Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
ARSIP-Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG pada Selasa (2/6/2026) diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan menguat dalam rentang level 6.060 hingga 6.209.
  • Pelaku pasar perlu mencermati konflik Timur Tengah, data inflasi Mei 2026, dan kebijakan DHE SDA yang memengaruhi pasar.
  • Kondisi jenuh beli dan ketidakpastian ekonomi global memicu investor untuk bersikap lebih selektif dalam menentukan strategi investasi.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (2/6/2026) diperkirakan bakal bergerak variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat dalam rentang yang terbatas.

Kendati ada peluang penguatan, para pelaku pasar diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah hingga rilis data makroekonomi nasional.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan bahwa indeks saham gabungan hari ini akan bergerak pada kisaran level support 6.060 dan resistance 6.209.

Berdasarkan indikator teknikal Moving Average Convergence Divergence (MACD), tren akselerasi pasar saat ini mulai memperlihatkan tanda-tanda jenuh beli sehingga ruang kenaikan menjadi cukup ketat.

"IHSG, inflasi Indonesia, nilai tukar rupiah, dan konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang dipantau investor dalam menentukan strategi investasi jangka pendek," urai Audi ketika dihubungi Redaksi, Selasa (2/6/2026).

Sentimen Geopolitik dan Potensi Blokade Selat Hormuz

Menurut analisis Kiwoom Sekuritas, fluktuasi pasar modal hari ini akan sangat dipengaruhi oleh dinamika indeks global, angka inflasi Mei 2026, serta kinerja PMI manufaktur nasional di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.

Ada dua sentimen utama yang berpotensi menjadi motor penggerak pasar. Dari panggung global, ketegangan geopolitik kembali memanas setelah media resmi Iran melaporkan bahwa pihak Teheran mengambil langkah sepihak untuk menghentikan total komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat (AS).

"Kondisi tersebut memicu kembali spekulasi mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang dapat menekan sentimen pasar global," tambahnya.

Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada publikasi data inflasi periode Mei 2026 yang diproyeksikan tumbuh di angka 3,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di sisi lain, indeks PMI Manufaktur Indonesia diperkirakan masih tertahan di zona kontraksi pada level 49,5.

Kedua indikator fundamental tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan psikologis terhadap pasar, terlebih saat posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menunjukkan tren pelemahan.

Untuk strategi perdagangan taktis harian, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi saham sebagai berikut:

  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG): Rekomendasi speculative buy dengan area support di 1.470 dan target resistance di 1.590.
  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET): Rekomendasi speculative buy dengan batas support di 210 dan ruang resistance di 272.

MNC Sekuritas Ingatkan Risiko Koreksi Lanjutan

Pandangan yang sedikit lebih konservatif datang dari Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana. Ia menilai IHSG justru masih rawan terkena aksi ambil untung yang memicu koreksi kelanjutan. Herditya memperkirakan titik aman support indeks berada pada level 6.071 dengan batas jenuh resistance di 6.161.

Menurut evaluasi Herditya, para manajer investasi dan investor ritel akan sangat mencermati implementasi tahap awal kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) selain memantau data inflasi dan isu Timur Tengah. Kebijakan DHE tersebut diprediksi memengaruhi peta likuiditas valuta asing di dalam negeri.

Menghadapi banyaknya variabel ketidakpastian ini, pergerakan investor di lantai bursa diperkirakan akan jauh lebih selektif dalam mengoleksi saham sektoran.

"Prospek IHSG, data inflasi Indonesia, kebijakan DHE SDA, nilai tukar rupiah, dan perkembangan konflik Timur Tengah diprediksi tetap menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan pasar saham Indonesia dalam jangka pendek," pungkas Herditya.

Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan. Seluruh ulasan pasar dan rekomendasi saham dari analis dalam artikel ini bersifat informasi dan referensi edukasi, bukan perintah mutlak untuk membeli atau menjual aset finansial tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Terkini

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:52 WIB

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:35 WIB

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB