- PT Gudang Garam Tbk membukukan laba Rp2,976 triliun pada semester I 2026 meskipun pendapatan perseroan mengalami penurunan.
- Peningkatan laba tersebut ditopang oleh penyesuaian harga jual, penurunan beban usaha, serta berkurangnya biaya bunga perusahaan.
- Direktur Gudang Garam Heru Budiman menyampaikan penjelasan tersebut dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta.
Heru menjelaskan penurunan persediaan mengikuti berkurangnya pembelian bahan baku sejalan dengan penurunan volume penjualan, bukan merupakan langkah khusus perseroan untuk mengurangi persediaan.
Total aset Gudang Garam tercatat Rp77,787 triliun pada akhir Juni 2026, turun 2,5 persen dibandingkan Rp79,801 triliun setahun sebelumnya. Total liabilitas juga turun 26,4 persen menjadi Rp13,779 triliun dari Rp18,726 triliun.
Pinjaman bank jangka pendek yang tercatat Rp5,205 triliun pada 30 Juni 2025 telah menjadi nihil pada 30 Juni 2026.
Pada saat yang sama, ekuitas meningkat 4,8 persen menjadi Rp64,008 triliun dari Rp61,075 triliun.
Penurunan liabilitas dan peningkatan ekuitas membuat rasio total liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 21,5 persen dari 30,7 persen pada akhir Juni tahun sebelumnya.
Terkait kebijakan dividen, Heru mengatakan perseroan akan mempertimbangkan pembagian dividen apabila dana yang tersedia tidak diperlukan untuk kebutuhan perusahaan.
"Kalau memang uang itu tidak diperlukan, ya tentunya akan dipertimbangkan untuk membayar dividen," ujarnya.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026 yang membahas tahun buku 2025, Gudang Garam sebelumnya memutuskan pembagian dividen Rp800 per saham dengan nilai total sekitar Rp1,6 triliun. Perseroan belum menyampaikan besaran dividen untuk tahun buku berikutnya.