Komisi XII DPR Ungkap Poin Krusial RUU Migas, Termasuk Bada Usaha Khusus di Bawah Presiden

M Nurhadi

Senin, 21 September 2026 | 10:35 WIB
Komisi XII DPR Ungkap Poin Krusial RUU Migas, Termasuk Bada Usaha Khusus di Bawah Presiden
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Bambang Haryadi. (Bagaskara Isdiansyah]
baca 10 detik
  • Komisi XII DPR RI dan pemerintah sepakat membentuk Badan Usaha Khusus yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden pada 21 September 2026.
  • Revisi aturan Domestic Market Obligation diubah dari paling banyak menjadi paling sedikit 25 persen untuk mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi.
  • Badan Usaha Khusus memegang kendali penuh wilayah kerja migas dan menyederhanakan perizinan untuk memberikan kepastian hukum bagi para investor.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan, draf Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi atau RUU Migas tengah terus dimatangkan.

Sejumlah poin krusial disiapkan untuk memperbaiki tata kelola sektor energi nasional, salah satunya adalah pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Minyak dan Gas Bumi yang akan berada langsung di bawah kendali Presiden.

Bambang Haryadi menjelaskan, kedudukan BUK yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden telah disepakati oleh pemerintah. Ketentuan ini secara tegas tertuang dalam Pasal 5 ayat (3) draf RUU tersebut.

"Dalam draf RUU Migas yang sudah diserahkan ke pemerintah, ada Pasal 5 ayat 3 yang mengatur BUK bertanggung jawab kepada presiden. Alhamdulillah, ketentuan yang kami usulkan itu sudah disepakati pemerintah," kata Bambang Haryadi, Senin (21/9/2026).

Penguatan DMO Sesuai Putusan MK

Poin krusial lainnya dalam revisi ini adalah perubahan skema Domestic Market Obligation (DMO). Bambang menyebut adanya perubahan frasa dari "paling banyak 25 persen" menjadi "paling sedikit 25 persen" terkait kewajiban pemenuhan kebutuhan migas dalam negeri.

Menurutnya, penyesuaian ini merupakan langkah vital untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2003 terhadap UU No. 22 Tahun 2001.

"Untuk DMO dalam UU No 22/2001 diatur untuk kepentingan dalam negeri itu 'paling banyak 25 persen'. Itu diubah dalam RUU Migas jadi 'paling sedikit 25 persen'. Itu salah satu pasal krusial guna memenuhi putusan MK," kata dia.

Kewenangan Khusus dan Sentralisasi Perizinan

baca juga

Dalam draf RUU ini, BUK juga akan diberikan kewenangan khusus (lex specialis) yang mengungguli aturan sektoral lainnya.

Hal ini mencakup kemudahan dalam pengaturan cadangan migas di berbagai kawasan, baik hutan, kelautan, maupun pertanian, sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat 3.

Selain itu, seluruh Wilayah Kerja (WK) migas nantinya akan berada di bawah kendali penuh BUK. Artinya, jika BUK tidak mampu mengelola sendiri, mereka dapat melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak swasta atau Badan Usaha Tetap, namun posisi kontrol tetap berada di tangan BUK.

"Semua wilayah kerja itu akan dikuasai oleh BUK. Harus dikerjakan oleh BUK. Ketika ada yang tidak bisa dikerjakan, BUK dapat menawarkan kerja sama dengan Badan Usaha atau Badan Usaha Tetap, tetapi bukan melepas. Tetapi lebih tepatnya BUK akan melakukan KSO dengan Badan Usaha maupun Badan Usaha tetap atas wilayah kerja yang tidak bisa dikerjakan sendiri," tutur Bambang.

Jaminan Kepastian bagi Investor

Bambang menambahkan, skema ini dirancang untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Dengan mekanisme ini, investor tidak perlu lagi dipusingkan dengan kerumitan perizinan yang selama ini sering menjadi hambatan.

"Investor hanya terima beres izin, silakan langsung kerja. Karena walaupun dalam skema kerjasama, tetapi seluruh pengurusan ijin akan dilakukan oleh BUK," pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum, kenyamanan, serta keamanan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor migas Indonesia, sekaligus menjaga kedaulatan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bakal Ada BUK Migas seperti Usul DPR, Potong Birokrasi Langsung di Bawah Presiden

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bahlil Pastikan Badan Usaha Khusus Migas Langsung di Bawah Presiden!

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 07:30 WIB

Di Depan Bahlil, PDIP Tagih Progres Pembahasan RUU Migas: Apa Kabar Gerangan?

Di Depan Bahlil, PDIP Tagih Progres Pembahasan RUU Migas: Apa Kabar Gerangan?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 15:53 WIB

Pemerintah Tunggu Surpres RUU Migas, SKK Migas Bisa Berubah

Pemerintah Tunggu Surpres RUU Migas, SKK Migas Bisa Berubah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:09 WIB

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir

Gerindra: Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Soal Tempat Duduk Jangan Didramatisir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:53 WIB

Gerindra Semprot Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Semprot Hotman Paris: Presiden Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 17:32 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

RI Dinilai Butuh UU Migas Baru untuk Tarik Investor Jangka Panjang

RI Dinilai Butuh UU Migas Baru untuk Tarik Investor Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 10:09 WIB

Terkini

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:25 WIB

×