2 Aspek Krusial yang Bikin Timnas Indonesia U-23 Gagal Akhiri Puasa Gelar 38 Tahun di GBK

Arief Apriadi

Rabu, 30 Juli 2025 | 12:08 WIB
2 Aspek Krusial yang Bikin Timnas Indonesia U-23 Gagal Akhiri Puasa Gelar 38 Tahun di GBK
2 Aspek Krusial yang Bikin Timnas Indonesia U-23 Gagal Akhiri Puasa Gelar 38 Tahun di GBK. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Timnas Indonesia U-23 kembali harus menunda mimpi mengangkat trofi Piala AFF U-23 setelah takluk 0-1 dari Vietnam pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Kekalahan ini tidak hanya memperpanjang puasa gelar di ajang tersebut, tetapi juga menambah panjang daftar kegagalan Timnas Indonesia di semua level usia meraih prestasi di GBK selama 38 tahun terakhir.

Ada dua aspek krusial yang membuat Garuda Muda gagal tampil maksimal di laga final, meski mendapat dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di stadion kebanggaan Tanah Air.

1. Skema Monoton dan Minim Variasi Serangan
Robi Darwis. (kitagaruda.id)
Robi Darwis. (kitagaruda.id)

Salah satu masalah paling mencolok dalam permainan Timnas Indonesia U-23 adalah ketergantungan berlebih terhadap lemparan ke dalam jauh dari Robi Darwis.

Strategi tersebut terus-menerus diterapkan sepanjang laga, namun tak sekali pun berbuah gol.

Organisasi pertahanan Vietnam tampil solid dan disiplin dalam mengantisipasi setiap lemparan yang diarahkan ke kotak penalti.

Minimnya variasi serangan membuat permainan Indonesia mudah ditebak dan tidak menimbulkan ancaman nyata.

Masalah ini sejatinya sudah terlihat sejak fase grup, ketika Garuda Muda hanya mampu mencetak satu gol ke gawang Filipina dan bermain imbang 0-0 melawan Malaysia.

Meski sempat mencetak delapan gol ke gawang Brunei di laga pembuka, ketajaman tim terlihat menurun drastis di pertandingan-pertandingan berikutnya.

baca juga

Lini tengah Indonesia juga dinilai kurang kreatif. Tidak banyak peluang yang tercipta dari skema terbuka, dan alur bola lebih banyak diarahkan ke sisi sayap tanpa kombinasi atau improvisasi yang mampu membongkar pertahanan lawan.

2. Penyelesaian Akhir yang Buruk
Penyerang Timnas Indonesia U-23, Jens Raven, dalam pertandingan melawan Vietnam pada final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (29/7/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)
Penyerang Timnas Indonesia U-23, Jens Raven, dalam pertandingan melawan Vietnam pada final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (29/7/2025). (Suara.com/Alfian Winanto)

Aspek lain yang tak kalah vital adalah buruknya penyelesaian akhir. Meski menguasai permainan dan menciptakan beberapa peluang, tak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol.

Jens Raven punya peluang emas di awal laga lewat sundulan, namun bola justru melambung.

Rayhan Hannan bahkan sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Vietnam Trung Kien Tran, tapi gagal menyarangkan bola ke gawang.

Hal ini pun diakui oleh pelatih Gerald Vanenburg, yang mengatakan bahwa produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah utama.

“Kami tidak mencetak banyak gol. Itu hal yang harus kami pikirkan dan perbaiki,” ujar Vanenburg usai laga.

Vanenburg menyebut secara umum permainan dan rencana tim sudah berjalan baik, tapi tanpa gol, kemenangan sulit diraih.

“Kami baru menjalani pramusim selama tiga pekan, lalu bermain beberapa pertandingan, dan hasilnya cukup baik. Tapi satu hal yang harus kami pikirkan adalah bagaimana mencetak gol,” lanjutnya.

Pelatih asal Belanda itu juga menolak menyalahkan pemain secara individu. Ia menegaskan bahwa menang dan kalah adalah tanggung jawab bersama.

Kekalahan dari Vietnam di final kali ini memperpanjang catatan buruk Timnas Indonesia yang tak kunjung meraih prestasi di Stadion Utama Gelora Bung Karno selama 38 tahun terakhir.

Baik di level senior maupun kelompok umur, GBK seolah jadi tempat yang angker bagi Garuda untuk meraih gelar juara.

Vanenburg sendiri memastikan bahwa dirinya tidak akan menangani Timnas U-23 di SEA Games 2025 yang berlangsung Desember nanti.

Ia akan fokus ke ajang lain seperti Kualifikasi Piala Asia U-23. Hal ini tentu membuat sisa waktu evaluasi untuk membenahi ketajaman tim menjadi lebih terbatas.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Ikut Angkat Trofi, Erick Thohir: Timnas Indonesia U-23 Bukan Kekuatan Terbaik

Gagal Ikut Angkat Trofi, Erick Thohir: Timnas Indonesia U-23 Bukan Kekuatan Terbaik

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 12:05 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Performanya Jadi Sorotan di Final Piala AFF U-23 2025

3 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Performanya Jadi Sorotan di Final Piala AFF U-23 2025

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:59 WIB

Vanenburg Bahas Strategi Licik Vietnam "Matikan" Lemparan Roket Robi Darwis

Vanenburg Bahas Strategi Licik Vietnam "Matikan" Lemparan Roket Robi Darwis

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:51 WIB

Bantah Sengaja Pasang 'Ranjau' untuk Robi Darwis, Ini Dalih Pelatih Kim Sang-sik

Bantah Sengaja Pasang 'Ranjau' untuk Robi Darwis, Ini Dalih Pelatih Kim Sang-sik

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:37 WIB

Insiden Kartu Merah Asisten Pelatih, Gerald Vanenburg Ungkap Fakta Mengejutkan

Insiden Kartu Merah Asisten Pelatih, Gerald Vanenburg Ungkap Fakta Mengejutkan

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:18 WIB

Dikritik Habis Legenda, Pemain Timnas Indonesia U-23 Tetap Diguyur Bonus Ratusan Juta

Dikritik Habis Legenda, Pemain Timnas Indonesia U-23 Tetap Diguyur Bonus Ratusan Juta

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:10 WIB

Gerald Vanenburg Tak Latih Timnas di Sea Games, Nama Indra Sjafri Muncul?

Gerald Vanenburg Tak Latih Timnas di Sea Games, Nama Indra Sjafri Muncul?

Your Say | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:06 WIB

Belum Lama Tangani Timnas U-23, Gerald Vanenburg Sudah Sepakat dengan Keluhan Shin Tae-yong

Belum Lama Tangani Timnas U-23, Gerald Vanenburg Sudah Sepakat dengan Keluhan Shin Tae-yong

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:57 WIB

Selamat Tinggal Gerald Vanenburg! Resmi Tak Latih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025

Selamat Tinggal Gerald Vanenburg! Resmi Tak Latih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 10:31 WIB

Mati Kutu Lawan Vietnam, Jens Raven Ungkap Biang Keroknya

Mati Kutu Lawan Vietnam, Jens Raven Ungkap Biang Keroknya

Bola | Rabu, 30 Juli 2025 | 09:47 WIB

Terkini

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

×