Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Bernadette Sariyem

Selasa, 09 Juni 2026 | 16:14 WIB
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
Ekonom senior Chatib Basri, Selasa (9/6/2026). [Foto tangkapan layar YouTube Grab Indonesia]
baca 10 detik
  • Chatib Basri membantah mengetahui isu penunjukannya sebagai Menteri Keuangan saat ditemui di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.
  • Chatib menjelaskan bahwa instrumen kebijakan fiskal hanya terbatas pada opsi menaikkan penerimaan, memangkas belanja, atau mencari pinjaman.
  • Pemerintah disarankan melakukan rasionalisasi belanja secara selektif sebagai langkah realistis di tengah tekanan ekonomi dan suku bunga tinggi.

Suara.com - Ekonom senior Chatib Basri akhirnya angkat bicara soal isu dirinya hendak ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Untuk diketahui, sepekan terakhir, nama Chatib Basri kerap diberitakan sebagai calon menteri keuangan.

Rumor itu diperkuat karena pekan lalu dirinya mendadak pulang ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Namun, saat dikonfirmasi secara langsung seusai menghadiri Grab Business Forum 2026 di kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026), Chatib Basri tampak santai dan enggan memberikan jawaban panjang terkait isu tersebut.

Dengan sikap yang tenang namun tegas, ia mengaku tidak mengetahui perihal skenario reshuffle kabinet yang menyeret namanya itu.

"Enggak tahu saya," kata Chatib Basri.

Sikap irit bicara Chatib ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan, sementara pasar menunjukkan kekhawatiran yang meningkat terhadap keberlanjutan fiskal Indonesia.

Meski namanya santer dibicarakan di koridor kekuasaan, Chatib lebih memilih untuk fokus membedah substansi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi pemerintah ketimbang menanggapi spekulasi politik.

Tiga Instrumen Utama Menteri Keuangan

Dalam forum yang sama, Chatib Basri justru memberikan edukasi penting mengenai manajemen anggaran negara.

Menurutnya, publik seringkali melihat jabatan Menteri Keuangan sebagai posisi yang sangat kompleks dengan ribuan variabel, padahal pada intinya, instrumen yang tersedia bagi pengelola anggaran negara sangatlah terbatas.

"Tugas menteri keuangan itu sebenarnya sangat gampang. Hanya punya tiga pilihan: naikkan, potong, atau pinjam. Cuma tiga itu saja," kata dia.

Ia menggarisbawahi fleksibilitas seorang menteri keuangan hanya berputar pada kemampuan untuk meningkatkan penerimaan negara, memangkas pengeluaran yang tidak produktif, atau mencari pendanaan melalui instrumen utang untuk menutup defisit.

Pilihan-pilihan ini, menurut Chatib, adalah hukum dasar dalam manajemen fiskal yang tidak bisa dihindari oleh siapapun yang menjabat.

"Jadi, kalau tak bisa naikkan, ya harus potong. Kalau tak bisa memotong, ya pinjam. As simple as that," kata Chatib Basri.

Dilema Pajak dan Utang di Tengah Suku Bunga Tinggi

Meskipun teorinya terdengar sederhana, Chatib mengakui bahwa dalam praktik saat ini, ketiga opsi tersebut membawa risiko yang sangat besar.

Menambah beban melalui sektor perpajakan dianggap sebagai langkah yang kontraproduktif bagi pertumbuhan ekonomi jangka pendek.

Chatib menilai, menaikkan pajak saat daya beli masyarakat masih rentan justru akan mematikan mesin pertumbuhan.

"Kalau dalam situasi tax tevenue, masak pajaknnya dinaikkan? Kan tak mungkin," kata dia.

Sementara di lain sisi, opsi untuk menambah pembiayaan melalui utang juga menghadapi tembok besar.

Kondisi moneter global yang masih diwarnai tingginya suku bunga membuat biaya pinjaman (cost of fund) melonjak tajam.

Mengandalkan utang baru di saat likuiditas global mengetat hanya akan membebani ruang fiskal di masa depan.

"Coba, siapa yang mau pinjam uang dalam situasi saat ini? cost-nya akan sangat mahal,"

Rasionalisasi Belanja Sebagai Jalan Keluar Terakhir

Melihat terbatasnya ruang untuk menaikkan pajak dan mahalnya biaya utang, Chatib Basri menyarankan agar pemerintah mengambil langkah yang paling realistis namun seringkali menyakitkan secara politik: melakukan penghematan atau rasionalisasi belanja negara secara tajam.

Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kredibilitas fiskal di mata investor global. Jika pemerintah mampu menunjukkan kedisiplinan dalam mengelola belanja, maka kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia akan tetap terjaga meski di tengah ketidakpastian global.

"Jadi ya opsi yang paling memungkinkan itu adalah pilihan ketiga. cut the spending selectively (potong pengeluaran secara selektif)," kata Chatib Basri memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:23 WIB

Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja

Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:18 WIB

Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB

Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet

Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat: Biar Aspirasi Buruh Gak Macet

News | Senin, 08 Juni 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S Deyang, Ini Daftar Pejabat Baru di Istana

Prabowo Lantik Said Iqbal dan Nanik S Deyang, Ini Daftar Pejabat Baru di Istana

News | Senin, 08 Juni 2026 | 16:51 WIB

Terkini

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Film Istimewa Hadirkan Anak Disabilitas sebagai Tokoh Utama

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Riset Economist Enterprise: Integrasi Self-Care ke Sistem Kesehatan Perlu Diperkuat

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:00 WIB

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

×