Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:46 WIB
Pasar Makin Tak Pasti, Ini Cara Investor Mengubah Kepanikan Jadi Cuan
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
  • Ketidakpastian kini menjadi kondisi normal baru di pasar keuangan.
  • Banjir informasi justru berisiko memicu keputusan investasi keliru.
  • Pemahaman pasar dinilai mampu mengubah volatilitas menjadi peluang.

Suara.com - Ketidakpastian yang terus membayangi perekonomian global kini bukan lagi sekadar gangguan sementara, melainkan telah menjadi bagian dari lanskap pasar keuangan modern. Kondisi ini menuntut investor dan pelaku ekonomi untuk mengubah cara pandang mereka dalam menghadapi volatilitas yang semakin tinggi.

Di masa lalu, stabilitas keuangan identik dengan pekerjaan yang aman, tabungan yang tumbuh secara konsisten, serta pasar yang bergerak dalam pola yang relatif mudah diprediksi. Namun, perkembangan teknologi, arus informasi yang masif, dan keterhubungan ekonomi global membuat kondisi tersebut semakin sulit ditemukan.

Saat ini, sebuah kebijakan yang diumumkan di satu negara dapat langsung memengaruhi sentimen investor di belahan dunia lain hanya dalam hitungan jam. Akibatnya, masyarakat menghadapi apa yang disebut para psikolog sebagai uncertainty fatigue atau kelelahan akibat ketidakpastian.

Menurut para pakar dari Elev8, broker keuangan global, akses informasi yang semakin luas tidak selalu menghasilkan keputusan investasi yang lebih baik. Sebaliknya, banjir informasi sering kali menciptakan kebingungan dan membuat investor kesulitan membedakan antara sinyal penting dan kebisingan pasar.

Dalam kondisi tersebut, banyak investor bereaksi secara emosional terhadap pergerakan pasar, terutama ketika melihat penurunan harga aset. Padahal, yang dibutuhkan bukan sekadar persepsi sesaat, melainkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.

"Persepsi memicu emosi, sementara pemahaman memungkinkan respons yang lebih rasional," tulis riset tersebut.

Para ahli menilai kemampuan beradaptasi secara emosional menjadi faktor pembeda antara investor berpengalaman dan mereka yang mudah dilanda kecemasan saat pasar bergejolak. Alih-alih menghindari volatilitas, investor disarankan membangun kerangka berpikir yang mampu memahami siklus pasar, dinamika sentimen, serta perbedaan antara perubahan struktural dan gejolak jangka pendek.

Pendekatan ini dinilai dapat membantu pelaku pasar menjaga kejernihan berpikir di tengah derasnya arus informasi dan perubahan kondisi ekonomi global yang berlangsung cepat.

Dalam lingkungan pasar yang terus berubah, konsep stabilitas pun mengalami pergeseran makna. Stabilitas tidak lagi diukur dari minimnya gejolak, melainkan dari kemampuan seseorang memahami konteks, hubungan sebab-akibat, dan berbagai faktor yang memengaruhi pasar.

Dengan kata lain, orientasi dan pemahaman yang kuat terhadap kondisi pasar kini menjadi bentuk baru dari stabilitas finansial. Investor yang mampu membangun kepercayaan diri untuk menavigasi berbagai perubahan diyakini memiliki peluang lebih besar untuk mengubah ketidakpastian menjadi keuntungan.

Di tengah volatilitas yang diperkirakan akan terus berlangsung, kemampuan membaca konteks dan menjaga disiplin menjadi aset yang tak kalah penting dibandingkan modal finansial itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

OJK Redakan Isu Panas Ekonomi Indonesia, 'Sell Indonesia' Jadi Sorotan Investor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:36 WIB

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:28 WIB

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:20 WIB

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:56 WIB

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:43 WIB

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:38 WIB

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:32 WIB

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:29 WIB

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB