- OJK mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan triwulan III-2026 berada di zona optimis dengan nilai 56.
- Indeks Persepsi Risiko perbankan mencapai 57, menunjukkan keyakinan industri dalam mengelola kualitas kredit dan likuiditas.
- Industri perbankan mencatatkan Indeks Ekspektasi Kinerja sebesar 83, didorong proyeksi pertumbuhan kredit dan penghimpunan DPK.
Responden memproyeksikan sektor Industri Pengolahan tetap menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kredit ke depan.
![Ilustrasi bank. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/25/29896-ilustrasi-bank.jpg)
Dari sisi penghimpunan dana, perbankan juga memperkirakan DPK tetap tumbuh pada triwulan III-2026.
Perbankan terus mengoptimalkan penghimpunan sumber dana untuk menopang ekspansi kredit sekaligus menjaga likuiditas.
Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK, Sekar Putih Djarot, menyampaikan bahwa optimisme industri perbankan tersebut tetap perlu diiringi kewaspadaan terhadap perkembangan ekonomi global.
“Industri perbankan masih menunjukkan optimisme terhadap prospek kinerja dan memiliki keyakinan dalam mengelola risiko. Namun, perkembangan kondisi global tetap menjadi perhatian karena dapat memberikan implikasi terhadap perekonomian nasional,” ujar Sekar.
Seluruh responden bank umum menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap perkembangan kondisi global yang berpotensi berlangsung dalam jangka waktu panjang dan bahkan disertai risiko pemburukan yang lebih dalam.
Responden menilai dinamika tersebut memiliki implikasi signifikan terhadap prospek dan kinerja perekonomian nasional ke depan.
Meski demikian, berbagai indikator utama sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, hingga saat ini masih menunjukkan kinerja dan ketahanan yang terjaga.
Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, permodalan yang kuat, serta likuiditas yang memadai di tengah dinamika dan ketidakpastian perekonomian global maupun domestik.
OJK menilai keberlanjutan kinerja perbankan membutuhkan dukungan ekosistem ekonomi yang sehat, stabil, dan kondusif agar fungsi intermediasi perbankan dapat terus berjalan secara optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, momentum pertumbuhan ekonomi nasional perlu terus dijaga melalui berbagai upaya yang mendukung stabilitas, produktivitas, dan peningkatan daya saing.
![Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/27/82255-otoritas-jasa-keuangan-atau-ojk-sumsel.jpg)
Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat, perbankan diharapkan mampu mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global.