Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Achmad Fauzi

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB
Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak
Investor asing bawa kabur dari pasar saham Indonesia hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Pelemahan indeks dipicu oleh aksi jual bersih investor asing senilai Rp893,36 miliar di seluruh pasar saham Indonesia.
  • Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen turut menekan minat investor pada aset berisiko saham.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. IHSG terkoreksi 48,40 poin atau 0,78 persen ke level 6.172.

Berdasarkan riset Phillip Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor asing yang masih cukup besar.

Pada hari ini, investor asing membukukan net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp893,36 miliar. Secara year to date (YTD), arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp79,72 triliun.

Meski IHSG melemah, aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 25,70 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,97 triliun. Sebanyak 258 saham menguat, 419 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan.

IHSG merosot tajam pada perdagangan sesi I hari ini. [ANTARA].
IHSG merosot pada hari ini. [ANTARA].

Aksi jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell Rp557,26 miliar. Selanjutnya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar Rp98,87 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp84,98 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp62,59 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp59,85 miliar.

Sebaliknya, investor asing masih memburu sejumlah saham unggulan. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar mencapai Rp150,89 miliar.

Disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp106,91 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp82,64 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp48,29 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp34,71 miliar.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi pelemahan sebesar 10,917 poin. Tekanan juga datang dari sektor infrastruktur yang mengurangi indeks sebesar 5,104 poin dan sektor kesehatan sebesar 1,144 poin.

Sementara itu, saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain PT Akasha Wira International Tbk (ADES) yang melonjak 13,11 persen ke level Rp25.675, PT Rukun Raharja Tbk (RLCO) naik 15,36 persen ke Rp3.980, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menguat 14,15 persen ke Rp3.550, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 4,43 persen ke Rp10.025, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 5,45 persen ke Rp6.775.

baca juga

Di sisi lain, saham yang mengalami pelemahan terbesar di antaranya PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 7,92 persen ke Rp8.425, PT Mpro International Tbk (MPRO) melemah 7,30 persen ke Rp7.300, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) anjlok 14,86 persen ke Rp2.980, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,09 persen ke Rp15.700, dan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) terkoreksi 5,51 persen ke Rp6.000.

Data Perdagangan 

  • IHSG: 6.172,34
  • Perubahan: -48,40 poin (-0,78 persen)
  • Volume transaksi: 25,70 miliar saham
  • Nilai transaksi: Rp17,97 triliun
  • Kapitalisasi pasar: Rp10.764,56 triliun
  • Saham naik: 258
  • Saham turun: 419

Top Net Foreign Buy

  • AMMN: Rp150,89 miliar
  • BMRI: Rp106,91 miliar
  • TPIA: Rp82,64 miliar
  • BRPT: Rp48,29 miliar
  • GOTO: Rp34,71 miliar

Top Net Foreign Sell

  • BBRI: Rp557,26 miliar
  • MAPI: Rp98,87 miliar
  • DSSA: Rp84,98 miliar
  • TLKM: Rp62,59 miliar
  • BBCA: Rp59,85 miliar

Mengapa IHSG Melemah?

Phillip Sekuritas menjelaskan pelemahan IHSG terjadi di tengah respons pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kenaikan ini dilakukan setelah sebelumnya BI juga menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat di luar jadwal pada 9 Juni lalu.

Dengan demikian, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak 100 basis poin sejak Mei 2026, sehingga BI Rate kini berada di level tertinggi sejak April 2025.

Kenaikan suku bunga tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, mengendalikan inflasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

IHSG Sesi I Merosot 1,06% ke Level 6.154, Saham Sektor Infrastruktur Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:12 WIB

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Besok Diumumkan, MSCI Ancam Turunkan Status RI? Dana Asing Rp230 T Bakal Kabur?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:16 WIB

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×