OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer

Dythia Novianty

Selasa, 15 September 2026 | 10:16 WIB
OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Rekening dan Nomor Bisa Dicek Sebelum Transfer
Kepala Direktorat Pemberantasan Aktivitas Keuanga Ilegal dan Penipuan Transaksi Keuangan OJK sekaligus Ketua Satgas Pasti, Hudiyanto dalam DeepTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Alfian]
baca 10 detik
  • Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan aplikasi anti-scam agar masyarakat dapat memeriksa rekening serta nomor WhatsApp sebelum melakukan transaksi.
  • Indonesia menerima hingga 1.300 laporan penipuan digital setiap hari, dengan sebagian besar pengaduan masuk setelah 12 jam.
  • Komdigi dan GASA Indonesia menyatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri sehingga ekosistem digital harus mempersempit ruang gerak penipu.

Suara.com - Penanganan penipuan digital atau scam tidak cukup hanya dengan memblokir rekening setelah korban kehilangan uang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini mendorong langkah pencegahan agar masyarakat bisa mengecek risiko sebelum melakukan transaksi.

Langkah tersebut disiapkan melalui aplikasi anti-scam yang memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan terhadap rekening, nomor WhatsApp, hingga pihak yang akan diajak bertransaksi.

Kepala Direktorat Pemberantasan Aktivitas Keuanga Ilegal dan Penipuan Transaksi Keuangan OJK sekaligus Ketua Satgas Pasti, Hudiyanto, mengatakan scam kini telah berkembang menjadi sebuah industri sehingga penanganannya tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak.

Indonesia bahkan menerima sekitar 1.000 hingga 1.300 laporan scam setiap hari. Di tengah tingginya laporan tersebut, tantangan terbesar adalah waktu pelaporan korban.

Lebih dari 80 persen laporan masuk setelah 12 jam sejak transaksi terjadi. Ketika laporan datang terlambat, uang korban menjadi semakin sulit ditelusuri.

Karena itu, OJK menilai pencegahan harus dilakukan sebelum transaksi.

“Prevention is much better,” ujarnya dalam DeepTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini.

Bisa Cek Rekening Sebelum Uang Dikirim

Aplikasi anti-scam yang tengah disiapkan OJK ditujukan untuk menjadi alat pengecekan sebelum masyarakat melakukan transaksi.

baca juga

"Pengguna nantinya dapat mengetahui apakah rekening bank yang akan menerima uang pernah dilaporkan berbahaya. Pengecekan juga mencakup nomor WhatsApp yang pernah dilaporkan, konten di platform digital, hingga status seseorang atau entitas dalam daftar hitam," jelas dia.

Masyarakat juga dapat mengecek apakah sebuah institusi memiliki izin.

Konsep tersebut membuat perlindungan tidak lagi hanya bergerak setelah korban tertipu. Masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berhenti dan mengecek terlebih dahulu sebelum uang berpindah.

Di balik satu aplikasi tersebut, data akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari OJK, Komdigi, industri perbankan, Bank Indonesia, PPATK, BSSN, industri, hingga asosiasi terkait.

GASA: Teknologi Juga Dipakai untuk Memperkuat Scam

Dorongan pencegahan tersebut menjadi semakin penting karena modus scam terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Ketua Gasa Chapter Indonesia dan Director and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan teknologi memiliki dua sisi.

"Di satu sisi teknologi dapat digunakan untuk memberikan perlindungan, tetapi di sisi lain juga membuat pelaku lebih mudah mengembangkan modus penipuan," ucapnya.

Ketua Global Anti-Scam Alliance (GASA) Chapter Indonesia, Reski Damayanti dalam DeppTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Alfian]
Ketua Global Anti-Scam Alliance (GASA) Chapter Indonesia, Reski Damayanti dalam DeppTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Alfian]

Riset GASA Indonesia pada 2025 menunjukkan 86 persen responden merasa mampu mengenali scam. Namun, 66 persen tetap terpapar scam dan 14 persen menjadi korban.

Menurut Reski, angka tersebut menunjukkan bahwa meningkatkan kesadaran masyarakat saja belum cukup.

“Jangan hanya membuat masyarakat lebih aware, tetapi bagaimana kita membuat scam itu lebih sulit sampai kepada masyarakat,” ujar Reski.

Karena itu, tanggung jawab pencegahan tidak bisa hanya diberikan kepada konsumen. Platform digital, operator telekomunikasi, lembaga pembayaran dan pelaku ekosistem lainnya perlu ikut mempersempit ruang gerak scam.

Komdigi: Pemerintah Tak Bisa Bergerak Sendiri

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arief Yadi, menilai penanganan scam semakin kompleks karena ruang digital bersifat terbuka, tanpa batas wilayah, dan memungkinkan pelaku beroperasi secara anonim.

"Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah, termasuk memblokir nomor, situs, email, hingga aplikasi yang digunakan untuk aktivitas bermasalah," terangnya.

Namun, langkah tersebut tidak bisa berdiri sendiri.

"Penanganan scam juga membutuhkan penegakan hukum, pencegahan, pemulihan kerugian korban, serta penguatan literasi digital masyarakat. Karena itu, perang melawan scam membutuhkan dukungan seluruh ekosistem," beber dia.

Bukan Sekadar Memblokir Setelah Korban Jatuh

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arief Yadi dalam DeepTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Alfian]
Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi, Teguh Arief Yadi dalam DeepTalk Podcast Suara.com di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Alfian]

Persoalan scam pada akhirnya bukan hanya soal seberapa cepat rekening atau nomor pelaku dapat diblokir.

Masalah yang lebih besar adalah bagaimana mencegah masyarakat melakukan transaksi kepada pihak yang berisiko sejak awal.

Rencana aplikasi anti-scam OJK bergerak ke arah tersebut. Masyarakat didorong untuk melakukan pengecekan sebelum transfer, sementara data dari berbagai lembaga dan industri digunakan untuk memperkuat sistem pencegahan.

GASA Indonesia melihat perlindungan juga harus diperluas ke platform dan pelaku ekosistem digital. Sementara Komdigi menekankan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian menghadapi ruang digital yang terbuka dan terus berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Hidup Mahal? Data Ungkap Warga Indonesia Kewalahan Hadapi Inflasi

Biaya Hidup Mahal? Data Ungkap Warga Indonesia Kewalahan Hadapi Inflasi

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 11:40 WIB

Cara Mudah Mengubah Desil Lewat HP dari Rumah, Begini Langkah-langkahnya

Cara Mudah Mengubah Desil Lewat HP dari Rumah, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 11:29 WIB

Pegadaian Gaungkan Kampanye "Tenang Saja", Sebanyak 27 Juta Nasabah Didorong untuk Gunakan tring!

Pegadaian Gaungkan Kampanye "Tenang Saja", Sebanyak 27 Juta Nasabah Didorong untuk Gunakan tring!

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 06:18 WIB

Jarang Ada yang Tahu! 4 Fitur Rahasia Google Maps yang Bikin Perjalanan Lebih Praktis

Jarang Ada yang Tahu! 4 Fitur Rahasia Google Maps yang Bikin Perjalanan Lebih Praktis

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 13:09 WIB

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:15 WIB

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 21:47 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×