Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:43 WIB
Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pihaknya mendorong penggunaan teknologi fracking untuk memproduksi minyak mentah. Akan diterapkan di Rokan. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah dengan mengoptimalkan produksi minyak bumi dalam negeri untuk menekan impor.
  • Pemerintah menerapkan teknik fracking di wilayah kerja Rokan untuk meningkatkan produksi minyak melalui pengembangan teknologi pengeboran unconventional.
  • SKK Migas menargetkan regulasi selesai akhir Juni agar implementasi peningkatan produksi minyak dapat dimulai sejak awal Juli mendatang.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengantisipasi dampak pelemahan rupiah dengan mengoptimalkan produksi minyak dalam negeri guna menekan impor. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan penerapan teknik fracking dalam produksi minyak mentah di Tanah Air.

Sebagaimana diketahui nilai tukar rupiah terus melemah. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), mata uang Garuda berada di posisi Rp18.018 per dolar AS. Pelemahan tersebut berpotensi membebani subsidi energi nasional, karena sebagian besar BBM Indonesia diimpor menggunakan dolar dari luar negeri.

"Kita kan berusaha untuk meningkatkan produksi dalam negeri," kata Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (5/6/2026).

Upaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri dilakukan dengan teknik unconventional, yakni menggunakan teknologi tinggi dan mahal seperti fracking (perekahan hidrolik) atau pengeboran horizontal. Adapun teknik tersebut saat ini memungkinkan di wilayah kerja Rokan.

"Jadi untuk unconventional ini, yang wilayah kerja yang paling memungkinkan saat ini adalah wilayah Rokan. Jadi sudah ada kajian awal yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan untuk pengembangan unconventional ini," kata Yuliot.

Disebutnya sejumlah perusahaan sudah menawarkan teknik tersebut dan telah dipertemukan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"SKK Migas itu minta kalau bisa akhir Juni ini, sudah bisa diselesaikan kerangka regulasinya dan juga bisa diimplementasikan pada awal Juli. Jadi ini kita lagi berkejaran dengan waktu," katanya.

Dengan mengoptimalkan produksi dalam negeri, diharapkan dapat menekan ketergantungan impor minyak. Sehingga saat rupiah melemah tidak berdampak terhadap anggaran subsidi energi.

"Jadi kalau ini tingkat produksi dalam negeri terjadi peningkatan, berarti kita juga akan mengurangi impor, dan juga tidak terpengaruh terhadap perubahan atau fluktuasi mata uang," kata Yuliot.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:02 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya

Nadiem Makarim: Profesional Muda Kini Takut Jadi Korban Kriminalisasi Berikutnya

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:46 WIB

Pakar Hukum Kompak Sebut Kerry Riza Seharusnya Divonis Bebas: Unsur Pidana Tak Terbukti

Pakar Hukum Kompak Sebut Kerry Riza Seharusnya Divonis Bebas: Unsur Pidana Tak Terbukti

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:42 WIB

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×