Ralf Rangnick Datang, Legiun Jerman Buat Liga Inggris Kian Menarik

Rully Fauzi | Suara.com

Selasa, 30 November 2021 | 21:34 WIB
Ralf Rangnick Datang, Legiun Jerman Buat Liga Inggris Kian Menarik
Pelatih interim Manchester United, Ralf Rangnick. [HASAN BRATIC / AFP]

Suara.com - Sebelum Ralf Rangnick menjadi pelatih interim Manchester United sampai akhir musim ini, sudah ada lima pelatih asal Jerman yang malang melintang di Liga Inggris.

Pertama adalah Felix Magath. Mantan legenda Timnas Jerman ini pernah mempersembahkan trofi Bundesliga kepada Bayern Munich dan Wolfsburg. Dia ditarik Fulham pada Februari 2014, namun hasil buruk membuatnya dipecat pada September tahun yang sama.

Yang kedua adalah Jurgen Klopp. Pelatih ini familiar dengan telinga penggemar Liga Inggris, khususnya pendukung Liverpool.

Bergabung dengan The Reds berbekalkan CV mengkilap di Borussia Dortmund, Klopp mengantarkan Liverpool menjuarai Liga Champions pada 2019 dan trofi Liga Inggris pertamanya setahun kemudian.

Ketiga Daniel Farke. Mantan asisten Klopp di Dortmund ini membesut Norwich yang berhasil diantarkan ke Premier League, namun jeblok di liga utama dan lalu dipecat belum lama ini.

Pelatih asal Jerman keempat yang melatih di Inggris adalah Jan Siewert. Dia melatih Huddersfield Town yang berusaha menghindari degradasi saat musim 2018/2019 sudah separuh jalan. Namun karena gagal, Siewert dipecat Agustus 2019.

Pelatih Jerman kelima yang berkarier di Inggris adalah Thomas Tuchel. Seperti Klopp, Tuchel adalah mantan pelatih Dortmund. Tuchel terkenal sulit diatur, namun jenius dalam manajemen sepakbola.

Kejeniusannya ini menyulap Chelsea finis empat besar Liga Inggris dan bahkan juara Liga Champions musim lalu, padahal The Blues sebelumnya sempoyongan sebelum ia datang pada Januari 2021.

Kelima pelatih ini berbeda nasib. Tiga dipecat, sedangkan dua lagi bertahan berkat etos dan filosofi yang hebat yang mengubah Liverpool dan Chelsea semakin angker untuk siapa pun, baik di Inggris maupun di Eropa.

Kini antara Klopp dan Tuchel, ada Rangnick yang ironisnya filosofi sepakbolanya merasuki pelatih Liverpool dan Chelsea itu. Ketiga pelatih adalah pengusung apa yang disebut Gegenpressing atau filosofi sepakbola "balik menekan".

Ralf Rangnick. [Ronny Hartmann / AFP]
Ralf Rangnick. [Ronny Hartmann / AFP]

Esensi filosofi ini adalah tim tak saja langsung menekan lawan saat membawa bola, tapi juga langsung menekan begitu lawan menguasai bola. Tujuannya merusak konsentrasi lawan sampai membuat kesalahan sehingga mudah menciptakan peluang gol.

Permainan menekan yang intens ini dilakukan dengan sangat terstruktur dan terencana sampai dengan detil membidik titik, sisi atau bahkan pemain terlemah lawan yang tak terlalu mahir mengontrol bola.

Dalam Gegenpressing, pemain dituntut untuk tahu kapan harus menyerang dan kapan harus turun membantu pertahanan.

Filosofi ini tak akan jalan jika tim kelelahan atau dilanda krisis cedera. Liverpool jeblok musim lalu karena banyak pemain inti mereka yang cedera dan tidak fit.

Gegenpressing akan efektif sekali jika tim memasang formasi tiga penyerang yang terus bergerak cepat seperti dilakukan Liverpool saat ini.

Ketiga striker ini juga harus bugar sepenuhnya dan kreatif memanfaatkan kesalahan lawan dengan umpan-umpan menentukan atau sentuhan akhir yang klinis.

