- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,55 persen ke level 6.141 pada sesi pertama, Jumat, 17 Juli 2026.
- Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan signifikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar serta sektor keuangan yang naik sebesar 1,64 persen.
- Total nilai transaksi perdagangan sesi pertama mencapai Rp7,19 triliun dengan volume mencapai 10,96 miliar saham di Bursa Efek Indonesia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap berada di zona positif pada sesi pertama Perdagangan, Jumat,17 Juli 2026. IHSG ditutup menguat 33,76 poin atau 0,55 persen ke level 6.141.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, Penguatan IHSG ditopang oleh menguatnya saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG dibuka di level 6.113, sempat menyentuh level tertinggi 6.153, dan bergerak hingga level terendah 6.079.
Nilai transaksi mencapai Rp7,19 triliun dengan volume perdagangan 10,96 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,12 juta kali.
Saham-saham perbankan menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar pada perdagangan sesi I. BBCA naik 2,41 persen ke level 6.375, BBRI menguat 3,15 persen ke level 2.950, dan BMRI melonjak 3,25 persen ke level 4.450.
![Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/21/50964-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-saham.jpg)
Sementara itu, dari sisi volume perdagangan, saham BNBR menjadi yang paling aktif diperdagangkan. Posisi berikutnya ditempati BUMI dan KBLV.
Di kelompok saham LQ45, TLKM menjadi top gainer setelah menguat 4,74 persen ke level 2.650. Disusul BBTN yang naik 4,55 persen menjadi 1.265 dan TOWR yang menguat 4,10 persen ke level 406.
Sebaliknya, HRTA menjadi saham dengan pelemahan terdalam di LQ45 setelah turun 2,55 persen ke level 1.910. Selanjutnya MEDC melemah 1,58 persen ke level 1.245 dan MDKA turun 1,50 persen ke level 2.620.
Secara sektoral, sektor keuangan menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan kenaikan 1,64 persen. Disusul sektor infrastruktur yang naik 0,19 persen dan sektor properti menguat 0,16 persen.
Di sisi lain, sektor bahan baku menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,79 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 0,49 persen dan sektor industri melemah 0,43 persen.
Data perdagangan IHSG sesi I:
- IHSG: 6.141 (+33,76 poin atau +0,55 persen)
- Pembukaan: 6.113
- Tertinggi: 6.153
- Terendah: 6.079
- Nilai transaksi: Rp7,19 triliun
- Volume perdagangan: 10,96 miliar saham
- Frekuensi transaksi: sekitar 1,12 juta kali
Top Value
- BBCA: 6.375 (+2,41 persen)
- BBRI: 2.950 (+3,15 persen)
- BMRI: 4.450 (+3,25 persen)
Top Volume
- BNBR: 86 (0,00 persen)
- BUMI: 149 (0,00 persen)
- KBLV: 136 (+25,93 persen)
Top Gainers LQ45
- TLKM: 2.650 (+4,74 persen)
- BBTN: 1.265 (+4,55 persen)
- TOWR: 406 (+4,10 persen)
Top Losers LQ45
- HRTA: 1.910 (-2,55 persen)
- MEDC: 1.245 (-1,58 persen)
- MDKA: 2.620 (-1,50 persen)
Top Gainers JII
- BRIS: 1.865 (+7,18 persen)
- TLKM: 2.650 (+4,74 persen)
- AADI: 8.750 (+2,94 persen)
Top Losers JII
- ARCI: 1.080 (-2,70 persen)
- BRMS: 550 (-1,79 persen)
- MEDC: 1.245 (-1,58 persen)
Top Sectors
- IDX Finance: +1,64 persen
- IDX Infrastructure: +0,19 persen
- IDX Property: +0,16 persen
Bottom Sectors
- IDX Basic Materials: -0,79 persen
- IDX Technology: -0,49 persen
- IDX Industrials: -0,43 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.