Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB
Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. (Dok: Kemendagri)
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian meminta pemda menyalurkan bantuan sosial guna menjaga daya beli masyarakat.
  • Badan Pangan Nasional dan Bulog harus melanjutkan operasi pasar untuk mengendalikan harga komoditas pangan.
  • Langkah antisipasi inflasi tersebut dibahas untuk menghadapi periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) ikut jalankan program bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Tujuannya, untuk menjaga daya beli di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Tito mengatakan, Bansos dapat diberikan dalam bentuk tunai maupun nontunai, termasuk bantuan pangan.

"Oleh karena itu kami menyarankan kepada Bapak Menko tadi, yang pertama adalah memperkuat daya beli masyarakat dengan memberikan bantuan-bantuan sosial, baik itu berupa tunai maupun nontunai termasuk pangan," ujar Tito di Kantor Kemenko Pangan, Senin (26/10/2026).

Dia juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan pemberian bantuan sosial sesuai dengan kemampuan masing-masing daerah. Keterlibatan pemda dinilai dapat melengkapi program bantuan yang disiapkan pemerintah pusat.

Ilustrasi Bansos [Ist]
Ilustrasi Bansos [Ist]

"Kemudian pemda-pemda juga saya minta mengimbau karena mereka juga memiliki kemampuan. Beberapa daerah punya kemampuan untuk memberikan bantuan sosial," bebernya.

Selain bansos, Tito meminta operasi pasar terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang dan mengendalikan harga pangan di masyarakat.

Menurut dia, pemerintah telah memiliki data mengenai daerah yang membutuhkan intervensi serta komoditas yang perlu menjadi sasaran operasi pasar. Pelaksanaan program tersebut melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan instansi terkait lainnya.

"Kemudian yang kedua adalah operasi pasar terus dilanjutkan oleh Badan Pangan Nasional, Bulog, dan yang lain-lain. Dan datanya clear, di kabupaten mana saja itu lengkap, kita memiliki data, sudah disampaikan, dan komoditasnya apa saja yang perlu dilakukan operasi pasar di tempat itu" jelas Tito.

Tito menyampaikan usulan tersebut dalam pembahasan langkah antisipasi inflasi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pada periode tersebut, permintaan masyarakat diperkirakan meningkat seiring dengan libur akhir tahun dan tingginya mobilitas penduduk.

baca juga

Berdasarkan data yang dipaparkan Tito, inflasi tahunan pada September 2026 mencapai 3,28 persen, masih dalam sasaran pemerintah sebesar 1,5 hingga 3,5 persen. Sementara itu, inflasi bulanan dari Agustus ke September tercatat sebesar 0,30 persen, dengan kelompok makanan dan minuman menjadi salah satu penyumbang utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Cabai Rawit Melonjak, Mendagri: Ini Senangkan Petani

Harga Cabai Rawit Melonjak, Mendagri: Ini Senangkan Petani

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Redam Inflasi, Mendagri Usul Ada Subsidi Tiket Pesawat Hingga Listrik Jelang Nataru

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Pemerintah Bakal Salurkan Bansos 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Terkini

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang Pekan Ini, Hidup Terasa Jauh Lebih Mudah

5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang Pekan Ini, Hidup Terasa Jauh Lebih Mudah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

Temui Abdul Mu'ti, DPR Minta Penanganan Bullying Tak Hanya Jadi Tugas Kemendikdasmen

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:34 WIB

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

IPO BUMN Paling Cepat Bisa Berlangsung 2028

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Dari Ancaman PHK hingga Pemulihan Industri, 3 Kebijakan Ini Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

×