Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

M Nurhadi

Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
Ilustrasi-Germany Military [Credit: Heer]
baca 10 detik
  • Negara anggota Uni Eropa meningkatkan anggaran militer sebesar 20 persen sejak 2024 hingga mencapai 418 miliar euro pada 2025.
  • Badan Pertahanan Eropa melaporkan belanja militer terus melonjak dan diproyeksikan mencapai 454 miliar euro pada akhir tahun 2026.
  • Negara anggota berkomitmen meningkatkan alokasi pertahanan hingga 5 persen PDB pada 2035 berdasarkan kesepakatan KTT NATO Den Haag 2025.

Suara.com - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) dilaporkan tengah menggenjot belanja negara di sektor militer dengan laju yang jauh lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tekanan geopolitik global serta tuntutan keras dari sekutu utama mereka, Amerika Serikat.

Badan Pertahanan Eropa (European Defence Agency/EDA) dalam laporan terbarunya yang dirilis Kamis (2/7/2026) mengungkapkan bahwa bauran anggaran pertahanan negara-negara kawasan melonjak tajam dalam dua tahun terakhir.

"Negara-negara anggota Uni Eropa meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka lebih cepat dari yang diproyeksikan, mencatatkan kenaikan sebesar 20 persen sejak tahun 2024. Anggaran militer kolektif tersebut berhasil menyentuh angka 418 miliar euro (setara 478 miliar dolar AS) pada akhir tahun 2025," tulis lembaga tersebut dalam laporan resminya.

Tren peningkatan ini diproyeksikan belum akan melandai. EDA menambahkan bahwa pada tahun buku 2026, akumulasi pengeluaran militer negara-negara Uni Eropa diperkirakan akan kembali merangkak naik hingga mencapai 454 miliar euro.

Efek Desakan Washington dan Target Baru KTT NATO

Akselerasi belanja militer ini tidak lepas dari dinamika hubungan internal di dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Presiden AS Donald Trump secara berulang kali melayangkan kritik tajam kepada negara-negara Eropa terkait kontribusi finansial mereka yang dianggap tidak memadai untuk menopang kemampuan pertahanan kolektif NATO.

Trump bahkan secara agresif menyerukan agar seluruh negara sekutu meningkatkan anggaran belanja pertahanan mereka hingga menyentuh angka ekstrem, yakni 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

baca juga

Merespons tekanan bertubi-tubi dari Washington tersebut, para pemimpin NATO akhirnya mencapai kesepakatan baru yang monumental pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Den Haag tahun 2025 lalu.

Dalam pakta tersebut, negara-negara anggota berkomitmen penuh untuk mengerek alokasi belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB pada tahun 2035 mendatang.

Berdasarkan cetak biru kesepakatan KTT Den Haag, struktur pemenuhan target 5 persen tersebut akan dibagi ke dalam dua pos utama:

3,5 persen PDB dialokasikan berupa pengeluaran militer dan pertahanan secara langsung (direct defense spending).

1,5 persen PDB dialokasikan dalam bentuk investasi strategis jangka panjang yang berkaitan dengan keamanan nasional (security-related investments), seperti penguatan infrastruktur siber dan ketahanan rantai pasok teknologi militer.

Laju pertumbuhan anggaran militer yang dilaporkan oleh Badan Pertahanan Eropa pada pertengahan 2026 ini menunjukkan bahwa negara-negara Benua Biru mulai serius berbenah.

Eropa tampaknya ingin membuktikan komitmennya untuk mengurangi ketergantungan militer pada AS, sekaligus memperkuat kedaulatan keamanan kawasan secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?

Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:50 WIB

Membedah Logika Perbedaan Panas Eropa vs Indonesia Lewat Kacamata Geografi

Membedah Logika Perbedaan Panas Eropa vs Indonesia Lewat Kacamata Geografi

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:14 WIB

Perdamaian di Ujung Harapan: Mengapa Konflik Tak Pernah Benar-Benar Usai?

Perdamaian di Ujung Harapan: Mengapa Konflik Tak Pernah Benar-Benar Usai?

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:55 WIB

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:24 WIB

Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI

Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:19 WIB

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:48 WIB

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:40 WIB

Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif

Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:32 WIB

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:25 WIB

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

×