Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Liberty Jemadu

Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB
Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026
PT Astra International Tbk (ASII) merealisasikan belanja modal sebesar Rp11,7 triliun pada semester I 2026 untuk mengakuisisi tambang emas. [Dok ASII]
baca 10 detik
  • PT Astra International Tbk (ASII) merealisasikan belanja modal sebesar Rp11,7 triliun pada semester I 2026 untuk mengakuisisi tambang emas.
  • Presiden Direktur Rudy Chen menyatakan Astra mengalokasikan anggaran belanja modal tahun buku 2026 sekitar Rp36 triliun untuk sektor strategis tersebut.
  • Grup Astra mencatat penurunan laba bersih sebesar 19 persen pada semester I 2026.

Suara.com - PT Astra International Tbk (ASII) menghabiskan sebagian besar modalnya di awal 2026 untuk untuk mengakuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam melalui anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara di Semester I 2026 laba Astra turun 19 persen di saat terjadi penurunan kontribusi dari bisnis pertambangan dan alat beratnya.

ASII mencatat realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp16,9 triliun sepanjang semester I-2026 dan Rp11,7 triliun di antaranya digunakan untuk mengakuisisi PT Arafura Surya Alam. Sementara Rp5,2 triliun digunakan untuk pembelian alat berat yang mendukung bisnis kontraktor pertambangan.

Presiden Direktur Astra International Rudy Chen, dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, pekan ini mengatakan untuk tahun buku 2026, ASII  mengalokasikan anggaran capex sekitar Rp36 triliun. Mayoritas anggaran tersebut dialokasikan untuk bisnis alat berat dan kontraktor pertambangan.

“Bisa dibilang mayoritas capex yang digunakan untuk maintenance itu dialokasikan di pilar alat berat kontraktor pertambangan, sedangkan untuk investasi itu masukin sektor-sektor strategis dengan melihat kondisi yang memungkinkan dan relevan dengan kami,” jelas Rudy.

Ia menambahkan, perseroan akan menggunakan anggaran capex secara hati-hati dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis, peluang pertumbuhan, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi grup.

“Seperti biasanya kami melakukan ini secara prudent, sesuai dengan kebutuhan bisnis, peluang pertumbuhan dan tentunya penciptaan nilai jangka panjang untuk grup," tambahnya.

Tiga fokus

Lebih lanjut Rudy mengungkapkan Astra berfokus pada tiga bisnis inti, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat.

baca juga

Ke depan, perseroan merancang kerangka alokasi modal yang lebih disiplin, termasuk dalam hal pembagian dividen dan pembelian kembali saham (share buyback), serta berkomitmen melakukan transformasi melalui penyelarasan kepemimpinan.

“Jadi kami juga punya rangka alokasi modal, kriteria investasi yang cukup jelas untuk mencerminkan penggunaan modal yang lebih disiplin ke depan,” kata Rudy.

Rudy mengatakan perusahaan akan lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. Astra tetap akan berinvestasi, namun secara lebih selektif dengan mengutamakan area yang memiliki kesesuaian strategis dengan Astra, menghasilkan imbal hasil yang baik, serta memperkuat ekosistem perusahaan.

Laba turun tajam

Adapun pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra pada Semester I 2026 tercatat sebesar Rp157,9 triliun, turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih, tidak termasuk pos non-recurring items, tercatat Rp14,9 triliun atau turun 7 persen secara tahunan.

Meski hampir seluruh bisnis mencatatkan kinerja yang baik, kinerja Grup Astra secara keseluruhan terdampak oleh penurunan kontribusi bisnis solusi pertambangan dan alat berat.

Penurunan tersebut mencerminkan minimnya kontribusi dari divisi pertambangan emas, penurunan penjualan alat berat, serta penurunan volume pada divisi jasa penambangan dan pertambangan batu bara.

Perseroan juga mencatat non-recurring items sebesar Rp2,4 triliun yang terutama berasal dari penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas dan penurunan nilai atau impairment.

Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih Grup Astra tercatat sebesar Rp12,5 triliun, turun 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial

Strategi ACC Tingkatkan Kualitas Layanan Melalui Solusi Finansial

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 14:48 WIB

Pebalap Astra Honda Racing Team Siap Taklukkan Sirkuit Sepang Malaysia

Pebalap Astra Honda Racing Team Siap Taklukkan Sirkuit Sepang Malaysia

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 15:05 WIB

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:12 WIB

Chandra Asri Caplok Saham Otomotif Pengendali Astra International di Singapura dan Malaysia

Chandra Asri Caplok Saham Otomotif Pengendali Astra International di Singapura dan Malaysia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:14 WIB

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan, Investor Asing Resah

Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan, Investor Asing Resah

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 17:01 WIB

Terkini

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

×