- IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319 pada Selasa (4/8/2026) akibat aksi beli bersih asing.
- Kenaikan IHSG diproyeksikan berlanjut hari Rabu (5/8/2026) didukung derasnya aliran modal pada saham berkapitalisasi besar.
- Sentimen global turut menopang pasar setelah Wall Street mencetak rekor tertinggi berkat laporan keuangan emiten yang solid.
Rekomendasi MNC Sekuritas:
ANTM
EMAS
INDY
VKTR
XIHD
Sentimen Global: Wall Street Cetak Rekor, Harga Minyak Anjlok
Kinerja positif IHSG juga beresonansi dengan optimisme di pasar global. Pada perdagangan Selasa waktu setempat, indeks-indeks utama di Wall Street kompak ditutup menguat tajam, bahkan Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Indeks Dow Jones melonjak 1,71%, S&P 500 melesat 1,79%, dan Nasdaq Composite meningkat pesat 2,59%. Terdapat dua katalis utama yang memicu rali di bursa Amerika Serikat:
Laporan Keuangan Emiten yang Solid: Musim rilis laporan keuangan kuartal kedua (2Q) memberikan kejutan positif, terutama di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Saham Palantir Technologies meroket 29% berkat tingginya permintaan teknologi AI.
Sentimen ini menular ke produsen cip seperti Micron Technology (naik lebih dari 7%) dan Marvell Technology (melesat hampir 13%).
Selain itu, saham Caterpillar menjadi pendorong utama setelah membukukan laba di atas perkiraan berkat meningkatnya permintaan alat berat untuk pembangunan pusat data AI.
Pelemahan Harga Minyak Dunia: Kekhawatiran pasar terhadap disrupsi rantai pasok energi mulai mereda. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington tengah menjalin dialog diplomatik dengan Iran guna mencapai kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Harapan damai ini langsung membuat harga minyak anjlok; minyak WTI turun 5,69% menjadi
Sejalan dengan optimisme dari Wall Street, bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak menguat moderat pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,32% dan Topix menguat 0,04%. Di Korea Selatan, indeks KOSPI dan KOSDAQ masing-masing melesat tajam 1,62% dan 5,9%.
Sementara itu, ASX 200 Australia bertambah 1,4% dan FTSE Malay KLCI naik 0,4%. Namun, bursa regional tidak sepenuhnya menghijau; indeks Hang Seng Hong Kong dan Taiex Taiwan tercatat sedikit terkoreksi, masing-masing melemah 0,6%.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan literasi keuangan berdasarkan pernyataan resmi otoritas terkait, bukan merupakan saran investasi, rekomendasi keuangan, atau bujukan untuk melakukan transaksi finansial tertentu.