- Mantan bek AC Milan, Alex Jimenez, mengakui telah menghina pelatih Massimiliano Allegri melalui pesan dan telah meminta maaf.
- Jimenez menjelaskan kepindahannya dari San Siro karena merasa tidak diberi tanggung jawab serta dianggap tidak dewasa oleh klub.
- Saat ini, Jimenez bermain di AFC Bournemouth Premier League dan merasa bahagia dengan hubungan baik bersama pelatih Iraola.
Suara.com - Mantan bek AC Milan, Alex Jimenez, akhirnya buka suara soal hinaannya kepada pelatih Massimiliano Allegri.
Jimenez mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf secara terbuka.
Dalam wawancara bersama Gianluca Di Marzio dan Sky Sport Italia, Jimenez mengonfirmasi bahwa pesan itu memang ia kirim.
“Itu omong kosong. Saya tidak berpikir Allegri adalah pelatih sampah dan sejarahnya membuktikan itu,” tegasnya.
Bek yang kini membela AFC Bournemouth itu menjelaskan situasi emosional saat kejadian.
“Saya baru keluar dari pertandingan, tidak bermain, dan saya marah. Saya memilih orang yang salah untuk mengirim pesan itu,” ujarnya.
Ia juga mengaku langsung meminta maaf. “Sejak hari pertama, saya meminta maaf kepada Allegri. Saya tidak memikirkan apa yang saya tulis dan dia menerima permintaan maaf saya,” katanya.
Jimenez kemudian mengungkap alasan hengkang dari San Siro pada bursa transfer musim panas.
“Saya mencintai Milan dan tidak ingin pergi, tetapi ketika musim dimulai saya sadar tidak akan menjadi pemain kunci,” ucapnya.
Baca Juga: Emil Audero Ambil Sisi Positif dari Kekalahan Pahit Cremonese atas AC Milan
Menurutnya, ada beberapa situasi yang membuatnya kecewa.
“Saya tidak diberi tanggung jawab yang saya rasa pantas saya dapatkan. Mereka seharusnya lebih percaya pada saya,” katanya.
Ia memberi contoh soal nomor punggung. “Di awal musim, saya meminta nomor 2 karena tradisi bek-bek hebat. Mereka bilang saya belum siap dan terlalu tidak dewasa. Mereka salah,” ujarnya.
“Sejak saat itu saya kehilangan konsentrasi dan beberapa kali datang terlambat,” akunya jujur.
Jimenez menegaskan bahwa keputusan pergi adalah inisiatifnya.
“Semua situasi itu menghilangkan ketenangan saya, dan saya yang meminta klub mencari solusi di bursa transfer,” katanya.