- Mendagri Tito Karnavian meminta pemda menyalurkan bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat.
- Badan Pangan Nasional dan Bulog harus melanjutkan operasi pasar untuk mengendalikan harga komoditas pangan.
- Langkah antisipasi inflasi tersebut dibahas untuk menghadapi periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) ikut jalankan program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Tujuannya, untuk menjaga daya beli di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Tito mengatakan, Bansos dapat diberikan dalam bentuk tunai maupun nontunai, termasuk bantuan pangan.
"Oleh karena itu kami menyarankan kepada Bapak Menko tadi, yang pertama adalah memperkuat daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan-bantuan sosial, baik itu berupa tunai maupun nontunai termasuk pangan," ujar Tito di Kantor Kemenko Pangan, Senin (26/10/2026).
Dia juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan pemberian bantuan sosial sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Keterlibatan pemda dinilai dapat melengkapi program bantuan yang disiapkan pemerintah pusat.
![Ilustrasi Bansos [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/05/87108-ilustrasi-bansos.jpg)
"Kemudian pemda-pemda juga saya minta mengimbau karena mereka juga memiliki kemampuan. Beberapa daerah punya kemampuan untuk memberikan bantuan sosial," bebernya.
Selain bansos, Tito meminta operasi pasar terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang dan mengendalikan harga pangan di masyarakat.
Menurut dia, pemerintah telah memiliki data mengenai daerah yang membutuhkan intervensi serta komoditas yang perlu menjadi sasaran operasi pasar. Pelaksanaan program tersebut melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya.
"Kemudian yang kedua adalah operasi pasar terus dilanjutkan oleh Badan Pangan Nasional, Bulog, dan yang lain-lain. Dan datanya clear, di kabupaten mana saja itu lengkap, kita memiliki data, sudah disampaikan, dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu" jelas Tito.
Tito menyampaikan usulan tersebut dalam pembahasan langkah antisipasi inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pada periode tersebut, permintaan masyarakat diperkirakan meningkat seiring dengan libur akhir tahun dan tingginya mobilitas penduduk.
Berdasarkan data yang dipaparkan Tito, inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28 persen, masih dalam sasaran pemerintah sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Sementara itu, inflasi bulanan dari Agustus ke September tercatat sebesar 0,30 persen, dengan kelompok makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang utama.