjadi perang skala penuh dan meyakini situasi akan selesai dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Iran merespons keras tindakan AS. Negosiator senior Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam terhadap intimidasi Washington.

"AS belum belajar bahwa intimidasi dan pelanggaran komitmen kini ada harganya. Jika Anda menyerang, Anda akan diserang balik. Selat Hormuz hanya akan dibuka di bawah pengaturan Iran, bukan lewat ancaman AS," tegas Qalibaf melalui akun X pribadinya.

baca juga

Kota-Kota Pelabuhan Iran Luluh Lantak, Hubungan Regional Menegang

Laporan media lokal Iran menyebutkan serangan udara AS menghantam sejumlah titik strategis di sepanjang pantai selatan, mulai dari Selat Hormuz hingga Teluk Oman.

Kota Bandar Abbas—yang menjadi markas pelabuhan terbesar Iran serta fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC)—menjadi salah satu target utama. Serangan juga melumpuhkan jaringan listrik di kota Chabahar dan merusak menara pengawas lalu lintas maritim setempat.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone hari kedua ke Kuwait dan Bahrain, dua negara Teluk yang menjadi markas bagi pangkalan militer AS. Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan berhasil mencegat sejumlah proyektil, sementara Qatar sempat mengeluarkan status peringatan keamanan tinggi sebelum akhirnya mencabut status tersebut.

Menanggapi situasi ini, parlemen Iran kini tengah mempertimbangkan langkah retaliasi ekstrem, termasuk opsi keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), mengubah doktrin nuklir mereka, hingga menutup Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah. Iran juga telah melayangkan surat protes resmi ke Dewan Keamanan PBB atas pelanggaran piagam internasional oleh AS.

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia, di mana seperlima pasokan minyak mentah global melintas di jalur ini sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Eskalasi terbaru ini langsung memicu reaksi spontan pada pasar komoditas. Harga minyak mentah berjangka jenis Brent sempat merangkak naik sekitar 1% ke level $78,80 per barel tak lama setelah serangan terjadi.

Hingga saat ini, pergerakan harga minyak dunia di pasar spot terpantau bergerak dinamis, dengan minyak mentah global berada di kisaran 73 USD per barel, sementara jenis Brent stabil bertahan di area 77 USD per barel.

Meski mengalami kenaikan akibat sentimen perang, harga tersebut dinilai pengamat masih jauh di bawah level puncak pada April lalu yang sempat menembus angka 120 USD per barel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:44 WIB

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 06:57 WIB

Usai Hadiri Pemakaman Khamenei, Delegasi Indonesia Dijadwalkan Bertemu Pejabat Iran

Usai Hadiri Pemakaman Khamenei, Delegasi Indonesia Dijadwalkan Bertemu Pejabat Iran

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:58 WIB

Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno

Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:27 WIB

Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis

Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis

Bola | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:32 WIB

Terkini

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:52 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:35 WIB

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:27 WIB

BRI Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Peran Strategis Agen BRILink

BRI Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Peran Strategis Agen BRILink

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi

Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:01 WIB

×