Dalam Gegenpressing, seluruh pemain harus berada pada posisi yang benar saat hendak melancarkan tekanan ke depan dengan memotong atau mencegat operan lawan.

Sepakbola Heavy Metal

Klopp memang orang pertama yang memopulerkan filosofi ini di Borussia Dortmund dan kemudian Liverpool, tapi Rangnick-lah orang pertama yang menerapkannya dalam tim-tim yang pernah dikelolanya.

Cerita Gegenpresssing berawal pada 1983 ketika Rangnick masih berusia 25 tahun dan menjadi pemain sekaligus pelatih klub divisi keenam Liga Jerman, Viktoria Backnang.

Tahun itu Backnang menjalani laga persahabatan dengan Dynamo Kiev asuhan Valeriy Lobanovskiy. Rangnick terperangah oleh cara Kiev bermain. Klub Ukraina itu tak henti menekan, baik saat membawa bola maupun ketika kehilangan bola.

Baru kali itu Rangnick mengetahui ada tim yang konstan menekan dari awal sampai akhir, dan tak pernah mengendurkan tekanan kendati sudah di atas angin.

Taktik menekan tak henti dan terorganisir yang diterapkan Lobanovskiy itu memaksa Rangnick menemukan filosofi sepakbola yang waktu itu asing bagi dunia sepakbola Jerman.

Dia kemudian menerapkan filosofi itu begitu melatih sejumlah klub termasuk Hoffenheim dan RB Leipzig. Dan ini membantu merevolusi sepakbola Jerman, selain mengilhami pelatih-pelatih Jerman masa kini termasuk Klopp, Tuchel dan pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann.

Sampai 1980-an, Gegenpressing dianggap terlalu radikal di Jerman yang masih terbuai sukses timnas dalam Piala Dunia dan Piala Eropa karena setia kepada taktik konservatif memasang sweeper dan man-marking atau mengawal pemain lawan.

Gegenpressing lalu dikawinkan dengan taktik penjagaan wilayah atau zonal marking yang diterapkan AC Milan pada era Arrigo Sacchi.

Setelah belajar sana sini, Rangnick menerapkan filosofi itu saat menangani tim-tim divisi bawah termasuk Ulm 1846 yang dia antarkan promosi ke Bundesliga pada 1999 dengan bermodalkan barisan pemain yang energik dan haus kemenangan, salah satunya Thomas Tuchel.

Ralf Rangnick. [Ronny Hartmann / AFP]
Ralf Rangnick. [Ronny Hartmann / AFP]

Kemudian setelah Jerman disingkirkan Kroasia dalam perempatfinal Piala Dunia 1998, diskusi mengenai filosofi baru sepakbola menjadi mengemuka. Mereka pikir sudah waktunya meninggalkan taktik lama untuk merangkul taktik baru nan revolusioner seperti dikenalkan Rangnick.

Dunia sepak bola Jerman pun akhirnya mengadopsi luas gegenpressing dan semakin dikuatkan oleh datangnya pelatih asal Spanyol, Pep Guardiola ke Bayern.

Rangnick memang tak pernah bisa mengantarkan klub-klub asuhannya menjadi juara Bundesliga, tetapi cara pandangnya beresonansi luas kepada ekosistem sepak bola Jerman.

Kini Rangnick berusaha mempraktikkan pendekatan itu di Manchester United ketika Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel sudah lebih dulu menerapkannya di Liverpool dan Chelsea yang menjadi kampiun di Inggris dan Eropa saat ini.

Sepakbola tempo tinggi nan cepat yang menjadi ciri khas Gegenpressing yang diasosiasikan dengan musik heavy metal dan rock n roll oleh Klopp dan Rangnick itu pun bisa meniadakan kecenderungan sepakbola tempo lamban dan hanya menunggu kesempatan melancarkan serangan balik yang tak terlalu menarik untuk ditonton.

