Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
Purbaya Yudhi Sadewa dikritik karena blunder komunikasi, overconfidence, dan kalah kapasitas memimpin. Foto Suara.com/AI
baca 10 detik
  • Purbaya dicopot mendadak setelah sekitar setahun menjabat Menkeu.
  • Kebijakan fiskal, Danantara, dan disiplin APBN jadi sorotan.
  • Konflik internal Kemenkeu disebut ikut mendorong pergantian Purbaya.

Suara.com - Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pada Senin (14/9/2026), Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba mencopotnya dan menunjuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian tersebut mengejutkan. Pasalnya, Purbaya masih menjalankan tugasnya pada Senin pagi. Ia bahkan menghadiri rapat bersama Komite IV DPD RI untuk membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Beberapa jam kemudian, posisinya sudah berpindah tangan. Purbaya disebut mendapat informasi mengenai pencopotannya melalui panggilan telepon.

Lantas, apa sebenarnya yang membuat Purbaya dicopot?

Kebijakan Likuiditas

Sejak awal menjabat, Purbaya dikenal mendorong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar lebih agresif menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.

Salah satu kebijakan yang paling banyak mendapat perhatian adalah penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar di perbankan. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas bank sehingga mampu meningkatkan penyaluran kredit dan mendorong aktivitas ekonomi.

Pada 2025, pemerintah menempatkan Rp200 triliun di lima bank. Kebijakan serupa kemudian berkembang dengan tambahan penempatan dana hingga ratusan triliun rupiah.

Purbaya meyakini tambahan likuiditas tersebut dapat mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit. Namun, pendekatan tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai koordinasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia.

baca juga

Purbaya bahkan beberapa kali menyampaikan pandangan yang cukup keras mengenai kondisi likuiditas perbankan dan kebijakan Bank Indonesia.

Ia juga mendorong pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk memperkuat likuiditas. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan kredit hingga di atas 20%.

Defisit APBN Mendekati Batas

Faktor lain yang menjadi sorotan adalah kekhawatiran terhadap disiplin fiskal.

Secara kasat mata, kondisi APBN ketika Purbaya dicopot belum menunjukkan kegagalan. Hingga Agustus 2026, defisit APBN tercatat sekitar 0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, Purbaya memproyeksikan defisit APBN 2026 dapat mencapai sekitar Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

Berapa Gaji Purbaya Selama Jadi Menkeu? Anak Sebut Jadi Menteri Duitnya Kecil

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:39 WIB

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

5 Cuitan Anak Purbaya usai Ayahnya Dicopot Sebagai Menkeu: Sindir Gaji Kecil hingga Mafia

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 10:38 WIB

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

Sorenya Dicopot, Eks Menkeu Purbaya Malamnya Bikin Gempar: Sudah Siap Belum?

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:08 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×