Yussa Nugraha: Belum Ada Bukti Thijs Dallinga Punya Darah Keturunan Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 31 Juli 2025 | 14:39 WIB
Yussa Nugraha: Belum Ada Bukti Thijs Dallinga Punya Darah Keturunan Indonesia
Thijs Dallinga, striker Bologna yang digadang-gadang akan memperkuat Timnas Indonesia, diragukan bisa dinaturalisasi. (IG Thijs Dallinga)

Suara.com - Thijs Dallinga, striker Bologna yang digadang-gadang akan memperkuat Timnas Indonesia, diragukan bisa dinaturalisasi. Meskipun sempat muncul data terkait asal-usul Indonesia di masa kolonial, belum ada bukti sah mengenai darah keturunan Indonesia pada diri Dallinga.

Sebab, hingga kini belum ada informasi valid mengenai darah keturunan Indonesia dalam diri penyerang klub Serie A, Bologna, tersebut.

Dalam setiap pembahasan soal naturalisasi pemain keturunan, Thijs Dallinga Timnas Indonesia menjadi topik hangat yang ramai diperbincangkan.

Sebuah akun Instagram bernama @futboll.indonesiaa memunculkan keraguan baru yang bersumber dari Yussa Nugraha. Youtuber yang aktif mengulas pemain berdarah Indonesia ini menyatakan dirinya belum mendapatkan data otentik soal garis keturunan Dallinga.

Penyerang Bologna asal Belanda, Thijs Dallinga, yang digadang-gadang memiliki darah Indonesia, tepatnya Tanjung Priok. (Instagram/@thijsdallinga)
Penyerang Bologna asal Belanda, Thijs Dallinga, yang digadang-gadang memiliki darah Indonesia, tepatnya Tanjung Priok. (Instagram/@thijsdallinga)

Menurutnya, baik pengakuan langsung maupun bukti dari keluarga Dallinga belum bisa diakses secara publik untuk mendukung naturalisasi pemain keturunan Indonesia tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Yussa Nugraha menegaskan, “Sampai saat ini belum ada bukti dan fakta ataupun pengakuan dari Dallinga sendiri kalo dia punya darah keturunan Indonesia.”

Pernyataan ini semakin menguatkan asumsi bahwa naturaliasi pemain Timnas Indonesia tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan spekulasi atau arsip kolonial semata.

Lebih lanjut, Yussa menambahkan, “Jadi dari semua akun di media belum ada yang bisa memastikan, juga Dallinga sendiri belum menjawab apakah dia ini mempunyai darah Indonesia atau tidak.”

Ungkapan ini menegaskan bahwa proses verifikasi keturunan menjadi hal fundamental dalam prosedur pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

baca juga

Media Korea Selatan Ungkap Peran Penting Thijs Dallinga

Sementara itu, media Korea Selatan Nate turut menyoroti Dallinga. Media ini menyebut striker Bologna itu sebagai ‘bos terakhir’ yang dibutuhkan oleh Timnas Indonesia menjelang ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Penyerang Bologna asal Belanda, Thijs Dallinga, yang digadang-gadang memiliki darah Indonesia, tepatnya Tanjung Priok. (Instagram/@thijsdallinga)
Penyerang Bologna asal Belanda, Thijs Dallinga, yang digadang-gadang memiliki darah Indonesia, tepatnya Tanjung Priok. (Instagram/@thijsdallinga)

Mereka bahkan menganggap bahwa Thijs Dallinga di Timnas Indonesia dapat menjadi elemen pelengkap yang sangat strategis.

Menurut artikel tersebut, “Sekitar 40 pemain sudah dinaturalisasi atau dalam proses naturalisasi, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa penyerang ini praktis adalah ‘bos terakhir’.”

Penyematan label 'bos terakhir' disematkan karena Dallinga memiliki pengalaman berharga di liga top Eropa dan performa yang menjanjikan.

Penyerang dengan tinggi badan 190 cm ini mencatatkan prestasi cukup impresif di Bologna.

Nate menyebutkan, “Dia telah bermain dalam 43 pertandingan di semua kompetisi untuk musim 2024-2025, mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist.”

