- Pemerintah menyetujui kenaikan margin fee Bulog dari Rp50 menjadi 7 persen per kilogram beras pada 3 Agustus 2026.
- Kebijakan tersebut dan penurunan bunga kredit memproyeksikan neraca keuangan Bulog berbalik positif Rp1,14 triliun pada akhir tahun 2026.
- Bulog berencana meningkatkan anggaran pemeliharaan gudang hingga dua kali lipat mulai September 2026 untuk memperbaiki kualitas pelayanan masyarakat.
Suara.com - Perum Bulog memproyeksikan neraca keuangannya berbalik positif hingga Rp1,14 triliun pada akhir 2026 setelah pemerintah menyetujui kenaikan margin fee perusahaan.
Imbalan atas penugasan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu kini dinaikkan dari Rp50 per 1 kilogram beras menjadi 7 persen dari harga yang ditetapkan.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan persetujuan kenaikan margin merupakan hasil dukungan pemerintah, mulai dari Presiden Prabowo Subianto beserta jajarannya.
"Kami tasyakuran malam hari ini juga rasa syukur kami telah disetujui oleh pemerintah dari Bapak Presiden, Bapak Menteri Pertanian, Bapak Menko Pangan, Bapak Menteri Keuangan, dan seluruh menteri lainnya termasuk Pak Mensesneg yaitu margin Bulog yang dulunya per kilo 50 rupiah sekarang menjadi 7 persen," kata Rizal usai acara tasyakuran di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurut dia, margin 7 persen jika dikonversi setara sekitar Rp970 per kilogram. Dengan skema tersebut, kondisi keuangan Bulog diproyeksikan membaik signifikan hingga mencatatkan surplus pada akhir tahun.
"Nah 7 persen itu kalau dikalkulasikan dengan angka menjadi sekitar Rp970. Sehingga dengan Rp970 tersebut kalau diperhitungkan sampai dengan akhir tahun maka diproyeksikan neraca keuangan Bulog akan menjadi positif yaitu sekitar Rp1,14 triliun rupiah," jelasnya.
![Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani usai acara tasyakuran di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026). [Suara.com/Fakhri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/04/70172-direktur-utama-bulog-ahmad-rizal-ramdhani.jpg)
Rizal menuturkan, perbaikan kondisi keuangan akan dimanfaatkan Bulog untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui peningkatan anggaran operasional pemeliharaan gudang yang akan mulai diberlakukan pada September 2026.
Ia menjelaskan, biaya operasional pemeliharaan gudang akan dinaikkan hingga dua kali lipat. Sebagai contoh, gudang tipe A yang sebelumnya memperoleh anggaran pemeliharaan Rp2 juta per gudang akan meningkat menjadi Rp4 juta.
"Kami Bulog akan memperbaiki dan menaikkan kualitas serta menaikkan tingkat pelayanan kami kepada masyarakat dan kami berjanji akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara Republik Indonesia," ucapnya.
Selain kenaikan margin, Bulog juga memperoleh keringanan biaya pinjaman setelah pemerintah menurunkan bunga kredit perusahaan menjadi 3 persen mulai 2026.
Menurut Rizal, kebijakan tersebut akan memangkas beban pembayaran bunga lebih dari Rp1,07 triliun dalam setahun.
Ia menilai, kombinasi kenaikan margin dan penurunan bunga pinjaman akan memperkuat kesehatan keuangan Bulog sehingga perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk menjalankan penugasan pemerintah di sektor pangan.
"Kalau pemerintah memberikan margin kepada Bulog itu 7 persen, itu sama dengan BUMN-BUMN lain. Saya pikir itu wajar, sudah hal yang wajar," pungkasnya.