Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 08:04 WIB
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
  • Pemerintah Iran pada 1 Juni 2026 resmi menghentikan jalur komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat melalui pihak ketiga.
  • Teheran mengancam memblokade Selat Hormuz sebagai balasan atas operasi militer Israel dan kegagalan gencatan senjata di Libanon.
  • Dampak ancaman tersebut menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga lebih dari tujuh persen di pasar global.

Suara.com - Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali berada dalam titik kritis. Pemerintah Iran melalui utusan diplomasinya mengumumkan bakal menghentikan total pertukaran pesan dengan Amerika Serikat (AS) yang selama ini dijembatani oleh pihak ketiga.

Tidak hanya itu, Teheran mengancam akan menutup secara penuh Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan oleh Israel dan AS.

Pernyataan keras tersebut disiarkan oleh media afiliasi resmi pemerintah Iran, Tasnim, pada Senin (1/6/2026) waktu setempat.

Laporan tersebut menyoroti agresivitas operasi militer Israel di Libanon yang ditekankan pada kelompok milisi Hizbullah sokongan Teheran.

"Tidak akan ada dialog apa pun yang terjadi sampai Israel menarik penuh pasukannya dari wilayah pendudukan di Libanon dan menghentikan seluruh serangan, baik di Libanon maupun di Gaza," tegas laporan resmi Tasnim.

Lebih lanjut, pihak Tasnim menyatakan bahwa front perlawanan bersama Iran telah membulatkan tekad untuk memblokade total Selat Hormuz serta mengaktifkan perlawanan di front lain, termasuk Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah, guna memberikan efek jera bagi Israel dan para sekutunya.

Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Pengumuman sepihak dari Teheran ini langsung mengirimkan gelombang kejut ke pasar komoditas global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam hingga lebih dari 7% sesaat setelah laporan Tasnim dirilis.

Lonjakan ini merefleksikan kepanikan investor atas potensi mandeknya pasokan energi global, sekaligus sinyal runtuhnya upaya diplomasi yang telah berjalan selama empat bulan terakhir.

Padahal, tiga hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan akan menggelar pertemuan khusus di Situation Room Gedung Putih guna memutuskan kesepakatan damai sementara (pause conflict) dengan Iran. Namun, pertemuan tingkat tinggi tersebut berakhir buntu tanpa ada keputusan final dari Trump.

Pasca-kebuntuan tersebut, militer AS dan Iran justru terlibat saling serang dalam beberapa hari terakhir, yang secara otomatis menghancurkan sisa-sisa kesepakatan gencatan senjata di lapangan. Di saat bersamaan, PM Israel Benjamin Netanyahu justru menginstruksikan perluasan serangan udara ke basis Hizbullah di pinggiran Beirut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahannya menegaskan bahwa kesepakatan yang sempat diupayakan dengan AS seharusnya mengikat di semua lini pertempuran tanpa pengecualian.

"Gencatan senjata antara Iran dan AS secara mutlak berarti gencatan senjata di semua front, termasuk di Libanon. Pelanggaran di satu front adalah pelanggaran di semua front. AS dan Israel bertanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul," tulis Araghchi.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan respons resmi terkait laporan pembekuan jalur komunikasi oleh Tasnim, sementara Komando Sentral AS (US CENTCOM) memilih menolak memberikan komentar.

Ancaman penutupan total Selat Hormuz memastikan bahwa keran ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia tidak akan mengalami pemulihan dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:23 WIB

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

Negosiasi Memanas! Trump Ubah Syarat Damai, Iran Belum Mau Mengalah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:13 WIB

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Video | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:44 WIB

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!

IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:15 WIB

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:52 WIB

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 06:35 WIB

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB