PSSI Jadikan Coach Mochi Tameng dalam Kasus Djenna de Jong? Kritik Tak Digubris

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Selasa, 29 April 2025 | 15:09 WIB
PSSI Jadikan Coach Mochi Tameng dalam Kasus Djenna de Jong? Kritik Tak Digubris
PSSI Jadikan Coach Mochi Tameng dalam Kasus Djenna de Jong, Kritik Tak Digubris. (pssi.org)

Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengikuti langkah anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga dalam perespons kritik dari pemain keturunan proyeksi Timnas Putri Indonesia, Djenna de Jong. Dia seakan menjadikan pelatih Satoru Mochizuki sebagai "tameng".

Djenna menuding PSSI tidak profesional sehingga dirinya memutuskan untuk tak lagi melanjutkan proyek naturalisasi PSSI alias menutup pintu untuk Timnas Indonesia.

Alih-alih menggubris masalah atau tudingan yang disampaikan Djenna, Erick Thohir, layaknya Arya Sinulingga, hanya fokus memaparkan prosedur naturalisasi pemain keturunan.

Erick menyebut pemain keturunan tidak semuanya bakal diproses naturalisasi. Keputusan akhir disebut ada di tangan pelatih, dalam hal ini Satoru Mochizuki selaku juru taktik Timnas Putri Indonesia.

"Untuk program naturalisasi, semua naturalisasi itu diproses secara transparan dan diputuskan oleh pelatihnya," terang Erick Thohir kepada awak media di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

"Artinya banyak juga pemain naturalisasi di jaman sebelum-sebelumnya, juga ada yang kita tidak melanjutkan prosesnya."

"Ya karena tadi tidak lain, ya tentu standar atau keinginan daripada seorang pelatih ataupun kami di PSSI membangun sebuah tim itu kan harus benar-benar transparan."

"Tidak ada pemain titipan dan standar yang ada dengan kualitas juga yang bisa kita sesuai dengan kriterianya. Jadi kita tanpa ada hidden agenda apapun," pungkasnya.

Pernyataan Erick mirip dengan apa yang disampaikan Arya Sinulingga, yang justru menyebut Djenna de jong mungkin kecewa karena tak direkomendasikan oleh pelatih.

baca juga

"Namanya (Djenna) tidak masuk mungkin ya dan setelah kita cek kan pemain-pemain ini kan intinya kalau kita proses (naturalisasi) harus ada rekomendasi pelatih," jelas Arya merespons pernyataan pertama Djenna.

"Ketika tidak ada rekomendasi pelatih ya tidak bisa kita proses, mungkin itu yang menyebabkan Djenna-nya jadi gimana gitu."

"Tapi ya kita punya prinsip semua pemain yang akan diproses harus rekomendasi pelatih, dan pelatih pasti punya pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk memproses pemain. Jadi itu aja mungkin argumentasinya," tambahnya.

Terkait klaim Arya, pelatih Satoru Mochizuki sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi.

Karena itu, pernyataan PSSI sejauh ini bisa dibilang tidak menjawab tudingan dan keluhan yang disampaikan Djenna de Jong.

Sang pemain pun sempat merespons pernyataan Arya Sinulingga dengan menyebut PSSI telah memutarbalikan fakta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dean James Kabarkan Kondisi Cederanya, Kans Bela Timnas Indonesia Makin Besar

Dean James Kabarkan Kondisi Cederanya, Kans Bela Timnas Indonesia Makin Besar

Bola | Selasa, 29 April 2025 | 13:56 WIB

Erick Thohir Tak Mengelak! Teka-teki Indra Sjafri Masih di PSSI Akhirnya Terungkap

Erick Thohir Tak Mengelak! Teka-teki Indra Sjafri Masih di PSSI Akhirnya Terungkap

Bola | Selasa, 29 April 2025 | 13:43 WIB

Nasib Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Lawan MU Masih Abu-Abu, PSSI Angkat Bicara

Nasib Muhammad Ferarri dan Asnawi Mangkualam Lawan MU Masih Abu-Abu, PSSI Angkat Bicara

Bola | Selasa, 29 April 2025 | 13:35 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×