Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar

Dythia Novianty

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar
Ilustrasi masyarakat miskin. [Antara/Novrian Arbi/foc]
baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik mencatat penduduk miskin Jawa Barat turun menjadi 6,54 persen atau 3,44 juta jiwa pada Maret 2026.
  • Gini Ratio Jawa Barat naik menjadi 0,413 akibat penambahan penduduk miskin perdesaan dan konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu.
  • Komoditas makanan mendominasi garis kemiskinan per kapita, dengan beras dan rokok kretek filter sebagai pengeluaran terbesar warga rentan.

Suara.com - Di tengah akselerasi digitalisasi dan transformasi ekonomi di koridor Jawa Barat, tantangan terbesar bagi pemerintah daerah bukan lagi sekadar menurunkan angka kemiskinan makro, melainkan bagaimana memastikan pertumbuhan tersebut terdistribusi secara merata.

Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh sektor industri dan teknologi sering kali menciptakan fenomena "dua sisi mata uang": kemiskinan secara sistemik berkurang, namun jurang antara kelompok super-kaya dan kelompok rentan justru semakin menganga.

Berdasarkan pemutakhiran data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat per Maret 2026, persentase penduduk miskin di wilayah ini berhasil ditekan hingga menyentuh angka 6,54 persen.

Secara kuantitas, terdapat pengurangan sebanyak 114,23 ribu jiwa, yang kini menyisakan total 3,44 juta penduduk miskin di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia ini.

Inovasi Data: Mengukur Kualitas Kemiskinan Melalui Indeks Presisi

Penurunan angka kemiskinan ini bukan sekadar statistik permukaan. BPS menggunakan metrik yang lebih tajam untuk melihat "kedalaman" masalah.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) tercatat turun dari 1,14 menjadi 1,04, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menyusut dari 0,27 menjadi 0,23.

Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin mulai mendekati garis kemiskinan, sebuah sinyal positif bagi efektivitas program bantuan sosial berbasis data.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa standar pengukuran ini didasarkan pada kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar yang terus dikalibrasi.

baca juga

"BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar untuk mengukur kemiskinan. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non-makanan yang diukur menurut garis kemiskinan," ungkap Ari dilansir dari laman Antara, Sabtu (7/8/2026).

Kontradiksi Gini Ratio: Alarm bagi Ketimpangan Ekonomi

Meski kualitas hidup penduduk miskin membaik secara rata-rata, Jawa Barat menghadapi tantangan besar pada Gini Ratio (indeks ketimpangan).

Angka ketimpangan pengeluaran di Jawa Barat merangkak naik menjadi 0,413 yang meningkat 0,016 poin dibandingkan periode September 2025.

Meningkatnya ketimpangan ini mengindikasikan bahwa distribusi kekayaan atau pengeluaran di Jawa Barat terkonsentrasi pada kelompok masyarakat tertentu.

Hal ini diperparah dengan perbedaan performa ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Jika perkotaan berhasil memangkas jumlah warga miskin sebanyak 124,61 ribu orang, wilayah perdesaan justru mencatat penambahan 10,38 ribu penduduk miskin baru.

Dominasi Komoditas dan Tantangan Ketahanan Pangan

Ilustrasi beras. [Ist]
Ilustrasi beras. [Ist]

Data BPS mengungkap bahwa garis kemiskinan di Jawa Barat kini berada di angka Rp609.790 per kapita per bulan. Menariknya, porsi makanan masih sangat dominan, yakni mencapai 74,48 persen.

Inovasi di sektor agritech dan rantai pasok pangan menjadi krusial karena beras tetap menjadi kontributor utama garis kemiskinan (21,33 persen di kota dan 26,78 persen di desa).

Selain kebutuhan pokok, rokok kretek filter secara konsisten menjadi pengeluaran terbesar kedua yang menguras dompet masyarakat rentan.

"Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, indikator kemiskinan di Jawa Barat secara umum membaik dibandingkan September 2025. Namun, indikator ketimpangan mengalami kenaikan sehingga tetap perlu menjadi perhatian serius," tegas Ari.

Dampak dan Masa Depan: Perlunya Integrasi Teknologi Digital di Desa

Melihat disparitas yang melebar antara kota dan desa, para analis ekonomi menekankan perlunya inovasi teknologi yang lebih inklusif. Peningkatan angka kemiskinan di desa sebesar 0,20 persen poin menunjukkan bahwa infrastruktur digital dan peluang ekonomi baru belum menyentuh pelosok Jawa Barat secara optimal.

Kedepannya, keberhasilan Jawa Barat tidak hanya diukur dari seberapa rendah persentase kemiskinan, tetapi seberapa cerdas pemerintah menggunakan data presisi untuk menutup jurang ketimpangan.

Tanpa intervensi teknologi yang tepat sasaran di wilayah perdesaan, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berisiko menjadi pertumbuhan yang tidak eksklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turis Asing ke RI Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2019

Turis Asing ke RI Tembus 7,45 Juta, Tertinggi Sejak 2019

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Deflasi Juli 2026 Picu Tanda Tanya, BPS Sebut Bukan Gara-gara MBG Libur

Deflasi Juli 2026 Picu Tanda Tanya, BPS Sebut Bukan Gara-gara MBG Libur

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:49 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026

RI Cuan dari Nikel dan Batu Bara, Ekspornya Melonjak pada Juni 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:59 WIB

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23 WIB

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Terkini

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

×