Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
baca 10 detik
  • IHSG terkoreksi 0,56 persen ke level 6.127,3 selama periode perdagangan 25 hingga 29 Mei 2026 di BEI.
  • Nilai kapitalisasi pasar BEI meningkat sebesar Rp94 triliun meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih cukup besar.
  • Jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh pesat mencapai 20,32 juta SID, namun literasi keuangan investor ritel masih rendah.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa yang kurang menggembirakan sepanjang periode perdagangan sepekan terakhir.

Indeks saham acuan domestik tersebut terpantau mengalami koreksi sebesar 0,56 persen, membuat posisinya bertengger di level 6.127,3 dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.162.

Meski pergerakan indeks utama melemah, nilai kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru bergerak berlawanan arah dengan membukukan kenaikan sebesar 0,88 persen.

Nilai aset emiten di bursa meningkat menjadi Rp10.729 triliun dari posisi pekan lalu yang sebesar Rp10.635 triliun, atau mengalami penebalan hingga Rp94 triliun.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data transaksi pada linimasa 25 hingga 29 Mei 2026, rapor perdagangan saham menunjukkan tren yang bervariasi.

“Peningkatan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian pekan ini, yaitu sebesar 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari Rp 21,77 triliun pada pekan sebelumnya,” jelas Kautsar dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026).

Sebaliknya, volume perdagangan harian di lantai bursa justru merosot tajam sebesar 15,6 persen, menyusut menjadi 30,95 miliar lembar saham dari capaian pekan lalu yang menembus 36,67 miliar saham.

Penurunan juga membayangi frekuensi transaksi harian yang terpangkas 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,37 juta kali.

Kondisi bursa kian ditekankan oleh aksi lepas aset oleh pemodal internasional. Pada perdagangan Jumat akhir pekan, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp8,519 triliun.

baca juga

Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, total dana asing yang keluar dari pasar saham domestik telah menyentuh angka Rp53,971 triliun.

Terlepas dari fluktuasi jangka pendek di pasar sekunder, basis partisipasi masyarakat dalam ekosistem keuangan menunjukkan pertumbuhan masif.

Berdasarkan data per akhir Desember 2025, jumlah investor pasar modal konvensional berhasil menembus angka 20,32 juta Single Investor Identification (SID), alias melesat 37 persen secara tahunan. P

rofil investor ini tersebar di berbagai instrumen mulai dari saham, reksa dana, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Khusus pada klaster instrumen saham, jumlah SID aktif tercatat mencapai 8,59 juta akun.

Fenomena pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di pasar modal formal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah pemodal di sektor aset digital atau kripto telah mencapai 20,19 juta orang pada periode yang sama.

Demografi pasar saat ini sangat didominasi oleh generasi muda, di mana lebih dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun, dan 25 persen lainnya berada di rentang usia 31 hingga 40 tahun. Kehadiran platform investasi berbasis aplikasi seluler serta maraknya konten edukasi di media sosial menjadi motor utama ledakan jumlah investor baru ini.

Meskipun pertumbuhan angka ini terlihat menggembirakan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa tingkat penetrasi akun investasi baru mencakup sekitar 7 persen dari total populasi penduduk Indonesia yang berada di angka 286,6 juta jiwa. Rasio ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Namun, persoalan fundamental yang kini dihadapi industri keuangan bukan lagi soal kuantitas, melainkan kualitas pengetahuan masyarakat saat mengeksekusi keputusan transaksi.

Di pasar saham, kelompok investor ritel yang benar-benar menguasai teknik analisis fundamental diperkirakan kurang dari 15 persen. Mayoritas investor cenderung lebih menyukai analisis teknikal karena visualisasinya yang mudah dipahami secara praktis.

Sayangnya, popularitas penggunaan indikator teknikal seperti moving average maupun Relative Strength Index (RSI) sering kali tidak dibarengi dengan pemahaman manajemen risiko yang solid. Kondisi ini melahirkan rasa percaya diri semu yang justru memperbesar potensi kerugian modal.

Lebih dari separuh pemodal pemula masuk ke ekosistem pasar akibat pengaruh dari luar. Pola pengambilan keputusan kerap didasari oleh rekomendasi tidak resmi di grup pesan singkat WhatsApp, ulasan durasi pendek di TikTok, hingga topik yang sedang tren di media sosial X.

Minimnya analisis mandiri terhadap laporan keuangan membuat kelompok investor instan ini menjadi pihak yang paling rentan mengalami kepanikan (panic selling) saat arah pasar mendadak berbalik turun.

Akar dari komplikasi psikologis investor baru ini sebenarnya bukan pada ketiadaan niat baik untuk mengembangkan aset, melainkan adanya urutan proses yang terbalik.

Banyak anak muda yang terjun dan menyetor modal terlebih dahulu ke aplikasi trading, sementara fondasi pengetahuan baru dibangun belakangan ketika sudah menderita kerugian besar.

Kemudahan registrasi digital memang berhasil mendokrak inklusi keuangan secara nasional. Namun, tanpa adanya akselerasi edukasi yang seimbang, kemudahan akses ini berisiko menjadi jebakan kerugian finansial massal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:50 WIB

Terkini

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:56 WIB

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu

Malang | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:48 WIB

Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?

Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:45 WIB

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB

Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron

Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:42 WIB

Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini

Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini

Kaltim | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:41 WIB

Mantri BRI di Sumatera Utara Ini Tak Gentar Lumpur dan Sinyal Demi Majukan UMKM Desa

Mantri BRI di Sumatera Utara Ini Tak Gentar Lumpur dan Sinyal Demi Majukan UMKM Desa

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:35 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2.633.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2.633.000/Gram

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:34 WIB

Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas

Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas

Kalbar | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:31 WIB

×