Jika berhasil dinaturalisasi, Dallinga disebut-sebut akan menjadi pemain dengan nilai tertinggi dalam skuad Merah Putih.

Namun meskipun media asing menaruh ekspektasi besar, hambatan administratif dan regulasi FIFA tetap menjadi tantangan terbesar dalam proses naturalisasi pemain sepak bola Indonesia seperti Dallinga.

Data Kolonial Tak Cukup Jadi Bukti Darah Indonesia

Sumber informasi dari arsip Archive NL sempat memicu optimisme. Dalam data tersebut disebutkan bahwa marga Dallinga pernah tinggal di Tanjung Priok, sebuah wilayah yang menjadi bagian dari Indonesia di masa kolonial.

Hal ini lantas ditafsirkan oleh sebagian pihak sebagai indikasi adanya garis keturunan Indonesia dalam Thijs Dallinga.

Namun sayangnya, indikasi tersebut belum didukung bukti legal yang kuat. Tanpa dokumen keluarga atau pengakuan resmi dari Dallinga, upaya pembuktian asal-usul darah Indonesia sulit dilakukan.

Oleh karena itu, publik diimbau untuk lebih realistis dalam menyikapi isu ini.

Lebih dari sekadar soal darah keturunan, Dallinga juga memiliki kendala dari sisi regulasi FIFA. Pemain kelahiran 3 Agustus 2000 ini diketahui pernah membela Timnas Belanda U-21 dalam ajang resmi Euro U-21 pada Juni 2023. Saat itu usianya sudah mencapai 22 tahun.

Menurut aturan FIFA, pemain yang telah tampil di kompetisi resmi untuk negara asalnya di atas usia 21 tahun tidak bisa mengganti federasi atau melakukan naturalisasi.

Ini menjadi penghalang besar dalam upaya menjadikan Dallinga bagian dari skuad Timnas Indonesia.

Kasus Maarten Paes Jadi Perbandingan

Kasus serupa sempat dialami Maarten Paes. Kiper ini juga sempat bermain untuk Belanda U-21 di usia 22 tahun.

Namun perbedaannya, saat itu PSSI berhasil melakukan banding ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS), karena laga yang dimainkan Paes semestinya dilangsungkan setahun lebih awal, namun tertunda akibat pandemi.

Sayangnya, situasi Thijs Dallinga berbeda. Tidak ada penundaan pertandingan dalam kasusnya, sehingga kemungkinan diterimanya banding sangat kecil. Hal ini memperkuat alasan bahwa Thijs Dallinga tidak eligible Timnas Indonesia.

Dengan berbagai kendala tersebut—mulai dari tidak adanya pengakuan darah keturunan, hingga terhalang regulasi FIFA—maka proses naturalisasi Thijs Dallinga kemungkinan besar tidak dapat dilanjutkan.

Publik diminta untuk tidak terlalu berharap tinggi karena proses ini membutuhkan dasar hukum dan prosedur internasional yang ketat.

Apalagi, pengalaman PSSI sebelumnya menunjukkan bahwa pengajuan banding pun belum tentu diterima, terlebih jika tidak didukung oleh fakta-fakta yang kuat sebagaimana yang terjadi dalam kasus Dallinga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Korea: Thijs Dallinga Bos Terakhir Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Media Korea: Thijs Dallinga Bos Terakhir Dinaturalisasi Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:19 WIB

Pelatih Lokal Ini Calon Kuat Gantikan Gerald Vanenburg, Prestasi Segudang Andalan di Saat Genting

Pelatih Lokal Ini Calon Kuat Gantikan Gerald Vanenburg, Prestasi Segudang Andalan di Saat Genting

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:59 WIB

Jejak Karier Penuh Warna Justin Hubner di Usia Muda, 3 Negara 2 Benua

Jejak Karier Penuh Warna Justin Hubner di Usia Muda, 3 Negara 2 Benua

Bola | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

7 Pengganti Gula selain Stevia yang Aman untuk Penderita Diabetes

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Ramai Jadi Perbincangan Publik, Sebenarnya Pembalut Kena Pajak Sejak Kapan?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

Ketum PKN Gede Pasek: Republik Ini Bukan Milik Oligarki, Kekuasaan Bukan Warisan Keluarga!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×