Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

M Nurhadi

Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB
Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.
baca 10 detik
  • Presiden Trump menerapkan blokade maritim terhadap Iran di Teluk yang memicu ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak mentah.
  • Ketegangan tersebut menyebabkan pelemahan bursa saham Amerika Serikat, terutama pada sektor semikonduktor yang mengalami tekanan jual cukup signifikan.
  • Investor kini menantikan rilis laporan keuangan emiten dan data inflasi penting untuk menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Suara.com - Perkembangan geopolitik terbaru di kawasan Teluk memicu sentimen negatif di bursa saham Amerika Serikat. Indeks utama di Wall Street terpantau melemah pada perdagangan Senin waktu setempat, menyusul memanasnya hubungan antara AS dan Iran yang berdampak langsung pada kenaikan harga minyak mentah serta kepanikan para pelaku pasar. Di saat yang sama, koreksi tajam juga melanda sektor saham semikonduktor.

Ketegangan ini kembali mencuat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade maritim terhadap aktivitas pelayaran Iran di kawasan Teluk.

Langkah ini diambil guna memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, pasca terjadinya aksi saling serang menggunakan rudal dan drone antara kedua belah pihak sepanjang akhir pekan lalu.

Situasi tersebut otomatis mengancam keberlangsungan kesepakatan sementara yang baru saja ditandatangani kedua negara bulan lalu.

Padahal, perjanjian interims tersebut diharapkan mampu membuka kembali jalur pelayaran strategis dan menghentikan konflik setelah melalui proses diplomasi selama 60 hari. Akibat ancaman baru pada jalur pasokan energi ini, harga minyak mentah berjangka melesat hingga kisaran 5 persen.

Di pasar ekuitas, indeks Nasdaq yang padat saham teknologi mencatat penurunan terdalam akibat tekanan pada sektor semikonduktor. Saham produsen chip memori yang sempat bersinar sejak awal tahun ini justru berbalik arah.

Western Digital mencatat penurunan 6 persen, Micron Technology melemah 5 persen, dan Sandisk ambles hingga 10 persen. Penurunan ini menjadikan ketiga saham tersebut sebagai penekan utama indeks S&P 500.

Analis senior dari Dakota Wealth, Robert Pavlik, menilai bahwa lonjakan harga saham sektor memori yang terjadi sejak awal tahun merupakan pergerakan yang tidak biasa, meskipun permintaan produk di pasar memang sangat tinggi.

Akibatnya, saat ini terjadi aliran modal keluar karena investor yang cemas memilih untuk melakukan aksi ambil untung, yang pada akhirnya memperbesar tekanan jual di pasar.

baca juga

Dari 11 sektor utama di S&P 500, lima sektor berada di zona merah dengan sektor teknologi informasi menjadi yang terlemah setelah merosot 1,4 persen. Indeks Semikonduktor Philadelphia juga terpuruk 3,7 persen, membuat posisinya kini berjarak lebih dari 14 persen dari rekor tertinggi yang sempat dicapai pada akhir Juni lalu.

Tren negatif ini juga berimbas pada saham produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, yang meluncur di bursa AS dengan penurunan 9 persen setelah sempat tampil memukau pada debut perdana di Nasdaq hari Jumat.

Sementara itu, saham SpaceX milik Elon Musk sempat menyentuh level terendah sejak melantai di bursa bulan lalu, sebelum akhirnya ditutup melemah 4 persen.

Pada pertengahan sesi perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 148,53 poin atau 0,28 persen ke level 52.488,48. Indeks S&P 500 melemah 37,18 poin atau 0,49 persen ke posisi 7.538,21, dan Nasdaq Composite terpangkas 278,38 poin atau 1,06 persen menuju 26.003,23.

Penurunan ini terjadi tepat sebelum pasar dihadapkan pada pekan yang padat oleh rilis data ekonomi penting serta laporan keuangan emiten kuartal kedua. Data-data tersebut diproyeksikan akan menguji daya tahan reli pasar saham AS.

Sejauh ini, indeks S&P 500 sebenarnya telah tumbuh lebih dari 10 persen sepanjang tahun berjalan dan hanya terpaut tipis di bawah rekor tertinggi awal Juni.

Para pelaku pasar kini bersiap mencermati laporan keuangan kuartal kedua dari bank-bank besar Wall Street yang mulai dirilis pekan ini. Konsensus memperkirakan laba emiten S&P 500 mampu tumbuh 23,7 persen secara tahunan.

Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang menjadi indikator inflasi utama, serta testimoni kebijakan moneter perdana dari Ketua Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres.

Data-data ekonomi ini diyakini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga bank sentral ke depan. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun saat ini masih menjadi antisipasi utama pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:11 WIB

Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen

Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:03 WIB

Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid

Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:54 WIB

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:44 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:20 WIB

Terkini

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:56 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

×