Oleh karena itu, ditambah Pep Guardiola yang pendorong berat sepak bola menyerang dan anti mengendurkan tempo sekalipun timnya sudah di atas angin, kehadiran legiun Jerman dalam sistem kepelatihan Liga Inggris bisa membuat liga yang paling banyak ditonton di dunia ini menjadi kian panas dan kian menarik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kobbie Mainoo Menghilang, Manchester United Tumbang, Carrick Beri Penjelasan

Kobbie Mainoo Menghilang, Manchester United Tumbang, Carrick Beri Penjelasan

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Mulai Ketar-ketir Dipepet Manchester City

Klasemen Liga Inggris: Arsenal Mulai Ketar-ketir Dipepet Manchester City

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 08:10 WIB

Cedera Lutut, Musim Cristian Romero Terancam Berakhir Lebih Cepat

Cedera Lutut, Musim Cristian Romero Terancam Berakhir Lebih Cepat

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 07:54 WIB

Dalih Michael Carrick Usai MU Dipermalukan Leeds United di Old Trafford

Dalih Michael Carrick Usai MU Dipermalukan Leeds United di Old Trafford

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 07:31 WIB

Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!

Klasemen Liga Inggris usai Manchester City Lumat Chelsea, Arsenal Tertekan!

Bola | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi

Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi

Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:32 WIB

Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen

Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen

Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:20 WIB

Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah

Mikel Arteta: Rasanya Seperti Pukulan Telak di Wajah

Bola | Minggu, 12 April 2026 | 20:23 WIB

West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0

West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0

Bola | Sabtu, 11 April 2026 | 06:37 WIB

Andy Robertson Susul Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool

Andy Robertson Susul Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool

Bola | Jum'at, 10 April 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Statistik Impresif Pemain Incaran Timnas Indonesia Saat Bantu Klubnya Tumbangkan Man United

Statistik Impresif Pemain Incaran Timnas Indonesia Saat Bantu Klubnya Tumbangkan Man United

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 14:51 WIB

Cetak Brace dan Jadi Kapten, 2 Fakta Debut Putu Ekayana Bersama Timnas Indonesia U-17

Cetak Brace dan Jadi Kapten, 2 Fakta Debut Putu Ekayana Bersama Timnas Indonesia U-17

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 14:34 WIB

Kurniawan Dwi Yulianto Peringatkan Timnas Indonesia U-17: Awas 'Gigitan' Harimau Malaya!

Kurniawan Dwi Yulianto Peringatkan Timnas Indonesia U-17: Awas 'Gigitan' Harimau Malaya!

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 14:12 WIB

Luis Enrique Waspadai Jebakan Liverpool, PSG Belum Aman Jelang Leg Kedua Liga Champions

Luis Enrique Waspadai Jebakan Liverpool, PSG Belum Aman Jelang Leg Kedua Liga Champions

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 13:54 WIB

Timnas Indonesia U-17 Menggila! John Herdman Kaget Lihat Agresivitas Garuda Muda

Timnas Indonesia U-17 Menggila! John Herdman Kaget Lihat Agresivitas Garuda Muda

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 13:46 WIB

Disorot Media Vietnam, Pakar Eropa Sebut Timnas Indonesia Belum Punya Talenta Luar Biasa

Disorot Media Vietnam, Pakar Eropa Sebut Timnas Indonesia Belum Punya Talenta Luar Biasa

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 13:32 WIB

Bongkar Taktik Agresif Kurniawan Saat Timnas Indonesia U-17 Bantai Timor Leste

Bongkar Taktik Agresif Kurniawan Saat Timnas Indonesia U-17 Bantai Timor Leste

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 12:51 WIB

Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026: Indonesia dan Vietnam Memimpin

Klasemen Grup A Piala AFF U-17 2026: Indonesia dan Vietnam Memimpin

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 12:19 WIB

Persija Disindir The Jakmania, Mauricio Souza Buka Suara

Persija Disindir The Jakmania, Mauricio Souza Buka Suara

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Enggan Larut Euforia, Frans Putros Minta Persib Bandung Fokus Hadapi Dewa United

Enggan Larut Euforia, Frans Putros Minta Persib Bandung Fokus Hadapi Dewa United

Bola | Selasa, 14 April 2026 | 11:51 WIB