Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

M Nurhadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!
Ilustrasi kapal tanker [Unsplash/Georg]
baca 10 detik
  • Operator kapal tanker mencatat rekor keuntungan fantastis akibat kenaikan biaya sewa armada di Selat Hormuz pekan ini.
  • Pencabutan blokade Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan permintaan pengiriman minyak dari produsen Timur Tengah ke global.
  • Penurunan premi asuransi risiko perang dan peningkatan ekspor minyak mentah mendorong aktivitas logistik maritim kembali pulih secara bertahap.

Suara.com - Para operator kapal tanker minyak global dilaporkan tengah meraup rekor keuntungan fantastis menyusul lonjakan biaya sewa armada yang hampir naik dua kali lipat di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Arab pada pekan ini.

Kenaikan tarif ini dipicu oleh eskalasi permintaan pengiriman seiring dengan mulai pulihnya lalu lintas maritim di jalur logistik energi paling vital dunia tersebut.

Arus pelayaran yang melewati Selat Hormuz sebelumnya sempat lumpuh, namun kini secara perlahan bangkit setelah Iran resmi mencabut blokade de facto minggu lalu.

Langkah tersebut diambil menyusul disepakatinya komitmen gencatan senjata selama 60 hari dengan Amerika Serikat, di tengah bergulirnya proses negosiasi diplomatik menuju perdamaian permanen guna mengakhiri konflik bersenjata mereka.

Meskipun mulai membaik, kuantitas armada kapal yang melintasi Hormuz saat ini baru sebagian kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pelayaran normal yang menyentuh 125 kapal per hari sebelum konflik meletus pada 28 Februari lalu.

Berdasarkan estimasi pelaku pasar, terdapat sekitar 100 kapal tanker yang hingga kini masih tertahan di dalam kawasan Teluk dengan muatan penuh . Kondisi ini memperparah kelangkaan ketersediaan kapal di pasar, tepat saat negara-negara produsen minyak mentah Timur Tengah sedang gencar menggenjot volume ekspor mereka .

Menurut data dari kalangan broker kapal dan informan industri, tarif sewa kapal tanker di luar area Selat Hormuz melonjak tajam ke angka US$190.500 per hari dari yang semula hanya US$106.500 pada pekan lalu . Lompatan harga sewa armada yang disewa di luar teritori Teluk juga dilaporkan ikut terkerek naik secara signifikan.

Sementara itu, rata-rata pendapatan harian untuk kategori kapal supertanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang mengangkut kargo dari dalam Teluk melewati Hormuz mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah , yakni mendekati level US$470.000 per hari. Angka ini mencatatkan kenaikan di atas US$50,000 hanya dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

"Para pemilik kapal tanker tengah bersiap menghadapi gelombang besar kargo minyak mentah Timur Tengah dalam beberapa minggu mendatang. Mereka sangat percaya diri karena rata-rata pendapatan spot TCE (Time Charter Equivalent) masih mampu bertahan di atas US$100.000 per hari, meskipun sempat ada kehilangan volume kargo yang cukup besar sejak gesekan militer AS-Iran dimulai," ulas lembaga broker kapal terkemuka, Clarksons, dalam catatan risetnya .

baca juga

Clarksons menambahkan bahwa dinamika ini mengonfirmasi sisi pasokan kapal tanker global berada dalam posisi yang luar biasa ketat, dan pembukaan kembali jalur Hormuz justru berpotensi membuat kapasitas ruang muat semakin terbatas .

Para produsen minyak Timur Tengah , khususnya Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), dilaporkan telah melepas pasokan minyak mentah mereka melalui rangkaian tender massal bulan ini.

Mereka mengimbau para korporasi pembeli untuk melakukan proses pemuatan kargo langsung dari wilayah dalam Teluk, yang secara otomatis memicu perlombaan berburu armada tanker.

Grup pelayaran raksasa asal Korea Selatan, Sinokor — yang merupakan salah satu penguasa operator supertanker dunia — belum memberikan respons saat dimintai konfirmasi terkait kondisi ini.

Namun , berdasarkan pantauan data pelacakan maritim dari MarineTraffic, salah satu supertanker berbendera Belgia milik grup tersebut terpantau telah memasuki wilayah Teluk sejak hari Senin untuk mengangkut muatan dan tengah berlayar menuju terminal logistik minyak di Irak.

Di tengah lonjakan tarif sewa kapal, angin segar datang dari sektor finansial penunjang pelayaran. Biaya asuransi risiko perang (war risk insurance) dilaporkan mulai melunak dalam lima hari terakhir, turun ke level kisaran 3 persen dari total nilai aset kapal, setelah sebelumnya sempat bertengger di angka 5 persen pada pekan lalu. Penurunan indikator premi ini memberikan ruang penghematan biaya hingga ratusan ribu dolar AS per pelayaran armada .

Kondisi pemulihan rute ini juga langsung dimanfaatkan oleh jajaran perusahaan kilang minyak di India, termasuk raksasa pengolahan Reliance, yang bergerak cepat mencari pasokan minyak dari kawasan Teluk setelah beberapa bulan terakhir aktivitas produksi mereka terganggu akibat mampetnya rantai pasokan global .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Harga Mirip Vario, Garansi Baterai Polytron Fox 350 vs United TX3000 vs eMotor Sprinto Mending Mana?

Harga Mirip Vario, Garansi Baterai Polytron Fox 350 vs United TX3000 vs eMotor Sprinto Mending Mana?

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:38 WIB

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

Sepakat! Selat Hormuz Dikelola Iran, Bentuk Jalur Komunikasi Darurat dengan AS

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Terkini

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:20 WIB

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB