- Kerusuhan melanda Meksiko sejak Minggu (22/2) dipicu kabar tewasnya bos kartel CJNG, El Mencho, dalam operasi di Jalisco.
- CJNG diduga terlibat dalam pencucian uang melalui bisnis seperti restoran dan memiliki relasi informal dengan klub Liga Meksiko.
- Anggota kartel diduga terlibat kerusuhan stadion 2022 serta afiliasi dengan operator kartel yang mengontrak eks pemain Liga Meksiko.
Insiden paling kelam terjadi pada 5 Maret 2022 saat Atlas bertandang ke markas Queretaro F.C di Stadion Corregidora.
Pertandingan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi kerusuhan brutal di menit ke-63.
Kelompok suporter garis keras, termasuk Barra 51 (Atlas) dan La Resistencia (Queretaro), terlibat bentrok hebat. Sebanyak 26 orang dilaporkan terluka, beberapa dalam kondisi kritis.
Investigasi jurnalis lokal mengungkap dugaan kehadiran individu yang terhubung dengan jaringan kriminal dalam laga tersebut. Meski otoritas tidak mengonfirmasi keterlibatan langsung kartel.
Sanksi tegas dijatuhkan oleh Liga MX. Queretaro harus memainkan laga kandang tanpa penonton selama satu tahun, kelompok suporter dilarang hadir, dan kepemilikan klub dipaksa berganti.
Bahkan pada Oktober 2025, seperti dilansir dari laporan Infobae, sebanyak 11 eks pemain Liga Meksiko diketahui hadir di sebuah acara peresmian yang ternyata didanai oleh Nazario Ramírez, seorang pemimpin serikat buruh yang punya afiliasi dengan CJNG.
Para eks pemain yang dilaporan hadir diantaranya, Cristian Gimenez, eks gelandang Cruz Azul dan Pachuca, Matias Vuoso, mantan striker Santos Laguna dan America, Marco Antonio Palacios, eks bek Pumas, Hector Reynoso, mantan kapten Chivas, Jorge Enríquez, anggota tim Olimpiade London 2012 dan Juan Carlos Medina, eks pemain America.
Berdasarkan laporan media lokal, Ramírez menggelontorkan lebih dari 2,5 juta peso untuk renovasi dan perlengkapan lapangan tersebut.
Dalam sambutannya saat peresmian, ia memperkenalkan diri sebagai tokoh yang peduli olahraga dan pembinaan generasi muda.
Nazario Ramírez diketahui menjabat sebagai sekretaris jenderal serikat pekerja konstruksi dan transportasi material di Jalisco. Ia ditangkap pada 15 Oktober 2025 dalam operasi gabungan.
Ramírez diduga terlibat dalam pemerasan, distribusi narkotika, pencucian uang, serta koordinasi dukungan logistik untuk CJNG di Jalisco dan Puebla.