Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:30 WIB
Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?
ARSIP-Warga beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 melonjak menjadi 3,08% akibat kenaikan harga bahan pangan di pasar.
  • Pelemahan Rupiah hingga menembus Rp18.000 per Dolar AS memicu kenaikan biaya input industri manufaktur di Indonesia.
  • Saham sektor konsumer tetap mencatatkan kinerja positif dan mengungguli pasar di tengah tekanan ekonomi bulan Mei.

Suara.com - Tekanan makroekonomi domestik terpantau mengalami peningkatan signifikan sepanjang bulan Mei 2026. Berdasarkan laporan riset terbaru dari BNI Sekuritas, tingkat inflasi tahunan Indonesia merangkak naik ke level 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy), melonjak cukup tajam dibandingkan posisi bulan April yang berada di angka 2,42% yoy. Lonjakan ini utamanya dipicu oleh terkereknya harga-harga bahan pangan di pasar.

Sinyal pengetatan juga terlihat pada inflasi inti (di luar komoditas emas) yang ikut menanjak dari 1,34% pada April menjadi 1,61% yoy pada Mei.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya kombinasi antara penguatan permintaan domestik serta mulai beralihnya beban biaya input yang lebih tinggi dari produsen langsung kepada konsumen hulu.

Para analis memproyeksikan inflasi sektor pangan masih akan bertahan di level tinggi hingga bulan Juni, mengingat mayoritas harga komoditas pangan utama terus memperlihatkan tren kenaikan secara bulanan (month-on-month/mom).

Di sisi energi, meskipun harga minyak mentah global sejatinya telah melandai hingga 10% seiring meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran pada bulan Juni, pemerintah mengambil langkah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo resmi dinaikkan masing-masing sebesar 32% dan 4%. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi dipastikan tetap stabil, sementara harga Dex dan Dexlite justru mengalami penurunan.

Tantangan lain yang musti dihadapi dunia usaha adalah nilai tukar Rupiah yang kembali melemah sebesar 2,2% pada awal Juni hingga menembus ke atas level Rp18.000 per Dolar AS.

Meski harga komoditas global secara umum melandai, kejatuhan kurs Rupiah ini memicu tekanan biaya input yang terus berlanjut bagi industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor.

Merespons depresiasi mata uang tersebut, Bogasari dilaporkan telah menaikkan harga tepung sebesar 2% guna merefleksikan tingginya biaya pengadaan bahan baku akibat pelemahan Rupiah.

Menariknya, di tengah kondisi makro yang menantang, kinerja fundamental sejumlah korporasi di sektor konsumer dilaporkan tetap kokoh sepanjang Mei.

Emiten seperti PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berhasil membukukan momentum pertumbuhan penjualan yang sangat sehat. Di saat yang sama, aktivitas belanja di sektor ritel juga merangkak naik pasca-berakhirnya periode libur panjang.

Resiliensi fundamental ini berimbas positif pada performa sahamnya di bursa. Sepanjang Mei, sektor konsumer sukses tampil mengungguli pasar (outperform); kelompok consumer staples (kebutuhan pokok) naik 2% mom dan sektor retailer (eceran) melesat 3% mom.

Performa ini kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru terjun bebas hingga amblas 12% mom dalam periode yang sama.

BNI Sekuritas memilih untuk mempertahankan peringkat Neutral untuk jangka pendek (3 bulan) terhadap sektor konsumer, mengingat adanya risiko tekanan margin dari depresiasi Rupiah serta kenaikan biaya input yang masih membayangi pelaku usaha.

Namun, untuk jangka panjang (12 bulan), BNI Sekuritas mantap menyematkan rating Overweight (OW). Pandangan optimistis ini didorong oleh kuatnya daya beli masyarakat serta posisi valuasi saham konsumer saat ini yang dinilai sudah sangat atraktif untuk dikoleksi.

Dalam alokasi portofolio, analis lebih menyukai saham kategori consumer staples dibandingkan sektor discretionary (kebutuhan sekunder). Adapun saham yang menjadi pilihan utama (top picks) dari BNI Sekuritas adalah:

Sektor Staples: PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sektor Retailer: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan rilis data ekonomi dan laporan riset pasar dari BNI Sekuritas. Berita ini bersifat informatif untuk kepentingan publik dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi mutlak atau perintah untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab mandiri investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB

Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket

Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:08 WIB

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:00 WIB

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:46 WIB

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:23 WIB

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB