- IHSG diprediksi bergerak volatil dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026 akibat sentimen global.
- Ketegangan geopolitik serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menekan stabilitas ekonomi pasar keuangan domestik.
- Investor disarankan mencermati pergerakan harga komoditas dan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi di bursa saham.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin hari ini diperkirakan masih bergerak terbatas di tengah berbagai sentimen global dan domestik.
Hal ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah, pergerakan harga komoditas dunia, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.
Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen eksternal yang dapat memicu volatilitas pasar saham Indonesia.
"Kami berpandangan IHSG pada awal pekan akan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 5.840 dan resistance 6.040. Indikator MACD menunjukkan penguatan tren, sedangkan RSI bergerak naik secara perlahan namun masih berada di bawah level 50," jelas Oktavianus Audi saat dihubungi Suara.com, Senin (13/7/2026).
Tidak hanya itu, beberapa sentimen yang berpotensi membebani pasar. Pertama, berakhirnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta pernyataan mengenai kembali ditutupnya Selat Hormuz, dinilai memberikan sinyal negatif bagi pasar keuangan global, karena meningkatkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak mentah dan potensi kebijakan suku bunga tinggi yang lebih lama oleh bank sentral.

"Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kembali ke kisaran Rp18.080 per dolar AS membuat pasar belum memperoleh kepastian mengenai stabilitas ekonomi domestik. Kondisi tersebut diperburuk oleh aksi jual investor asing di pasar saham yang mencapai Rp1,74 triliun dalam sepekan dan sebesar Rp75,6 triliun secara year to date," bebernya.
Dia pun merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini. Diantaranya adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan strategi trading buy pada level support 2.290 dan resistance 2.550.
Selain itu, saham PT Timah Tbk (TINS) juga direkomendasikan dengan strategi speculative buy pada level support 3.270 dan resistance 4.010.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih memiliki peluang menguat secara terbatas pada perdagangan Senin.
"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan support 5.904 dan resistance 5.939. Investor masih mencermati nilai tukar rupiah yang masih terdepresiasi serta pergerakan harga komoditas dunia," ujar Herditya Wicaksana.
Ia menambahkan, investor dapat mencermati sejumlah saham yang dinilai menarik secara teknikal, yakni PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) pada kisaran 1.115–1.225, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada kisaran 4.180–4.270, serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) pada kisaran 1.625–1.700.
Dengan masih tingginya ketidakpastian global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, proyeksi IHSG diperkirakan tetap bergerak volatil pada awal pekan.
Investor disarankan mencermati perkembangan sentimen eksternal, arah pergerakan harga komoditas, serta kondisi pasar keuangan domestik sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham Indonesia.