Dia juga tercatat sebagai pesepak bola Asia pertama yang sukses menembus dua digit gol di Eropa dalam satu musim.
Saat itu, ia memulai karier di Eropa bersama Anderlecht pada 2001 dan menjadi pemain asal Asia pertama yang sukses mencetak gol di babak kualifikasi Liga Champions.
Sama seperti nasib Nakata, Seol juga tak mampu meraup suara saat voting tahap akhir Ballon d'Or digelar.
3. Park Ji-sung (2005)

Gelandang asal Korea Selatan ini menjadi salah satu pemain asal Asia yang mampu mencatatkan kesuksesan di kancah Eropa.
Ketika menyelesaikan kepindahannya dari PSV Eindhoven menuju Manchester United pada 2005, Park Ji-sung sukses masuk nominasi peraih Ballon d'Or.
Pelatih Manchester United saat itu, Sir Alex Ferguson, sangat terpikat dengan potensi Park yang bersinar bersama PSV di Liga Champions.
Klub asal Belanda itu nyaris melaju ke babak final. Sayangnya, mereka gagal lolos karena kalah dari AC Milan.
4. Younis Mahmoud (2007)
Younis Mahmoud merupakan pemain asal Irak yang sukses masuk dalam nominasi peraih Ballon d'Or pada tahun 2007.
Hal ini tak terlepas dari kisah sukses timnas Irak yang berhasil menjadi juara Piala Asia 2007.
Padahal, ketika itu Irak tengah berkecamuk akibat perang yang melanda. Namun, Younis berhasil memimpin rekan-rekannya untuk berprestasi di kancah Asia.
Atas penampilan yang menginspirasi itu, Younis menjadi pemain Asia pertama yang meraup suara ketika pemungutan suara Ballon d'Or. Dia menempati urutan ke-29.
5. Son Heung-min (2019)

Pemain asal Asia teranyar yang sukses menembus nominasi peraih penghargaan Ballon d'Or ialah bintang timnas Korea Selatan, Son Heung-min.
Son sebelumnya berhasil memecahkan rekor pemain asal Asia termahal yang sebelumnya dipegang oleh Nakata.
Saat itu, ia direkrut Tottenham Hotspurs dari Bayer Leverkusen dengan bandrol seharga 30 juta euro pada musim panas 2015.
Atas kontribusinya mengantar Tottenham Hotspurs melaju ke fase final Liga Champions 2019-2020, Son diganjar penghargaan nominasi Ballon d'Or.
Sayangnya, saat voting tahap akhir, Son meraih empat suara dan menempati peringkat ke-22. Namun, raihan ini menjadi wakil Asia dengan posisi tertinggi sepanjang sejarah.
Kontributor: Muh Adif