Yeyen Tumena, Jebolan Primavera yang Jaya di Layar Kaca

Ruben Setiawan

Sabtu, 16 Mei 2015 | 09:00 WIB
Yeyen Tumena, Jebolan Primavera yang Jaya di Layar Kaca
Yeyen Tumena. (Twitter)

Suara.com - Hari ini, 39 tahun yang lalu, Yeyen Tumena Chaniago lahir di Padang, Sumatera Barat. Yeyen Tumena adalah pengamat dan komentator sepakbola Indonesia yang pernah jadi punggawa timnas Indonesia di era tahun 90-an.

Penikmat bola di tanah air tentu tak asing dengan lelaki yang satu ini. Wajah Yeyen kerap menghiasi layar kaca televisi nasional sebagai komentator pertandingan sepak bola, baik laga lokal maupun internasional.

Sebelum jadi pengamat, Yeyen lebih dahulu menggeluti dunia sepak bola sebagai bek. Sejumlah klub besar tanah air yang pernah ia bela antara lain, PSM Makassar yang menjadi debut kariernya di tahun 1995, Persikota Tangerang, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Persija Jakarta, dan terakhir, Persma Manado pada tahun 2007.

Satu yang menarik dari Yeyen adalah kemampuannya sebagai penjaga lini belakang sebuah tim. Tak heran, sebab Yeyen ini adalah salah satu jebolan Primavera, program pelatihan bagi bibit-bibit unggul Indonesia di tanah Italia pada era 90-an. Pemain-pemain besar Indonesia yang bermain berlatih bersama Yeyen kala itu antara lain Kurniawan Dwi Yulianto, Sugiantoro, dan Bima Sakti.

Kesuksesannya di lapangan hijau bermula dari ketertarikannya pada sepak bola sejak masih sekolah. Sering memperhatikan para pemain PSP Padang yang berlatih, Yeyen lalu diajari cara mengolah si kulit bundar oleh pemain PSP kala itu, Suhatman Imam.

Tak dinyana, Yeyen punya bakat terpendam. Singkat cerita, Yeyen yang ketika itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), sudah dimasukkan dalam tim pelapis PSP.

Sejak saat itu, Yeyen, yang semula bergantung pada uang dari ayahnya untuk membeli sepatu, mulai bisa membiayai keperluannya sendiri untuk bermain bola.

Namun, perjalan karier Yeyen tak pula mulus. Mantan punggawa timnas yang terjun di Piala Tiger di tahun 1996 itu pernah diramalkan bakal tak bisa lagi merumput karena cedera parah yang mengharuskannya naik meja operasi.

Namun, karena kegigihan dan semangat untuk pulih, Yeyen kembali ke lapangan hijau. Keluarga adalah pihak yang turut memberinya semangan untuk bangkit dari keterpurukan.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Roberto Mancini Cicipi Masakan Indonesia

Penyesalan Terbesar Gerrard Selama Berseragam "The Reds"

Tatap Final Lawan Barca, Evra Teringat Hinaan Rasis Suarez

Ponsel Dokter Tertinggal di Perut Perempuan Ini

Ditemukan Ikan Berdarah Panas Pertama di Dunia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×