Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

M Nurhadi

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings mempertahankan prospek stabil utang Indonesia, sehingga memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar modal domestik.
  • BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target IHSG di level 7.200 karena menilai valuasi pasar saham saat ini terlalu pesimistis.
  • Keputusan rating tersebut menjaga stabilitas IHSG di level psikologis 6.000 meskipun investor asing masih bersikap hati-hati berinvestasi.

Suara.com - Langkah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan prospek (outlook) stabil terhadap rating utang Indonesia dinilai efektif memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik.

Keputusan ini berhasil mengendurkan tekanan premi risiko yang belakangan ini menjadi beban bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Merespons angin segar dari sektor makro tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merilis riset terbaru yang tetap optimis mempertahankan target akhir jangka panjang IHSG berada di level 7.200.

Target optimis tersebut mencerminkan proyeksi rasio harga terhadap laba (Price to Earnings/PE) sebesar 10 kali, dengan estimasi pertumbuhan laba per saham (Earnings Per Share/EPS) sebesar 8 persen untuk periode mendatang.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan bersama Wilastita Muthia Sofi, memaparkan bahwa posisi valuasi bursa domestik saat ini yang berada pada PE 9,1 kali mencerminkan sikap pasar yang terlampau kekhawatiran.

"Kami memandang valuasi pasar saham saat ini terlalu pesimistis. Angka tersebut seolah-olah mengindikasikan adanya risiko penurunan peringkat kedaulatan yang lebih dalam atau prospek pertumbuhan laba korporasi yang negatif ke depan," urai tim analis dalam laporan risetnya, Selasa (14/7/2026).

Kombinasi data ini memperkuat tesis bahwa perbandingan potensi keuntungan terhadap risiko (risk-reward profile) yang ditawarkan oleh bursa saham Indonesia secara fundamental masih berada dalam kategori yang menarik bagi pemodal.

Penilaian serupa dikemukakan oleh Founder Republik Investor, Hendra Wardana. Menurutnya, kepastian rating utang Indonesia yang kokoh di level BBB dengan prospek stabil menjadi pendorong utama yang membawa indeks kembali menembus dan bertahan di level psikologis 6.000.

"Langkah S&P memberikan sinyal eksplisit kepada komunitas global bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional dinilai kokoh. Hal ini tecermin dari kemampuan pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas fiskal, kesehatan sektor perbankan, hingga prospek pertumbuhan jangka menengah," papar Hendra.

baca juga

Bagi pelaku pasar, kepastian tidak adanya penurunan peringkat ini meredakan kekhawatiran yang sempat membayangi bursa akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi makro global.

Kendati demikian, Hendra mencatat penguatan yang terjadi belum sepenuhnya didorong oleh aksi beli agresif dari pemodal internasional.

Sebagian investor asing terpantau masih memilih strategi wait and see dan bersikap hati-hati dalam mengalokasikan portofolio mereka.

Pada sesi penutupan perdagangan pasar spot, IHSG bertambah tipis 1,68 poin atau naik 0,03 persen dan parkir di level 6.039. Aktivitas perdagangan harian berlangsung dinamis dengan mencatatkan volume transaksi hingga 27,9 miliar lembar saham serta nilai perputaran modal mencapai Rp16,4 triliun.

Peta pergerakan saham memperlihatkan dominasi tren positif:

Saham Menguat: 439 emiten
Saham Melemah: 217 emiten
Saham Stagnan: 309 emiten

Untuk jajaran indeks sektoral, mayoritas bergerak ke zona hijau, di antaranya sektor energi, bahan baku, industri, properti, teknologi, transportasi, infrastruktur, serta konsumer baik siklikal maupun non-siklikal. Sebaliknya, hanya sektor keuangan yang menjadi penahan laju indeks karena terjerembab di zona merah.

Dari deretan pergerakan emiten, saham Insight Investment Management memimpin kelompok top gainers setelah melonjak 34,02 persen ke posisi Rp130.

Diikuti oleh PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang melejit 25 persen ke level Rp260, serta PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang juga melesat 25 persen ke harga Rp340.

Di sisi lain, jajaran top losers ditempati oleh PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang merosot 14,90 persen ke Rp1.085, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) yang terkoreksi 14,85 persen menjadi Rp2.810, serta PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang melemah 13,89 persen ke posisi Rp93 per lembar saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Terkini

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

×