-
Miliano Jonathans cetak gol penyelamat Excelsior saat tahan imbang Ajax di Liga Belanda.
-
Calvin Verdonk tampil solid meski Lille harus menelan kekalahan tipis dari Lyon.
-
Emil Audero terluka akibat petasan suporter Inter saat Cremonese kalah di kandang sendiri.
Suara.com - Panggung sepak bola Liga Eropa kembali menjadi saksi bisu perjuangan para pemain keturunan Indonesia.
Dua sosok menonjol yakni Miliano Jonathans dan Emil Audero justru merasakan atmosfer pertandingan yang sangat kontras.
Jonathans berhasil mencuri perhatian publik Belanda lewat performa impresifnya bersama Excelsior baru-baru ini.
Pemain muda berusia 21 tahun tersebut membuktikan kualitasnya meski memulai laga dari bangku cadangan.
Efektivitas permainannya menjadi kunci bagi timnya untuk menghindari kekalahan memalukan di hadapan raksasa Ajax.
Catatan ini merupakan gol kedua bagi sang penyerang semenjak ia bergabung dengan klub kasta teratas tersebut.
Pelatih memutuskan untuk memasukkan Jonathans pada menit ke-63 guna menambah daya gedor lini depan.
Kepercayaan tersebut dibayar tuntas hanya dalam waktu 11 menit setelah ia menginjakkan kaki di rumput hijau.
Gol tersebut lahir dari skema serangan yang rapi melalui asis matang yang dikirimkan oleh Gyan de Regt.
Umpan akurat di depan gawang lawan berhasil dikonversi dengan sempurna oleh pemain yang memiliki garis keturunan Depok ini.
Kehadiran Jonathans menjadi katalisator kebangkitan Excelsior yang awalnya sempat tertinggal dua gol tanpa balas.
Pertandingan yang penuh drama tersebut akhirnya berakhir sama kuat dengan kedudukan imbang 2-2.
Berdasarkan data statistik dari Sofascore, sang pemain mendapatkan penilaian performa yang cukup tinggi yaitu 7,8.
Selama berada di lapangan, ia tercatat melepaskan dua tendangan yang mengancam gawang lawan.
Satu dari tembakan tersebut berbuah gol, sementara upaya lainnya berhasil dimentahkan oleh barisan pertahanan lawan.
Beralih ke kompetisi Prancis, bek kiri andalan Timnas Indonesia yakni Calvin Verdonk juga turut beraksi.
Verdonk membela panji Lille saat mereka harus berhadapan dengan kekuatan besar Lyon dalam laga ketat.
Meskipun timnya harus menerima hasil pahit kalah 0-1, Verdonk tetap menunjukkan performa yang cukup solid.
Ia masuk ke lapangan pada menit ke-78 untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Romain Perraud.
Sofascore memberikan nilai 7,0 untuk kontribusi singkatnya selama mengawal sisi kiri pertahanan Les Dogues.
Dalam durasi waktu yang terbatas, Verdonk tetap aktif membantu lini belakang timnya menghalau serangan lawan.
Ia tercatat melakukan satu kali sapuan krusial untuk mengamankan area kotak penalti dari ancaman musuh.
Tak hanya itu, pemain ini juga berhasil melakukan dua kali pemulihan bola atau recovery selama laga berlangsung.
Sayangnya, kerja keras Verdonk belum mampu mengubah papan skor untuk menghindarkan Lille dari kekalahan tipis.
Kini fokus Verdonk beralih untuk memperbaiki posisi klubnya di klasemen sementara liga domestik Prancis tersebut.
Kisah berbeda datang dari tanah Italia di mana kiper kawakan Emil Audero mengalami malam yang sangat berat.
Audero gagal membawa klubnya, Cremonese, memutus tren negatif saat bersua tim kuat Inter Milan.
Laga yang digelar di Stadio Giovanni Zini tersebut berakhir pilu bagi tim tuan rumah yang kalah 0-2.
Kekalahan ini semakin memperpanjang rekor buruk Cremonese yang sudah melewati sembilan laga tanpa satu pun kemenangan.
Gol-gol kemenangan Nerazzurri pada malam itu dicetak oleh Lautaro Martinez serta gelandang Piotr Zielinski.
Selain hasil buruk di lapangan, Audero juga harus menghadapi aksi tidak terpuji dari oknum pendukung tim lawan.
Sebuah petasan yang dilemparkan dari tribun suporter Inter Milan mendarat di dekat area penjaga gawang tersebut.
Laporan media di Italia menyebutkan bahwa sang kiper sempat mengalami cedera ringan akibat ledakan benda tersebut.
Meskipun mengalami luka kecil, semangat juang Audero tidak padam dan ia memilih untuk tetap bermain.
Ia terus mengawal gawang Cremonese hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan pekan tersebut.
Secara teknis, Audero melakukan satu blunder fatal yang memicu terjadinya tembakan berbahaya ke arah gawangnya.
Kesalahan distribusi bola tersebut untungnya tidak langsung berujung pada gol tambahan bagi pihak lawan.
Namun, insiden teknis itu berdampak cukup signifikan pada penilaian akhir performanya di aplikasi penyedia data statistik.
Padahal sepanjang laga, kiper ini tercatat melakukan dua penyelamatan gemilang untuk menepis peluang emas Inter.
Cremonese kini terpuruk di posisi ke-15 klasemen Liga Italia dengan koleksi total 23 poin sejauh ini.