Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:30 WIB
Inflasi Melejit ke 3,08 Persen, Apa Dampaknya?
ARSIP-Warga beraktivitas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 melonjak menjadi 3,08% akibat kenaikan harga bahan pangan di pasar.
  • Pelemahan Rupiah hingga menembus Rp18.000 per Dolar AS memicu kenaikan biaya input industri manufaktur di Indonesia.
  • Saham sektor konsumer tetap mencatatkan kinerja positif dan mengungguli pasar di tengah tekanan ekonomi bulan Mei.

Suara.com - Tekanan makroekonomi domestik terpantau mengalami peningkatan signifikan sepanjang bulan Mei 2026. Berdasarkan laporan riset terbaru dari BNI Sekuritas, tingkat inflasi tahunan Indonesia merangkak naik ke level 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy), melonjak cukup tajam dibandingkan posisi bulan April yang berada di angka 2,42% yoy. Lonjakan ini utamanya dipicu oleh terkereknya harga-harga bahan pangan di pasar.

Sinyal pengetatan juga terlihat pada inflasi inti (di luar komoditas emas) yang ikut menanjak dari 1,34% pada April menjadi 1,61% yoy pada Mei.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya kombinasi antara penguatan permintaan domestik serta mulai beralihnya beban biaya input yang lebih tinggi dari produsen langsung kepada konsumen hulu.

Para analis memproyeksikan inflasi sektor pangan masih akan bertahan di level tinggi hingga bulan Juni, mengingat mayoritas harga komoditas pangan utama terus memperlihatkan tren kenaikan secara bulanan (month-on-month/mom).

Di sisi energi, meskipun harga minyak mentah global sejatinya telah melandai hingga 10% seiring meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran pada bulan Juni, pemerintah mengambil langkah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo resmi dinaikkan masing-masing sebesar 32% dan 4%. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi dipastikan tetap stabil, sementara harga Dex dan Dexlite justru mengalami penurunan.

Tantangan lain yang musti dihadapi dunia usaha adalah nilai tukar Rupiah yang kembali melemah sebesar 2,2% pada awal Juni hingga menembus ke atas level Rp18.000 per Dolar AS.

Meski harga komoditas global secara umum melandai, kejatuhan kurs Rupiah ini memicu tekanan biaya input yang terus berlanjut bagi industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor.

Merespons depresiasi mata uang tersebut, Bogasari dilaporkan telah menaikkan harga tepung sebesar 2% guna merefleksikan tingginya biaya pengadaan bahan baku akibat pelemahan Rupiah.

baca juga

Menariknya, di tengah kondisi makro yang menantang, kinerja fundamental sejumlah korporasi di sektor konsumer dilaporkan tetap kokoh sepanjang Mei.

Emiten seperti PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berhasil membukukan momentum pertumbuhan penjualan yang sangat sehat. Di saat yang sama, aktivitas belanja di sektor ritel juga merangkak naik pasca-berakhirnya periode libur panjang.

Resiliensi fundamental ini berimbas positif pada performa sahamnya di bursa. Sepanjang Mei, sektor konsumer sukses tampil mengungguli pasar (outperform); kelompok consumer staples (kebutuhan pokok) naik 2% mom dan sektor retailer (eceran) melesat 3% mom.

Performa ini kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru terjun bebas hingga amblas 12% mom dalam periode yang sama.

BNI Sekuritas memilih untuk mempertahankan peringkat Neutral untuk jangka pendek (3 bulan) terhadap sektor konsumer, mengingat adanya risiko tekanan margin dari depresiasi Rupiah serta kenaikan biaya input yang masih membayangi pelaku usaha.

Namun, untuk jangka panjang (12 bulan), BNI Sekuritas mantap menyematkan rating Overweight (OW). Pandangan optimistis ini didorong oleh kuatnya daya beli masyarakat serta posisi valuasi saham konsumer saat ini yang dinilai sudah sangat atraktif untuk dikoleksi.

Dalam alokasi portofolio, analis lebih menyukai saham kategori consumer staples dibandingkan sektor discretionary (kebutuhan sekunder). Adapun saham yang menjadi pilihan utama (top picks) dari BNI Sekuritas adalah:

Sektor Staples: PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sektor Retailer: PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan rilis data ekonomi dan laporan riset pasar dari BNI Sekuritas. Berita ini bersifat informatif untuk kepentingan publik dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi mutlak atau perintah untuk melakukan transaksi jual-beli saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab mandiri investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB

Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket

Jangan Langsung Panik! Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran Saat Harga Pertamax Meroket

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:43 WIB

Terkini

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Kunjungi SCCR Indonesia, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Riset Kesehatan di Jatim

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:47 WIB

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:46 WIB

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

×